Foto: Istimewa

Sidak DKP3 Banjarbaru, Wali Kota Lisa Halaby: Ketersedian “Piring Makan” Harus Terjaga

Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | Wali Kota Lisa Halaby Ketersedian Piring Makan Harus Terjaga menjadi pesan utama yang disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Rabu (30/9/2026) siang. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat Kota Banjarbaru tetap memiliki akses yang mudah terhadap kebutuhan pangan pokok sehari-hari.

Dalam sidak itu, Wali Kota Lisa Halaby mengecek langsung aktivitas dan kehadiran pejabat di lingkungan DKP3 Banjarbaru. Ia menanyakan keberadaan sejumlah kepala bidang (Kabid) untuk memastikan pejabat yang tidak berada di kantor sedang menjalankan perjalanan dinas maupun tugas kedinasan lainnya. Pengecekan ini penting agar pelaksanaan tugas di lingkungan DKP3 berjalan baik, terutama program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Memastikan Layanan Pangan Tetap Mudah Diakses

Setelah mengecek kehadiran pejabat, Wali Kota Lisa Halaby menyinggahi Kios Pangan DKP3 Banjarbaru. Di kios pangan tersebut, ia melihat langsung kondisi akses menuju kios untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan layanan maupun kebutuhan pangan. Kios Pangan DKP3 Banjarbaru merupakan bagian dari jaringan kios pangan sekaligus pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Banjarbaru.

Keberadaan kios pangan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Wali Kota juga mengecek komoditas pangan yang tersedia, salah satunya beras lokal produksi Bangkal, Kecamatan Cempaka. Harga sejumlah kebutuhan pokok turut ditanyakan secara langsung, termasuk harga telur.

Langkah Wali Kota Lisa Halaby Ketersedian Piring Makan Harus Terjaga ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya hadir saat ada keluhan, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar. Pengecekan harga dan stok di tingkat kios menjadi indikator penting untuk mendeteksi dini potensi gejolak harga pangan di pasar.

Peran DKP3 Lebih Luas dari Sekadar Menyalurkan Bantuan

Wali Kota menegaskan bahwa tugas DKP3 Banjarbaru lebih luas, bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi ikut memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pangannya. “DKP3 tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi turut menjaga piring makan masyarakat,” tegasnya.

Pesan Wali Kota Lisa Halaby Ketersedian Piring Makan Harus Terjaga menjadi penekanan bagi jajaran DKP3 Banjarbaru agar bekerja tidak hanya dari balik meja. Program pangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan memberi ruang bagi potensi pertanian lokal untuk berkembang.

Langkah Strategis Menjaga Ketahanan Pangan Daerah

Beberapa langkah strategis yang dapat memperkuat pesan Wali Kota Lisa Halaby Ketersedian Piring Makan Harus Terjaga antara lain:

  • Memastikan stok komoditas pokok seperti beras, telur, dan sayuran tetap tersedia di kios pangan dan pasar tradisional.
  • Menggelar Gerakan Pangan Murah secara berkala di kecamatan-kecamatan untuk menekan lonjakan harga.
  • Membuka akses pemasaran bagi hasil pertanian lokal, termasuk beras Bangkal dari Kecamatan Cempaka.
  • Melakukan pemantauan harga harian agar pemerintah dapat bergerak cepat ketika terjadi gejolak.
  • Memperkuat koordinasi antara DKP3, petani, pedagang, dan masyarakat sebagai konsumen.

Dengan langkah tersebut, kebijakan pangan tidak berhenti pada seremonial, melainkan menyentuh persoalan riil di lapangan. Masyarakat memperoleh kemudahan akses, sementara petani lokal mendapatkan kepastian pasar atas hasil produksinya.

Dampak bagi Masyarakat dan Petani Lokal

Bagi masyarakat, kehadiran kios pangan dan Gerakan Pangan Murah membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama ketika harga pangan cenderung naik. Bagi petani, kebijakan yang memberi ruang pemasaran berarti hasil panen tidak hanya dinikmati tengkulak, tetapi juga memiliki nilai tambah.

Wali Kota Lisa Halaby Ketersedian Piring Makan Harus Terjaga juga menyiratkan bahwa ketahanan pangan adalah persoalan lintas sektor. Tidak cukup hanya memastikan pasokan, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan produksi petani. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci.

Melalui sidak ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat. Pengawasan terhadap kinerja dinas, pengecekan harga, hingga perhatian pada petani lokal menjadi satu paket kebijakan yang saling terkait.

Ke depan, tantangan menjaga “piring makan” masyarakat akan semakin kompleks seiring dinamika ekonomi dan perubahan iklim. Karena itu, pengawasan berkala, transparansi harga, dan dukungan bagi produksi lokal perlu terus dijaga agar ketahanan pangan Kota Banjarbaru tetap kokoh.

Penulis: kk
Editor: bie
Sumber Berita: Kanal Kalimantan