Marseille vs Olympiakos: Kekalahan Pahit di Vélodrome yang Mengubah Arah Musim OM

Foto: Istimewa

Marseille vs Olympiakos: Kekalahan Pahit di Vélodrome yang Mengubah Arah Musim OM

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Laga marseille vs olympiakos di Stade Vélodrome pada Kamis malam, 15 Oktober 2026, berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi tuan rumah. Olympique de Marseille harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari tamunya, Olympiakos, dalam lanjutan fase grup Liga Europa 2026-2027. Gol tunggal Santiago Hezze pada menit ke-42 lewat sundulan memanfaatkan situasi sepak pojok—yang sempat ditinjau VAR sebelum disahkan—menjadi pembeda dalam pertandingan yang sebenarnya didominasi oleh pasukan Bruno Genesio.

Duel marseille vs olympiakos ini menjadi catatan buruk kedua bagi Marseille di pentas Eropa setelah sebelumnya takluk dari Beşiktaş. Dengan hasil ini, klub berjuluk Les Phocéens tersebut masih belum mengoleksi poin sama sekali dan terpuruk di dasar klasemen zona Liga Europa, tepatnya di peringkat 32 dari 36 tim peserta. Kekalahan ini juga menandai kekalahan keenam dalam delapan pertandingan resmi musim ini, sebuah statistik yang kian menambah tekanan bagi tim pelatih asal Prancis tersebut.

Dominasi Tanpa Penyelesaian

Meski menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 56 persen pada menit ke-14, Marseille gagal mengonversi peluang menjadi gol. Pelatih Bruno Genesio menurunkan formasi dengan De Lange di bawah mistar, didukung lini belakang yang dihuni Weah, Méïté, Aguerd, dan Emerson. Sektor tengah dipercayakan kepada Abdelli dan Nnadi, sementara lini serang mengandalkan Abdallah, Gomes, Paixao, dan Maupay sebagai ujung tombak.

Di kubu Olympiakos, kiper Ortega tampil gemilang di bawah mistar, dikawal Saliakas, Retsos, Pirola, dan Onyemaechi di lini pertahanan, dengan Yaremchuk sebagai target man. Pertahanan rapat tim tamu terbukti mampu meredam gelombang serangan Marseille, termasuk peluang emas Amine Harit yang gagal memaksimalkan duel satu lawan satu dengan Ortega.

Memasuki babak kedua, Genesio mencoba mengubah dinamika dengan memasukkan A. Gouiri, A. Harit, dan U. Garcia untuk menambah daya gedor. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-1 untuk kemenangan Olympiakos tetap bertahan. Dalam konferensi pers usai laga, Genesio menegaskan bahwa timnya tidak layak kalah. “Malam ini kami tidak pantas kalah. Mungkin tidak pantas menang, tetapi tidak pantas kalah. Namun skornya sudah ada dan harus diterima,” ujarnya.

Krisis Kepercayaan Diri di Lini Depan

Genesio menyoroti masalah efektivitas di depan gawang sebagai biang keladi hasil buruk marseille vs olympiakos. Menurutnya, para pemainnya terlalu banyak membuat keputusan yang kurang tepat dan kehilangan spontanitas saat berada di kotak penalti lawan. “Kami berlatih, melakukan latihan penyelesaian akhir, tetapi ada faktor kepercayaan diri. Saat ini kami melihat gawang itu terasa sangat kecil,” keluhnya.

Kapten tim Timothy Weah, yang tampil sebagai starter, mengambil peran sebagai jembatan antara skuad dan para pendukung. Di zona campuran, ia menyampaikan pesan emosional kepada suporter Marseille yang tetap setia mendukung meski tim tengah dalam masa sulit. “Saya percaya para suporter ada di belakang kami. Tanpa mereka, kami tidak akan berhasil. Terima kasih kepada mereka, karena momen yang kami lalui sangat sulit, tetapi mereka selalu ada,” kata pemain internasional Amerika Serikat itu.

Bangkit di Ligue 1

Meski terpuruk di Eropa, Marseille menunjukkan respons positif di kompetisi domestik. Dalam laga marseille vs olympiakos yang menjadi pemicu evaluasi, Genesio sempat menyebut bahwa timnya harus segera bangkit. Dan benar saja, pada laga Ligue 1 melawan Angers, Marseille meraih kemenangan besar 5-2. Kondogbia, Egan-Riley, Kamissoko, Harit, dan Gouiri kembali ke starting XI dan meski sempat tertinggal lebih dulu akibat kesalahan Kondogbia, Marseille mampu membalikkan keadaan lewat gol Abdelli, Kamissoko, serta dua gol Gouiri termasuk satu dari titik penalti.

Kemenangan tersebut menjadi obat bagi luka kekalahan dari Olympiakos dan menegaskan bahwa kualitas skuad Marseille masih ada. Namun, tantangan sesungguhnya menanti di Eropa: menghadapi Sturm Graz di Stadium Graz Liebenau untuk menjaga asa di Liga Europa.

Kesimpulan

Pertandingan marseille vs olympiakos menjadi cermin paradoks Marseille musim ini—mendominasi permainan namun minim hasil. Kekalahan 0-1 di kandang sendiri memperlihatkan dua kelemahan utama: lemahnya penyelesaian akhir dan rapuhnya pertahanan dalam situasi bola mati. Meski demikian, kemenangan besar atas Angers menunjukkan bahwa tim ini belum kehilangan nyali. Kunci kebangkitan Marseille terletak pada pemulihan kepercayaan diri di depan gawang dan dukungan tanpa henti dari para suporter, sebagaimana ditegaskan Weah. Jika dua hal itu berhasil disatukan, jalan keluar dari krisis bukan hal yang mustahil.