BBM Langka di Bali Bikin Ritel Kelimpungan, Penjualan Anjlok 10 Persen dan Warga Antre Berjam-jam
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Fenomena BBM langka di Bali yang berlangsung hampir sepekan telah menimbulkan dampak berantai yang luas, mulai dari terhambatnya distribusi barang ke gerai ritel hingga turunnya penjualan hingga 10 persen. Kelangkaan bahan bakar ini tidak hanya menyulitkan masyarakat umum, tetapi juga mengguncang roda perekonomian Pulau Dewata yang selama ini bergantung pada kelancaran arus logistik dan mobilitas warga.
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, Asinaga Budiman, mengungkapkan bahwa kondisi pasokan bahan bakar menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu rantai distribusi barang kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Bali. Berdasarkan pemantauan dan laporan pelaku usaha, penurunan penjualan mencapai 10 persen, sementara trafik kunjungan pelanggan ke gerai ritel turun sekitar 9 hingga 10 persen.
“Kelancaran distribusi dari pemasok dan distributor merupakan faktor penting untuk menjaga ketersediaan produk di tingkat gerai. Ketika distribusi terganggu, pasokan barang ke gerai berpotensi ikut terhambat,” ujar Asinaga di Denpasar, Senin (19/10).
Aprindo Bali bahkan menerima informasi mengenai hambatan pasokan sejumlah produk dari distributor besar, termasuk Indomarco dan Unilever. Jika kondisi ini berlangsung berkepanjangan, pilihan produk yang tersedia bagi konsumen akan semakin terbatas dan berpotensi memicu tekanan terhadap stabilitas harga.
Pemicu Kelangkaan: Kapal dari Jawa Terlambat Masuk
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa masalah pasokan BBM di Bali dipicu oleh keterlambatan kapal penyuplai BBM dari Jawa. “Problemnya adalah memang kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai. Tapi sekarang sudah bisa terurai,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi langsung di Bali bersama jajaran Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI, hingga direksi PT Pertamina (Persero). Hasilnya, cadangan BBM di Bali kini dinaikkan menjadi 11 sampai 12 hari. Pemerintah menargetkan dalam sepekan ke depan ketahanan stok dapat menyamai standar nasional sekitar 15 hari.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, sebelumnya menyebutkan bahwa kendala teknis proses bongkar muat kapal tanker pengangkut BBM menjadi penyebab utama terganggunya pasokan. Pertamina Patra Niaga pun menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM bermuatan 26.200 kiloliter untuk memperkuat pasokan.
WFH hingga Sekolah Online
Dampak BBM langka di Bali juga memaksa Pemerintah Provinsi Bali mengambil kebijakan luar biasa. Gubernur Bali Wayan Koster memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) serta pembelajaran daring bagi instansi vertikal, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD pada 15–17 Oktober 2026.
“Atas kesepakatan dengan Dirut Pertamina siang hari ini, maka Gubernur Bali memberlakukan kebijakan WFH pada tanggal 15–17 Oktober 2026,” kata Koster. Kebijakan ini diambil untuk mendukung kelancaran distribusi BBM serta mengurangi kepadatan antrean di SPBU.
Bagi para pengemudi ojek online, kelangkaan BBM langka di Bali ini benar-benar memukul penghasilan mereka. Waktu yang biasanya digunakan menerima pesanan kini tersita untuk mengantre di SPBU. Tak sedikit driver yang terpaksa menonaktifkan aplikasi karena bahan bakar belum mencukupi, sehingga warga kesulitan mencari driver untuk antar-jemput maupun pesan makanan.
Influencer Laura Siburian turut membagikan pengalamannya saat terjebak dalam BBM langka di Bali. Ia mengaku harus mendatangi SPBU sekitar pukul 04.00 WITA, namun baru bisa mendapatkan BBM empat jam kemudian. “Kondisi Bali saat ini chaos, amburadul. Sudah lihat video orang jotos-jotosan demi mendapatkan bensin?” tuturnya.
Langkah Penanganan dan Pemulihan
Pemerintah bersama Pertamina mempercepat distribusi, mengoperasikan SPBU selama 24 jam, serta memberlakukan sistem ganjil-genap dan pembatasan pembelian BBM. Aprindo Bali pun meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM, khususnya untuk mendukung aktivitas logistik barang kebutuhan pokok.
Di tengah situasi sulit, kearifan lokal masyarakat Bali tetap terlihat. Seorang pria di Bali membagikan tuak gratis kepada para pemotor yang mengantre di SPBU. Aksi spontan tersebut berhasil mencairkan suasana lelah para pengendara dan mencerminkan nilai budaya paras paros, semangat kebersamaan masyarakat Bali.
Secara keseluruhan, persoalan BBM langka di Bali menjadi pengingat pentingnya ketahanan energi dan koordinasi lintas sektor. Dengan percepatan pasokan, penambahan cadangan, serta penguatan koordinasi antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha, diharapkan rantai distribusi barang dapat segera pulih. Pelaku ritel berharap stabilitas harga dan ketersediaan barang tetap terjaga agar dampak kelangkaan tidak semakin menekan konsumen maupun dunia usaha di Pulau Dewata.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Balipost, Detikcom, Suara.com, Uzone.id, Okezone
