Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Dukungan mengalir dari tribun. Dua kelompok suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, secara terbuka menyatakan sikap mereka yang mendukung langkah manajemen mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel sebagai pelatih kepala. Sikap tersebut disampaikan pada Sabtu (17/10/2026) dan dinilai sebagai momentum penting untuk membenahi tim setelah performa pada awal BRI Super League 2026/2027 belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Dukungan ini menegaskan bahwa Suporter PSIM Dukung Keputusan Manajemen Lepas Van Gastel bukan sekadar reaksi emosional, melainkan penilaian berbasis catatan pertandingan yang panjang.
Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto, menyampaikan pandangannya secara terbuka. Menurutnya, keputusan manajemen dapat dipahami apabila melihat rekam jejak PSIM sejak musim sebelumnya hingga laga terakhir. Ia menegaskan bahwa dukungan kelompok suporter terhadap tim akan tetap berlanjut, terlepas dari siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin skuad di pinggir lapangan.
“Dari sisi kami juga melihat performanya JP dari musim kemarin sampai laga terakhir, hampir 21 pertandingan hanya menang tiga kali. Mungkin kita juga patut bersyukur dan dengan performa yang kita belum lihat naik-naik,” ujar RM Satrio Wijayanto di Yogyakarta.
Pernyataan itu menjadi inti dari sikap Suporter PSIM Dukung Keputusan Manajemen Lepas Van Gastel. Satrio menyoroti minimnya kemenangan PSIM dalam hampir 21 pertandingan yang diamatinya, sebuah catatan yang menurutnya sulit diabaikan oleh siapa pun yang mencintai klub. Bagi Brajamusti, pergantian pelatih adalah pilihan rasional ketika tren hasil pertandingan tidak kunjung membaik.
Rekor yang Menjadi Sorotan
Catatan tiga kemenangan dari sekitar 21 laga menjadi dasar utama penilaian suporter. Angka tersebut menggambarkan betapa sulitnya PSIM meraih poin penuh dalam rentang waktu yang panjang, mencakup periode musim lalu hingga pertandingan terakhir di kompetisi baru. Berikut ringkasan persoalan yang disorot suporter:
- Rasio kemenangan yang rendah dalam hampir 21 pertandingan terakhir.
- Tren performa yang belum menunjukkan perbaikan signifikan pada awal BRI Super League 2026/2027.
- Kebutuhan mendesak akan perubahan arah permainan agar tim kembali kompetitif.
- Harapan agar pergantian pelatih menjadi titik balik bagi Laskar Mataram.
Kelompok suporter The Maident turut menyuarakan hal senada. Mereka menilai keputusan manajemen merupakan bagian dari tanggung jawab klub untuk menjaga standar kompetitif, sekaligus bentuk respons terhadap aspirasi pendukung yang menginginkan perubahan. Sikap ini memperkuat posisi bahwa Suporter PSIM Dukung Keputusan Manajemen Lepas Van Gastel sebagai langkah yang dianggap wajar dalam dinamika sepak bola profesional.
Dukungan Tetap Mengalir untuk Tim
Meski mendukung pergantian pelatih, kedua kelompok suporter menegaskan bahwa kesetiaan mereka kepada PSIM tidak akan goyah. Brajamusti dan The Maident berkomitmen untuk terus hadir di stadion, memberikan dukungan penuh, serta mengawal proses transisi yang akan dijalani tim. Bagi mereka, kritik terhadap performa dan dukungan terhadap klub adalah dua hal yang berjalan seiring.
Manajemen PSIM kini berada di bawah sorotan untuk segera menentukan pengganti Van Gastel. Sosok pelatih baru diharapkan mampu membangkitkan semangat skuad, memperbaiki pola permainan, dan mengembalikan PSIM ke jalur kemenangan. Publik Yogyakarta menanti arah baru yang lebih menjanjikan pada laga-laga berikutnya.
Dinamika ini menunjukkan bagaimana suporter modern tidak sekadar menjadi penonton, tetapi juga pengawas yang aktif menyuarakan penilaian berbasis data dan pengamatan pertandingan. Sikap Suporter PSIM Dukung Keputusan Manajemen Lepas Van Gastel menjadi cermin bahwa harapan besar terhadap klub tetap terjaga, bahkan ketika keputusan sulit harus diambil.
Sebagai penutup, keputusan manajemen PSIM Yogyakarta mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel mendapat legitimasi dari kelompok suporter yang paling dekat dengan tim. Rekor tiga kemenangan dalam hampir 21 pertandingan menjadi alasan utama, sementara dukungan terhadap klub dipastikan tidak akan surut. Kini bola berada di tangan manajemen untuk membuktikan bahwa perubahan ini benar-benar membawa PSIM ke arah yang lebih baik pada sisa kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

