Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Tim nasional Kroasia menelan kekalahan telak 0-7 dari Inggris pada laga lanjutan UEFA Nations League di Rijeka, Sabtu (3/10/2026). Hasil buruk tersebut tercatat sebagai kekalahan dengan selisih gol terbesar sepanjang sejarah Kroasia sejak merdeka pada 1991. Kekalahan Kroasia tumbang 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Slaven Bilic.
Inggris tampil amat mendominasi sepanjang laga. Dua gol Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing menjadi pembuka dan penutup pesta gol The Three Lions. Tiga gol tambahan skuad Inggris dicetak oleh Anthony Gordon, Jude Bellingham, serta Morgan Rogers. Dominasi Inggris terlihat sejak menit awal, dengan pressing tinggi yang membuat lini belakang Kroasia kesulitan mengembangkan permainan.
Kekalahan beruntun ini memperburuk tren internasional tim asuhan Slaven Bilic. Skuad Kroasia kini sudah kebobolan total 12 gol dari tiga laga, setelah pada pertandingan sebelumnya dilibas Spanyol 1-4. Rincian kebobolan Kroasia dalam tiga laga terakhir:
- vs Spanyol: kalah 1-4 (kebobolan 4 gol)
- vs Inggris: kalah 0-7 (kebobolan 7 gol)
- Laga lainnya: kebobolan 1 gol
Hasil di Rijeka ini berbanding terbalik dari momen manis Kroasia saat mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018. Saat itu, Kroasia menang 2-1 lewat gol Mario Mandzukic, meski Luka Modric tetap dimainkan sejak menit awal pada laga kali ini. Kini, Kroasia tumbang 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League dan menjadi sorotan dunia sepak bola.
Kekalahan Kroasia tumbang 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League juga menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan Slaven Bilic sebagai pelatih. Publik Kroasia menuntut evaluasi menyeluruh, terutama lini pertahanan yang tampak rapuh. Beberapa pengamat menilai transisi pemain muda tidak berjalan mulus, sementara pemain senior seperti Modric kesulitan mengangkat performa tim.
Inggris sendiri menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim terkuat di Eropa. Dengan kemenangan ini, Inggris memperkokoh posisi di puncak klasemen grup UEFA Nations League. Kane dan Saka menjadi motor serangan, sementara Bellingham mengontrol lini tengah dengan apik. Kombinasi pemain muda dan senior membuat Inggris tampil solid di setiap lini.
Bagi Kroasia, kekalahan Kroasia tumbang 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League menjadi pukulan moral yang berat. Tim berjuluk Vatreni itu harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di kompetisi internasional. Laga-laga berikutnya akan menjadi ujian mental dan taktik bagi Bilic dan anak asuhnya.
Dalam konteks sejarah, kekalahan ini melampaui rekor buruk Kroasia sebelumnya. Sejak merdeka pada 1991, Kroasia belum pernah kalah dengan selisih tujuh gol. Rekor ini tentu menjadi catatan hitam yang sulit dilupakan, terutama karena terjadi di kandang sendiri, di Stadion Rujevica, Rijeka.
Analisis pertandingan menunjukkan Kroasia kalah dalam duel udara, kecepatan, dan efektivitas serangan. Inggris melepaskan lebih dari 20 tembakan, sementara Kroasia hanya mampu menciptakan beberapa peluang. Kiper Kroasia harus bekerja keras memungut bola dari gawangnya tujuh kali, sebuah angka yang jarang terjadi di level internasional.
Kesimpulannya, kekalahan Kroasia tumbang 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League menjadi momen kelam bagi sepak bola Kroasia. Hasil ini menuntut pembenahan menyeluruh, mulai dari strategi, mentalitas, hingga regenerasi pemain. Inggris di sisi lain membuktikan diri sebagai kekuatan utama, sementara Kroasia harus berjuang keras untuk memulihkan reputasinya di kancah sepak bola Eropa.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

