Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Klub ambisius asal Lombardia, como 1907, bersiap menjamu Manchester United dalam laga lanjutan Liga Champions UEFA yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi tim asuhan Cesc Fàbregas, yang kini berdiri sejajar dengan raksasa Eropa setelah perjalanan panjang sejak menghadapi klub kecil Renate pada 2020 silam.
Como 1907 datang dengan kepercayaan diri tinggi usai kemenangan meyakinkan 3-1 atas Fiorentina di Serie A pada Minggu, 18 Oktober. Gol Mattia Liberali pada menit ke-31 dan Nico Paz pada menit ke-35 membawa tim tamu mengendalikan pertandingan, sebelum Anastasios Douvikas memastikan tiga poin di babak kedua. Tren positif ini menjadi modal berharga bagi Como 1907 yang sebelumnya juga tampil impresif dengan menumbangkan RB Leipzig 4-1 di kandang pada laga pembuka Liga Champions.
Sebaliknya, Manchester United melangkah ke Italia utara dengan kondisi kurang menguntungkan. Pasukan Michael Carrick belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Setelah kalah 2-0 dari Atlético Madrid pada laga kedua Liga Champions, Setan Merah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan rival sekota Leeds United di Elland Road, dengan gol Bryan Mbeumo pada menit ke-35 menjadi satu-satunya torehan mereka.
Kekuatan Lini Tengah Como 1907
Kunci permainan Como 1907 terletak pada kreativitas lini tengah yang digerakkan oleh Nico Paz, Maxence Caqueret, dan Mattia Liberali. Paz, pemain timnas Argentina, tampil gemilang melawan Fiorentina dengan catatan satu gol, satu assist, dan nilai pertandingan 8,2. Kemampuannya membawa bola maju dan mengirim umpan terobosan di ruang sempit menjadi ancaman langsung bagi duet gelandang United, Carlos Baleba dan Youri Tielemans.
Identitas permainan Como 1907 dikenal cepat dan dinamis, dengan pertukaran posisi yang konstan. Bek kiri Alex Valle kerap menjelma menjadi gelandang serang, sementara bek Jacobo Ramon berani naik mendekati kotak penalti ketika dibutuhkan. Musim ini, Fàbregas menambahkan dimensi baru dengan kemampuan bertahan rendah, terbukti saat mengalahkan Napoli 2-1 dengan blok rendah di babak kedua—sebuah adaptasi yang membuat Como 1907 semakin sulit ditaklukkan.
Tekanan bagi Manchester United
Bagi Manchester United, laga ini menjadi ujian berat sekaligus peluang bangkit. Kapten Bruno Fernandes tetap menjadi motor serangan, didukung Bryan Mbeumo dan Amad Diallo di sektor sayap. Namun, kritik soal permainan satu dimensi yang dialamatkan kepada tim Carrick harus segera dijawab dengan kontrol permainan di lini tengah agar Como 1907 tidak mendikte tempo pertandingan.
Menariknya, Como 1907 relatif tidak memiliki bintang besar selain Nico Paz, tetapi mereka diperkuat pemain-pemain yang dirancang khusus sesuai identitas taktik klub. Jacobo Ramon, misalnya, kini dianggap salah satu bek terbaik Serie A pada usia 21 tahun, dengan Trevoh Chalobah tampil impresif mendampinginya di lini belakang.
Catatan Statistik dan Jadwal
Berikut sejumlah fakta penting menjelang duel ini:
- Laga digelar Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 16.45 GMT (23.45 WIB) di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como.
- Como 1907 memiliki rekor kandang impresif: 32 kemenangan dari 40 pertandingan di Giuseppe Sinigaglia.
- Manchester United tanpa kemenangan dalam enam laga terakhir di semua kompetisi.
- Como 1907 menang 4-1 atas RB Leipzig pada laga pertama Liga Champions.
Duel ini juga menjadi cermin perjalanan Como 1907, dari klub kecil yang bermain melawan Renate pada 2020 hingga kini menjamu tamu dari Old Trafford. Bagi publik sepak bola Italia, kehadiran Como 1907 di kompetisi elit Eropa menjadi bukti bahwa proyek jangka panjang yang dibangun klub ini mulai menuai hasil.
Di sisi lain, Manchester United wajib waspada terhadap atmosfer Giuseppe Sinigaglia yang diprediksi bergelora. Tekanan publik tuan rumah, ditambah momentum positif Como 1907, menjadikan laga ini sebagai salah satu ujian tersulit bagi Carrick dan anak-anak asuhnya musim ini.
Secara keseluruhan, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Bagi Como 1907, ini adalah panggung untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi Eropa. Bagi Manchester United, ini adalah kesempatan emas untuk mengakhiri paceklik kemenangan dan mengembalikan kepercayaan diri tim. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang di Giuseppe Sinigaglia? Jawabannya akan terungkap pada Rabu malam nanti, dan sepak bola Eropa akan menyaksikan apakah kejutan besar kembali tercipta di tangan Como 1907.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: UEFA Champions League, TyC Sports, Goal.com, United In Focus

