Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Laga seru tersaji di Kooi Stadion pada pekan kesembilan Eredivisie ketika tuan rumah Cambuur menjamu az alkmaar dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Hasil ini menjadi pukulan bagi tim tamu yang gagal memanfaatkan momentum untuk menempel ketat sang pemuncak klasemen, Feyenoord, dan harus puas bertahan di posisi kedua dengan selisih tiga poin. Sementara itu, satu poin yang diraih Cambuur membawa mereka ke peringkat ke-13 klasemen sementara.
Pertandingan dibuka dengan kejutan manis bagi tuan rumah. Baru tujuh menit laga berjalan, Nicolas Binder berhasil membobol gawang az alkmaar dan membawa Cambuur unggul 1-0. Gol cepat ini langsung menciptakan tekanan besar bagi tim tamu yang datang dengan status favorit. Situasi semakin sulit ketika gelandang az alkmaar, Lewis Schouten, harus menerima kartu kuning pada menit ke-10 akibat pelanggaran. Hingga menit-menit awal, tim tamu bahkan belum menciptakan satu pun tembakan ke arah gawang.
Namun, anak asuh Lee-Roy Echteld tidak tinggal diam. Pada menit ke-26, berkat umpan matang dari Peer Koopmeiners, Ro-Zangelo Daal melepaskan tembakan akurat yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut seolah mengembalikan kepercayaan diri az alkmaar untuk menguasai jalannya pertandingan. Akan tetapi, Cambuur kembali menunjukkan ketajamannya menjelang akhir babak pertama. Memanfaatkan assist dari Billy van Duijl, Ilyes Hamache menaklukkan kiper lawan pada menit ke-39 dan membawa tuan rumah kembali memimpin 2-1 hingga turun minum.
Babak kedua berjalan dengan dinamika yang tak kalah menegangkan. Pada menit ke-53, Cambuur harus bermain dengan sepuluh orang setelah Devid Eugene Bouah diganjar kartu merah langsung. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, az alkmaar meningkatkan intensitas serangan dan menguasai sekitar 56 persen penguasaan bola. Pelatih Cambuur, Johan Plat, kemudian melakukan rotasi dengan memasukkan Rik Mulders menggantikan Jason Ceka pada menit ke-57 demi memperkuat lini pertahanan.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil bagi tim tamu. Wasit Stan Teuben menunjuk titik putih setelah tinju kiper Cambuur, Thijs Jansen, mengenai kepala Mees de Wit dalam duel udara. Mexx Meerdink yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang ditiup, memaksa kedua tim berbagi satu poin.
Keputusan wasit menjadi sorotan utama seusai laga. Johan Plat melontarkan kritik keras terhadap inkonsistensi pengadilan pertandingan. Ia menilai kartu merah yang diterima Bouah tidak adil karena Meerdink dianggap sama bersalahnya dalam duel tersebut. Lebih jauh, Plat menyoroti keputusan penalti yang menurutnya terlalu ringan dibandingkan insiden serupa yang menimpa striker Cambuur, Binder, di Sittard, yang justru tidak berbuah penalti. “Saya merasa dipermainkan dan benar-benar sudah muak dengan ketidakkonsistenan ini,” tegasnya dengan nada kecewa.
Di kubu az alkmaar, hasil imbang ini menambah catatan kurang memuaskan. Sepekan sebelumnya, mereka juga kehilangan peluang mendekati puncak klasemen setelah kalah 2-0 dari Feyenoord dalam laga langsung. Efektivitas lini depan menjadi pekerjaan rumah tersendiri, mengingat tim hanya mencetak empat gol dalam lima pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.
Di sisi lain, bek asal Meksiko, Mateo Chavez, kembali tampil sebagai starter dan bermain selama 63 menit. Konsistensinya musim ini terbilang impresif dengan total 889 menit bermain di lintas kompetisi, menjadikannya pemain Meksiko dengan waktu bermain terbanyak di sepak bola Eropa sejauh musim ini. Ia telah tampil dalam 12 pertandingan yang dilakoni az alkmaar di Liga, Piala Super, dan Liga Europa.
Selanjutnya, az alkmaar dijadwalkan menjamu Sturm Graz dalam laga lanjutan kompetisi Eropa pada 10 Desember 2026 di AFAS Stadion. Laga ini menjadi kesempatan penting bagi tim untuk bangkit dan membuktikan kualitas mereka di pentas internasional.
Secara keseluruhan, duel Cambuur melawan az alkmaar menyajikan drama lengkap: gol cepat, kartu merah, penalti kontroversial, hingga kritik tajam seorang pelatih. Bagi Cambuur, hasil ini menjadi modal berharga dalam upaya menjauh dari zona bawah klasemen. Adapun bagi az alkmaar, tambahan satu poin belum cukup untuk mengejar Feyenoord, sekaligus menjadi pengingat bahwa konsistensi dan ketenangan di momen krusial masih perlu dibenahi jika ingin bersaing di jalur juara.

