Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Penjaga gawang Matvey Safonov menjadi sorotan utama menjelang duel akbar Paris Saint-Germain melawan Barcelona pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027 di Parc des Princes, Rabu (21/10) dini hari WIB. Kiper asal Rusia itu tampil gemilang saat PSG menaklukkan Strasbourg 3-1 akhir pekan lalu, di mana ia terpilih sebagai pemain terbaik usai melakukan tujuh penyelamatan krusial. Performa apik Matvey Safonov tersebut menjadi modal berharga bagi Les Parisiens untuk menghadapi tim yang sedang dalam rekor 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Pertemuan ini diprediksi berjalan sengit. Kedua tim sama-sama mengoleksi enam poin dari dua laga awal fase liga, dengan PSG memimpin klasemen berkat keunggulan produktivitas gol. PSG menjadi tim tersubur dengan 10 gol, sementara Barcelona mencatat rekor lebih mentereng: 11 kemenangan dari 11 pertandingan dengan torehan 48 gol. Lamine Yamal menjadi bintang Blaugrana dengan sembilan gol dan 10 assist, sementara Raphinha sudah pulih dari cedera otot dan siap kembali menjadi starter.
Namun, kehadiran Matvey Safonov di bawah mistar gawang memberikan rasa aman tersendiri bagi lini belakang PSG. Dalam kemenangan comeback atas Strasbourg, kiper berusia 27 tahun itu beberapa kali menggagalkan peluang emas tuan rumah, termasuk tembakan terarah dari Giovanni Reyna dan Dro Fernandez. Aksi-aksi penyelamatan Matvey Safonov itulah yang menjaga asa PSG untuk bangkit di babak kedua, sebelum Illia Zabarnyi, Ousmane Dembele, dan Desire Doue memastikan kemenangan 3-1.
Pelatih Luis Enrique diyakini akan menurunkan kekuatan terbaiknya. Hanya Senny Mayulu yang mengalami cedera, sehingga Matvey Safonov dipastikan tampil sejak menit pertama. Di kubu Barcelona, Hansi Flick kehilangan Jules Kounde, Andreas Christensen, dan Roony Bardghji. Meski demikian, Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantai Real Betis 5-2. Flick bahkan menyebut Yamal sebagai pemain terbaik dunia saat ini.
Rekor pertemuan kedua tim berimbang: 16 duel dengan enam kemenangan untuk masing-masing tim dan empat hasil imbang. Musim lalu PSG menang 2-1 di Spanyol, sementara Barcelona masih menyimpan memori remontada bersejarah pada Maret 2017. Wasit Inggris Michael Oliver ditunjuk UEFA untuk memimpin laga ini. Menariknya, Luis Enrique sempat melontarkan gurauan tentang Pedri yang disebutnya seperti Harry Potter. “Saya harap ia tidak membawa tongkat sihirnya besok,” ujarnya.
Bagi PSG, kiprah Matvey Safonov akan menjadi kunci. Barcelona dikenal memiliki lini serang tajam, tetapi pertahanan mereka belum sepenuhnya sepadan dengan kekuatan serangan. Jika Matvey Safonov mampu tampil konsisten seperti saat melawan Strasbourg, bukan tidak mungkin ia menjadi tembok terakhir yang menghalau badai serangan Barcelona. Pertandingan ini akan disiarkan langsung di SCTV dan dapat disaksikan melalui link streaming resmi.
Dengan kualitas kedua tim, laga ini layak disebut sebagai duel puncak fase liga. PSG ingin membuktikan status juara bertahan dua edisi beruntun, sementara Barcelona ingin melanjutkan rekor sempurna. Siapa pun yang menang akan mengambil alih puncak klasemen. Namun, satu hal yang pasti: sorotan akan tertuju pada Matvey Safonov, penjaga gawang yang siap menjadi pahlawan di bawah mistar.

