Sevilla Dilanda Dua Drama: Temuan Senapan Serbu di Jalanan dan Ledakan Kemarahan Usai Dibantai Real Madrid

Foto: Istimewa

Sevilla Dilanda Dua Drama: Temuan Senapan Serbu di Jalanan dan Ledakan Kemarahan Usai Dibantai Real Madrid

Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Kota sevilla kembali menjadi sorotan dalam sepekan terakhir, bukan hanya karena persoalan sepak bola, melainkan juga insiden mengejutkan yang membuat warga Tiro de Línea, Distrito Sur, gempar. Seorang warga yang tengah berjalan bersama anjingnya menemukan sebuah kantong sampah hitam di tengah jalan permukiman, dan dari dalamnya mencuat benda yang sama sekali tak lazim berada di tempat pembuangan: sebuah senapan serbu laras panjang serta tabung yang diduga kuat merupakan peluncur granat. Penemuan ini langsung memicu spekulasi liar di media sosial, sebelum akhirnya dibantah oleh kepolisian.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 14 Oktober itu bermula ketika seseorang diduga membuang senjata tersebut dari kendaraan yang melaju. Menurut informasi awal, pelaku melempar barang itu dari sebuah mobil yang berjalan di arah terlarang, setelah kendaraan tersebut datang dari kawasan Parque Celestino Mutis. Foto temuan itu kemudian menyebar luas dan memicu rumor adanya baku tembak, klaim yang dengan tegas dibantah oleh Kepolisian Nasional. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan dan belum diketahui apakah pengemudi maupun penumpang mobil tersebut telah diidentifikasi atau ditangkap.

Tim Kepolisian Ilmiah bersama para ahli penjinak bahan peledak, Tedax, tengah menganalisis material tersebut, terutama tabung yang menyerupai peluncur granat. Penyidik ingin memastikan asal-usul senjata itu dan apakah pernah digunakan dalam tindak kejahatan sebelumnya. Senapan yang ditemukan disebut-sebut berjenis AK-47, senjata legendaris rancangan Mijaíl Kaláshnikov yang diadopsi militer Soviet pada 1949. Senapan ini bekerja dengan sistem gas, mampu menembak dalam mode semi-otomatis maupun semburan, menggunakan kaliber 7,62×39 mm dengan magasin berisi 30 butir peluru. Tanpa amunisi, bobotnya sekitar 4,3 kilogram dengan panjang sekitar 87 sentimeter, memiliki laju tembak teoretis 600 peluru per menit dan jangkauan efektif sekitar 350 meter. Adapun peluncur granat yang biasa dipasang di bawah laras, seperti tipe GP-25 asal Rusia, berkaliber 40 mm, diisi dari bagian ujung laras, dan memiliki jangkauan maksimum 400 hingga 450 meter.

Di tengah kepanikan warga, sebuah unggahan partai politik di media sosial X sempat menyebarkan hoaks bahwa senjata tersebut muncul setelah baku tembak hebat antara sebuah geng dan polisi pada dini hari. Kepolisian Nasional menegaskan tidak ada bentrokan bersenjata semacam itu di sevilla dalam beberapa hari terakhir. Yang memang terjadi adalah dua operasi berbeda di Distrito Sur. Pada satu operasi, petugas membuntuti kendaraan yang datang dari Dos Hermanas. Pada operasi lainnya, mereka mengejar sebuah van yang ditumpangi orang-orang bertopeng yang diduga tengah bersiap melakukan perampokan. Warga sempat melihat empat polisi bersenjata lengkap dengan rompi antipeluru di Jalan Almirante Topete, serta dua kendaraan taktis di pintu masuk permukiman.

Jejak awal penyelidikan mengarah pada dugaan keterkaitan dengan operasi antidoping narkoba yang dipimpin kepolisian setempat di Dos Hermanas, di mana sejumlah penggeledahan dan penangkapan telah dilakukan, beberapa di antaranya di Montequinto. Pada malam yang sama, terjadi insiden lain di kawasan tersebut. Dini hari menjelang Kamis, sebuah pengejaran terhadap van curian berakhir di Jalan Osuna dengan dua orang ditangkap dan seorang polisi terluka setelah para pelaku menabrak mobil patroli. Sang pengemudi kemudian dijebloskan ke penjara. Meski berdekatan secara waktu dan lokasi, belum ada bukti yang mengaitkan insiden itu dengan senapan yang ditemukan.

