Flamengo vs Fluminense: Derbi Panas yang Tak Pernah Padam di Segala Arena
Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Persaingan flamengo vs fluminense kembali menjadi sorotan utama dunia olahraga nasional dalam sepekan terakhir. Derbi klasik khas Rio de Janeiro ini bukan hanya milik sepak bola, melainkan merambah ke berbagai cabang olahraga, mulai dari bola voli, basket, hingga sepak bola feminin. Duel flamengo vs fluminense selalu menyuguhkan tensi tinggi, gengsi, dan cerita yang sayang untuk dilewatkan.
Di sektor bola voli, Sesc RJ Flamengo membuka kiprahnya di Superliga dengan modal kepercayaan diri yang tinggi. Klub berjuluk Rubro-Negro itu datang sebagai tim paling sukses dalam sejarah kompetisi sekaligus semifinalis pada edisi sebelumnya. Kunci kekuatan mereka musim ini adalah stabilitas skuad. Meski begitu, laga pembuka melawan Paulistano Barueri yang dihuni pemain muda tetap diwaspadai.
Kapten sekaligus libero, Laís, menegaskan timnya tidak ingin terlena. Ia menyebut lawan akan tampil agresif tanpa beban, sehingga fokus penuh menjadi harga mati. Menurutnya, Superliga adalah kompetisi panjang yang kekuatannya meningkat setiap tahun, sehingga konsistensi menjadi kunci utama.
Menariknya, salah satu modal penting Flamengo datang dari dua gelar awal musim. Pada September, tim asuhan Bernardinho menumbangkan Fluminense dan Dentil Praia Clube untuk meraih trofi Copa SuperVôlei. Tak lama berselang, mereka kembali mengalahkan Fluminense untuk memastikan gelar ke-21 Campeonato Carioca. Rivalitas flamengo vs fluminense di lapangan voli pun kembali membuktikan dominasi sementara sang juara bertahan.
Perpindahan ke lapangan basket, cerita tak jauh berbeda. Flamengo memastikan diri sebagai kampiun Campeonato Carioca putra ke-50 setelah menundukkan Fluminense dengan skor 84-77 di Ginásio do Maracanãzinho. Kemenangan ini sekaligus menandai gelar ke-19 secara beruntun bagi klub asal Gávea tersebut. Pertandingan berlangsung sengit, dengan Fluminense yang berambisi mengakhiri puasa gelar selama 38 tahun sempat memimpin di beberapa kuarter.
Namun, kehadiran guard Yago menjadi pembeda. Pemain timnas Brasil itu mencatat double-double dengan 17 poin dan 16 assist, sekaligus menyabet gelar MVP. Didi menjadi top skor Flamengo dengan 18 poin, sementara dari kubu Fluminense, Brito mencetak 21 poin. Usai laga, Flamengo langsung mengalihkan fokus ke NBB musim 2026/27, di mana mereka mengejar trofi kedelapan sekaligus mengakhiri paceklik sejak 2001. Sementara itu, Fluminense tetap menunjukkan kekuatan untuk bersaing di Taça Ouro, divisi kedua NBB.
Di cabang sepak bola feminin, duel flamengo vs fluminense tersaji dalam leg pertama perempat final Copa do Brasil di Estádio Luso-Brasileiro, Ilha do Governador. Fluminense keluar sebagai pemenang 2-1 lewat gol Nath Rodrigues dan Driely, sementara Flamengo memperkecil kedudukan melalui gol spektakuler Laysa dari luar kotak penalti. Laga berjalan hati-hati di awal, namun intensitas meningkat seiring berjalannya waktu. VAR bahkan sempat menganulir gol Lelê karena offside setelah pengecekan lebih dari enam menit.
Pelatih Flamengo, Celso Silva, menurunkan formasi dengan Cristiane dan Thaisa sebagai andalan. Meski kalah, volume serangan Rubro-Negro di babak kedua memberi harapan untuk leg kedua. Laga penentu akan kembali digelar di Luso-Brasileiro pada Kamis (22/10) pukul 19.00 WIB, dan Flamengo wajib menang untuk membalikkan keadaan.
Tak lengkap rasanya membahas rivalitas ini tanpa menyinggung sepak bola pria. Ronaldinho, mantan bintang yang pernah membela kedua klub, ikut memberi motivasi kepada Flamengo dalam perburuan gelar kelima Libertadores. Melalui pesan singkatnya, ia mendorong Paquetá dan kawan-kawan untuk melaju hingga final. Flamengo sendiri menahan imbang Estudiantes 0-0 di La Plata dan membutuhkan kemenangan di leg kedua untuk melangkah ke partai puncak.
Dari voli, basket, hingga sepak bola, flamengo vs fluminense terus menjadi magnet bagi penggemar olahraga Tanah Air. Rivalitas ini bukan sekadar soal menang dan kalah, melainkan tentang sejarah, identitas, dan kebanggaan dua klub besar Rio de Janeiro. Sepanjang pekan ini, keduanya saling berbagi cerita: Flamengo mendominasi voli dan basket, sementara Fluminense mengambil alih kendali di sepak bola feminin. Yang pasti, duel flamengo vs fluminense akan selalu menyisakan drama hingga peluit terakhir berbunyi.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Lance!, O Dia, RTI Esporte
