Alex Scott, Gelandang Muda yang Bikin Luka Modric Terpingkal dan Siap Rebut Posisi Declan Rice di Timnas Inggris

Foto: Istimewa

Alex Scott, Gelandang Muda yang Bikin Luka Modric Terpingkal dan Siap Rebut Posisi Declan Rice di Timnas Inggris

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Nama Alex Scott mencuri perhatian dalam laga Nations League antara Inggris dan Kroasia di Stadion Rujevica. Gelandang Bournemouth berusia 23 tahun itu dipercaya tampil sebagai starter oleh pelatih Thomas Tuchel, dan ia membayar kepercayaan tersebut dengan penampilan matang yang membantu The Three Lions meraih kemenangan telak 7-0. Alex Scott tidak hanya bermain aman, tetapi juga aktif mendorong bola ke depan dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Dalam pertandingan tersebut, Alex Scott berduet dengan Elliot Anderson di lini tengah. Ia menunjukkan kualitasnya sebagai deep-lying playmaker yang tenang di bawah tekanan. Salah satu momen kunci terjadi ketika ia menerima bola, berputar menghadapi pressing pemain Kroasia, lalu melepaskan umpan akurat ke Jude Bellingham. Bellingham kemudian mengirim assist untuk gol ke-88 Harry Kane bagi Timnas Inggris. Aksi itu memperlihatkan visi dan teknik Alex Scott yang mumpuni.

Penampilan cemerlang Alex Scott ini menjadi jawaban atas keraguan yang sempat menghantuinya. Sebelas bulan lalu, ia dipanggil Tuchel untuk pertama kalinya, namun tidak dimainkan dalam laga melawan Serbia dan Albania. Saat itu, Alex Scott mengakui bahwa dirinya belum siap secara mental dan fisik. Tuchel tetap memantau perkembangannya, bahkan sempat memasukkannya ke dalam daftar persiapan Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya dicoret pada menit-menit terakhir. Kini, setelah melalui perjalanan panjang, Alex Scott akhirnya mendapat debutnya sebagai pengganti melawan Republik Ceko, dan kemudian dipercaya menjadi starter melawan Kroasia.

Keputusan Tuchel menurunkan Alex Scott di laga penting melawan Kroasia terbukti tepat. Ia tidak hanya tampil solid secara defensif, tetapi juga menjadi motor serangan. Media Inggris menyoroti bagaimana Alex Scott mampu mengimbangi intensitas permainan Kroasia yang diperkuat Luka Modric. Di usia 41 tahun, Modric masih mendapat tepuk tangan meriah dari para penggemar, tetapi ia kewalahan menghadapi kecepatan dan energi pemain muda Inggris, termasuk Alex Scott. Transisi cepat dari bertahan ke menyerang yang diperagakan Alex Scott dan rekan-rekannya membuat Kroasia kesulitan mengembangkan permainan.

Performa Alex Scott juga memunculkan wacana baru di lini tengah Inggris. Daily Mail Sport dalam analisisnya menyebut bahwa Alex Scott berpotensi menjadi pesaing serius bagi Declan Rice. Kombinasi antara kemampuan bertahan, penguasaan bola, dan visi passing yang dimiliki Alex Scott membuatnya cocok dengan gaya permainan yang ingin diterapkan Tuchel. Ia mampu menjadi jembatan antara lini belakang dan lini depan, sekaligus memberikan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kecerdasan taktik.

Dari sisi statistik, kehadiran Alex Scott meningkatkan efektivitas serangan Inggris. Gol-gol yang tercipta berasal dari berbagai skema, mulai dari serangan balik cepat hingga build-up sabar. Salah satu gol bahkan lahir dari rangkaian 27 umpan sebelum Bellingham mencetak gol. Alex Scott terlibat aktif dalam proses tersebut, menunjukkan bahwa ia bukan hanya pemain pekerja keras, tetapi juga memiliki kualitas teknis yang mumpuni. Sepatu berwarna merah muda-putih dan rambut yang diikat dengan bando biru menjadi ciri khasnya di lapangan, menambah daya tarik tersendiri bagi para penggemar.

Di level klub, Alex Scott juga menjadi incaran klub-klub besar. Chelsea dilaporkan siap mengajukan tawaran signifikan untuk gelandang Bournemouth tersebut sebagai calon pengganti Enzo Fernandez. Ketertarikan Chelsea menunjukkan bahwa Alex Scott telah diakui sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di Premier League. Jika transfer ini terwujud, langkah tersebut bisa menjadi batu loncatan bagi kariernya, sekaligus memperkuat posisinya di Timnas Inggris.

Meski demikian, perjalanan Alex Scott masih panjang. Ia perlu menjaga konsistensi dan terus berkembang agar dapat bertahan di level tertinggi. Persaingan di lini tengah Inggris sangat ketat, dengan nama-nama seperti Declan Rice, Jude Bellingham, dan Elliot Anderson yang juga tampil impresif. Namun, dengan etos kerja dan bakat yang dimilikinya, Alex Scott berpeluang besar menjadi pilar penting The Three Lions di masa depan.

Kesimpulannya, penampilan Alex Scott melawan Kroasia menandai awal karier internasionalnya yang sesungguhnya. Ia membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan, bahkan mampu menjadi alternatif utama di lini tengah Inggris. Jika terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin Alex Scott akan menjadi nama yang selalu disebut dalam starting eleven Tuchel, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik generasi barunya.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Liputan6.com, Daily Mail Sport, dan media olahraga internasional lainnya.