Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya Pagi, Sekolah Rusak, Malam Kembali Diguncang M4,8

Foto: Istimewa

Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya Pagi, Sekolah Rusak, Malam Kembali Diguncang M4,8

Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026. Guncangan yang berlangsung sekitar satu menit itu membuat warga panik dan berlarian keluar rumah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, dampaknya cukup signifikan, terutama di Kecamatan Kodi, tempat sejumlah bangunan rumah dan fasilitas sekolah dilaporkan mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa episenter gempa berada di laut pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 30 kilometer. “Gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak,” ujar Wijayanto dalam keterangan resminya. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Guncangan terkuat dirasakan di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi dengan skala VI MMI. Pada skala ini, sebagian besar penduduk terkejut dan berlarian keluar rumah. Sementara itu, Kota Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba merasakan guncangan skala IV MMI, sedangkan Kota Bima skala III MMI. Kerusakan dilaporkan terjadi di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, meliputi rumah warga dan fasilitas sekolah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan BNPB, yang diwakili oleh petugas jaga, menyampaikan bahwa BPBD setempat masih melakukan pemantauan di lapangan. “Kondisi di sejumlah wilayah tetap kondusif, tidak terjadi kepanikan,” ujarnya. BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, menghindari bangunan yang retak, dan tidak berada di tepi pantai untuk sementara waktu.

Tak berselang lama, pada Minggu malam pukul 21.59 WIB, gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,8 kembali mengguncang Sumba Barat Daya. Kali ini pusat gempa berada di darat, sekitar 13 kilometer selatan Kodi, dengan kedalaman 21 kilometer. BMKG melalui akun @infoBMKG menyatakan informasi awal ini mengutamakan kecepatan sehingga data masih dapat berubah. Belum ada laporan dampak dari gempa malam tersebut.

Pada hari yang sama, gempa juga mengguncang Manggarai Utara. Gempa berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi pada pukul 17.13 WIB, berpusat di daratan 40 kilometer utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer. Getaran terasa hingga Ruteng dengan intensitas II-III MMI. BMKG tidak melaporkan adanya kerusakan akibat gempa ini.

Rangkaian gempa di NTT ini menjadi perhatian serius mengingat wilayah tersebut berada di zona sesar aktif. BMKG terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang tidak tahan gempa. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB serta tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi.

Gempa dangkal akibat Sesar Waikabubak ini menambah catatan aktivitas seismik di Indonesia pada hari tersebut. Dengan kondisi geografis yang rawan, edukasi mitigasi bencana menjadi kunci untuk mengurangi risiko. Warga diharapkan tetap siaga menghadapi kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu panik berlebihan.

Secara keseluruhan, peristiwa ini menunjukkan bahwa gempa dapat terjadi kapan saja, termasuk di wilayah yang jarang dilanda gempa besar. Kesiapsiagaan dan respons cepat dari otoritas terkait sangat menentukan keselamatan masyarakat. Semoga tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang lebih luas dari peristiwa ini.

Tags: