Dortmund di Titik Kritis: Perjalanan 11.300 Kilometer dan Tekanan Besar di Baku
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Borussia Dortmund kembali dihadapkan pada ujian berat di ajang Liga Champions. Setelah menempuh perjalanan jauh ke Lingkar Arktik di Norwegia, klub berjuluk Die Schwarzgelben itu kini harus terbang ke Azerbaijan untuk menghadapi Sabah FK di Baku Olympic Stadium, Selasa (20/10) pukul 18.45 waktu setempat. Laga ini menjadi krusial bagi Dortmund yang tengah berjuang mengamankan posisi di zona aman klasemen fase liga. Kekalahan 0-1 dari FK Bodo/Glimt pekan lalu membuat anak asuh Niko Kovac berada dalam tekanan untuk segera meraih kemenangan.
Perjalanan ini bukan perkara mudah. Dalam rentang tujuh hari, Dortmund harus menempuh sekitar 11.300 kilometer, mencakup lawatan ke Norwegia, lanjutan laga Bundesliga melawan Union Berlin yang berakhir imbang 0-0, dan kini Azerbaijan. Rangkaian tersebut menjadi salah satu jadwal terpadat dan paling melelahkan bagi skuad asal Jerman itu musim ini. Kondisi fisik pemain tentu menjadi perhatian utama, terlebih Dortmund belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan kompetitif terakhir.
Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor penyerangan. Gelandang kreatif asal Yunani, Konstantinos Karetsas, dipastikan absen karena cedera ligamen pada kakinya. Kehilangan Karetsas jelas mengurangi daya gedor dan kreativitas lini tengah Dortmund. Pelatih Niko Kovac dituntut mencari formula baru agar serangan tetap tajam menghadapi tim tuan rumah yang sedang bersemangat setelah menorehkan sejarah.
Di sisi lain, Sabah FK bukan lawan yang bisa diremehkan. Klub Azerbaijan tersebut baru saja mencatat kemenangan pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di Liga Champions dengan mengalahkan Slavia Praha 2-0 pada matchday kedua. Penyerang keturunan Jerman-Rwanda, Joy-Lance Mickels, menjadi pencetak gol penutup dalam laga bersejarah itu. Kini Sabah menempati posisi ke-22 klasemen dengan koleksi tiga poin, sementara Dortmund berada di peringkat ke-18 dengan jumlah poin yang sama. Artinya, kemenangan di Baku akan sangat menentukan masa depan kedua tim di kompetisi elite Eropa ini.
Secara statistik, kedua tim menunjukkan catatan yang relatif seimbang. Sabah telah mencetak dua gol dan kebobolan empat dalam dua laga, dengan satu kemenangan dan satu kekalahan. Adapun Dortmund mencatat tiga gol dan tiga kebobolan, juga dengan satu kemenangan dan satu kekalahan. Namun, catatan tandang menjadi sorotan: Die Schwarzgelben belum meraih kemenangan di laga away sejauh ini, sementara Sabah tampil solid di hadapan pendukung sendiri.
Duel ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Niko Kovac. Pelatih berkepala dingin itu dituntut mampu menjaga mentalitas skuad setelah rangkaian hasil kurang memuaskan. Rotasi pemain kemungkinan besar dilakukan mengingat padatnya jadwal dan jarak tempuh yang luar biasa. Lini belakang yang dikawal Nico Schlotterbeck pun perlu tampil disiplin menghadapi serangan balik cepat tuan rumah.
Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, laga Sabah melawan Dortmund dapat disaksikan melalui platform streaming resmi yang memegang hak siar Liga Champions di wilayah masing-masing. Kick-off dijadwalkan pukul 18.45 waktu Eropa Tengah, atau sekitar tengah malam waktu Indonesia Barat.
Menarik untuk dicermati bagaimana strategi Dortmund mengatasi kelelahan perjalanan sekaligus menutup celah akibat absennya Karetsas. Sabah, dengan modal kemenangan bersejarah atas Slavia Praha, tentu berambisi menambah koleksi poin di kandang sendiri. Pertarungan di Baku Olympic Stadium diprediksi berlangsung sengit dan terbuka.
Terlepas dari hasil akhir, laga ini menjadi cermin betapa kompetitifnya format baru Liga Champions. Setiap poin sangat berharga, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar pada peluang lolos ke babak berikutnya. Bagi Dortmund, tiga poin di Azerbaijan bukan hanya soal gengsi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga asa di kompetisi paling bergengsi di Eropa. Sementara itu, Sabah memiliki peluang emas untuk menorehkan cerita dongeng dengan menumbangkan raksasa Jerman di hadapan publik sendiri.
Dengan segala dinamika yang ada, pertandingan ini layak dinantikan. Akankah Dortmund bangkit dari tekanan, atau justru Sabah yang melanjutkan kejutan mereka di pentas Eropa? Jawabannya akan terungkap di atas lapangan hijau Baku Olympic Stadium.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: dpa/SZ.de, t-online, La Vanguardia, Mashable
