Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Panggung Liga MX Apertura 2026 kembali diwarnai drama yang mengingatkan publik pada laga legendaris. Dalam lanjutan Jornada 12 di Estadio Corona, Torreón, Santos Laguna tampil menggila dengan menghancurkan Querétaro 5-0, Sabtu (17/10/2026). Kemenangan ini menjadi kelima beruntun bagi Los Guerreros, sekaligus mengubur memori pertemuan sebelumnya ketika Atlético San Luis vs Santos Laguna menjadi panggung kebangkitan Tahiel Jiménez dengan dua golnya. Malam itu, nama Jiménez benar-benar bersinar.
Sejak peluit awal, Santos mengambil inisiatif. Peluang emas datang pada menit ke-15 lewat penalti Fran Villalba, namun eksekusinya gagal. Kegagalan itu sempat menunda euforia tuan rumah. Namun, tekanan terus dibangun. Pada menit ke-29, Tahiel Jiménez memecah kebuntuan lewat sepakan kaki kiri yang bersarang di gawang Allison. Selebrasi membentuk hati ke arah tribun menjadi simbol kebangkitan sang striker muda.
Menit ke-44, Eduardo Aguirre menggandakan keunggulan dengan tembakan first-time setelah memenangi duel udara di tiang pertama. Skor 2-0 menutup babak pertama. Di paruh kedua, Santos tak mengendurkan serangan. Menit ke-63, Jiménez kembali mencatatkan namanya di papan skor, menyelesaikan umpan cepat dengan tenang. Querétaro semakin terpuruk ketika Diego Antonio Reyes menerima kartu merah pada menit ke-67 akibat pelanggaran keras. Bermain dengan sepuluh orang, Gallos Blancos tak mampu menghentikan gelombang serangan.
Javier Güémez menambah derita tim tamu pada menit ke-87 melalui sepakan jarak dekat. Puncaknya, di masa injury time tepatnya menit 90+3, Jiménez menyempurnakan hat-trick perdananya bersama Santos. Skor 5-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Kemenangan ini mengangkat Santos ke peringkat kesembilan dengan 16 poin, sementara Querétaro tertahan di posisi kelima dengan 20 poin dan harus merelakan rekor lima laga tanpa kalah terhenti.
Bagi Jiménez, ini adalah momen pembuktian. Putra mantan pemain asal Argentina, Walter ‘Lorito’ Jiménez—yang pernah berjaya bersama Santos pada 2008—baru tampil dalam tiga pertandingan musim ini. Namun, produktivitasnya luar biasa: lima gol dalam dua laga terakhir. Sebelumnya, ia mencetak dua gol saat Santos mengalahkan Atlético San Luis. Kini, namanya mulai dikaitkan dengan timnas Meksiko senior. Pelatih Renato Paiva pun diselimuti kebanggaan atas performa anak asuhnya.
Hasil ini juga memantik ingatan pada final Clausura 2015, ketika Santos menghajar Querétaro dengan skor identik 5-0 di leg pertama. Kali ini, mimpi buruk itu kembali menghantui Gallos Blancos di fase reguler. Di sisi lain, laga Atlético San Luis vs Santos Laguna pada pekan sebelumnya menjadi titik balik kebangkitan Santos. Kemenangan atas Atlético San Luis vs Santos Laguna tersebut membuka keran gol Jiménez, dan kini ia menjelma menjadi mesin gol yang ditakuti. Bahkan, duel Atlético San Luis vs Santos Laguna seolah menjadi pemanasan sempurna sebelum Santos meledak di kandang sendiri.
Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Santos Laguna akan terus merangsek ke papan atas. Sementara Querétaro harus segera berbenah jika ingin mempertahankan posisi di zona Liguilla. Bagi pecinta sepak bola Meksiko, pertemuan Atlético San Luis vs Santos Laguna dan laga Santos vs Querétaro menjadi bukti bahwa Liga MX selalu menyajikan cerita yang sulit ditebak.
Kesimpulannya, kemenangan 5-0 Santos Laguna atas Querétaro bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan bahwa Los Guerreros bangkit dan siap bersaing. Tahiel Jiménez adalah wajah baru yang patut diperhitungkan, dan sejarah final 2015 seakan terulang untuk menghantui Querétaro. Liga MX masih panjang, tetapi sinyalemen kebangkitan Santos sudah terlihat jelas.