Fenomena ini bukanlah hal baru bagi dunia kriminal terorganisasi di Andalusia. Kejaksaan bahkan telah memperingatkan dalam laporannya mengenai meningkatnya militarisasi kelompok-kelompok tertentu. Masih di sevilla, pada April 2025 Kepolisian Nasional menemukan sebuah Kalashnikov berisi amunisi di sebuah rumah yang diubah menjadi bunker di kawasan Las Tres Mil Viviendas, dalam operasi terhadap lima laboratorium marihuana. Yang membuat kasus Tiro de Línea istimewa adalah karena senjata itu ditemukan tergeletak begitu saja di jalanan umum.

Sementara itu, di dunia olahraga, nama sevilla juga menjadi pusat perhatian setelah klub Sevilla FC menelan kekalahan telak 1-4 dari Real Madrid di Santiago Bernabéu. Kekalahan itu memicu kemarahan besar di tubuh klub, dengan sasaran kritik utama adalah wasit Mateo Busquets Ferrer dan gelandang Real Madrid, Arda Güler. Pada menit ke-23, Güler terlibat duel lari dengan Peque Fernández dan diduga menyikut ke belakang dengan siku. Pemain bernomor punggung sepuluh milik sevilla itu terjatuh dan sempat mendapat perawatan, namun Güler lolos tanpa kartu. Tujuh menit berselang, Güler justru mencetak gol indah pembuka keunggulan tuan rumah.

Kekecewaan kian memuncak menjelang gol kedua Kylian Mbappé, ketika kubu andalusia memprotes dugaan pelanggaran Ibrahima Konaté terhadap Robbie Ure, yang tidak ditampilkan ulang dalam siaran televisi. Di situs resmi klub, Sevilla FC melontarkan kritik tajam dengan judul tajam yang menyindir insiden siku tersebut. Pelatih Luis García Plaza pun menggelar konferensi pers yang hampir seluruhnya membahas keputusan wasit. Ia menyebut aksi Güler sebagai pelanggaran yang seharusnya berbuah kartu merah jelas, dan menegaskan bahwa keputusan itu mengubah jalannya pertandingan. Bek sayap Juan Iglesias dan kapten Kike Salas turut menyuarakan kekecewaan mereka, menyoroti pelanggaran yang mereka nilai tak direspons semestinya oleh pengadil lapangan.

Klub juga menyindir saluran penyiaran karena dinilai lebih cepat menyampaikan informasi melalui media sosial dibandingkan tayangan ulang pertandingan. Hasil tersebut membuat Real Madrid mengoleksi 21 poin di peringkat ketiga, tertinggal enam angka dari Barcelona yang memimpin dengan 27 poin, sementara Atletico Madrid berada di posisi kedua dengan 22 poin. Laga di Bernabéu sendiri tercatat sebagai salah satu pertandingan dengan penonton terbanyak di Eropa pada hari itu, dengan 73.907 penonton hadir di stadion.

Dua peristiwa yang sama-sama menyita perhatian publik ini menunjukkan wajah sevilla dari dua sisi yang berbeda: kota yang harus berhadapan dengan persoalan keamanan dan peredaran senjata ilegal, sekaligus kota dengan klub sepak bola yang terus berjuang menuntut keadilan di atas lapangan. Penyelidikan atas temuan senjata di Tiro de Línea masih berlanjut, dan pihak berwenang berkomitmen mengusut tuntas asal-usul serta pemilik senjata tersebut demi menjaga keamanan warga. Sementara di dunia olahraga, Sevilla FC diharapkan mampu bangkit dan mengalihkan energi kemarahan menjadi motivasi untuk memperbaiki performa di laga-laga berikutnya.

Tags: