Hasil MU di Ambang Krisis: Carrick Tetap Dipertahankan, Brighton Angkat Bicara soal Hurzeler
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Hasil MU kembali menjadi sorotan publik sepak bola Tanah Air setelah Manchester United hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Stadion Elland Road, Minggu (18/10/2026). Hasil mu tersebut memperpanjang catatan buruk Setan Merah yang baru mengoleksi satu kemenangan dari tujuh laga Liga Primer Inggris musim ini, sekaligus menahan mereka di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan raihan tujuh poin.
Dalam laga yang berlangsung sengit itu, MU sempat unggul lebih dulu lewat gol Bryan Mbeumo pada menit ke-35. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Dominic Calvert-Lewin menyamakan kedudukan pada babak kedua. Hasil mu ini pun membuat Bruno Fernandes dan kawan-kawan gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan rincian tiga imbang dan tiga kekalahan.
Carrick Akui Kepercayaan Diri Pemain Menurun
Pelatih Michael Carrick tidak menampik bahwa timnya masih menyimpan sejumlah kelemahan. Ia menilai kondisi mental para pemain turut memengaruhi performa di lapangan. “Para pemain siap untuk laga semacam ini, memang tidak sempurna. Kami punya periode saat kami tampil bagus, tapi kepercayaan diri para pemain memang tidak setinggi itu dan itu bisa terlihat,” ujarnya usai pertandingan.
Meski demikian, Carrick mengaku merasakan penyegaran setelah hasil mu melawan Leeds. Ia menilai ada momentum positif yang bisa dibangun dari laga tersebut. “Rasanya seperti sedikit kesegaran bermula hari ini, jujur saja, dengan tempat di mana kami berada menerima hasil ini dan melakukan sesuatu terhadapnya. Saya tidak menerimanya seakan-akan semuanya baik. Saya realistis dengan itu,” kata Carrick.
Carrick juga melontarkan pujian kepada Bryan Mbeumo, penyerang asal Kamerun berusia 27 tahun yang diboyong dari Brentford pada 2025. Menurutnya, Mbeumo banyak berkorban untuk tim dan menjadi penyelamat di laga kontra Leeds.
Manajemen MU Pilih Bersabar
Di tengah tekanan yang semakin besar, manajemen Manchester United yang berada di bawah kendali INEOS disebut belum berencana memecat Carrick. Hasil mu melawan Leeds justru dinilai memperkuat posisi sang pelatih karena penampilan para pemain menunjukkan dukungan nyata terhadapnya.
Koresponden utama Manchester United dari Manchester Evening News, Tyrone Marshall, menilai Carrick tidak akan mengalami nasib serupa seperti Ruben Amorim, yang dipecat pada Januari setelah timnya juga bermain imbang 1-1 di Elland Road. “Tidak mungkin nasib yang sama menimpa Michael Carrick, meski ada kemiripan yang terasa begitu jelas. Ini adalah penampilan yang menunjukkan bahwa para pemain mendukung pelatih kepala mereka,” tulisnya.
Maguire Tetap Optimistis
Di tengah situasi sulit, bek tengah Harry Maguire tetap tenang dan yakin Manchester United akan kembali ke papan atas Liga Inggris. “Kami akan kembali ke papan atas. Saya yakin tim ini mampu melakukannya,” tegas Maguire.
Saat ini MU berjarak 14 poin dari Manchester City di puncak klasemen dan enam poin dari Chelsea di posisi keempat. Mereka hanya unggul dua poin dari Nottingham di peringkat ke-18 yang merupakan zona degradasi, sehingga hasil mu berikutnya akan sangat menentukan arah musim ini.
MU Kepincut Fabian Hurzeler, Brighton Beri Respons
Di sisi lain, masa depan Carrick masih menjadi spekulasi. Manchester United dikabarkan tertarik merekrut pelatih Brighton and Hove Albion, Fabian Hurzeler, sebagai calon pengganti. Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox, disebut sebagai salah satu sosok yang mengagumi pelatih asal Jerman berusia 33 tahun tersebut.
Menariknya, Brighton tidak khawatir kehilangan Hurzeler. Klub berjuluk The Seagulls itu bahkan belum menerima kontak dari klub lain terkait kemungkinan merekrut sang pelatih, yang masih terikat kontrak hingga musim panas 2029. Brighton juga tidak terkejut dengan munculnya ketertarikan tersebut dan belum melihat alasan untuk mengkhawatirkan kepergian Hurzeler dalam waktu dekat.
Performa Brighton pada awal musim turut membuat Hurzeler mendapat perhatian. Timnya menjadi klub dengan produktivitas gol tertinggi di liga setelah mencetak 23 gol, sekaligus mencatat pertahanan terbaik dengan hanya lima kali kebobolan.
Dengan segala dinamika yang ada, hasil mu ke depan akan menjadi penentu apakah manajemen tetap mempertahankan Carrick atau mulai melirik opsi lain seperti Hurzeler. Tekanan jelas masih membayangi, namun dukungan internal dan optimisme para pemain menjadi modal penting bagi Setan Merah untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di papan atas Liga Primer Inggris.
