Jalan Tol Jagorawi Jadi Sorotan: Rekonstruksi Perkerasan dan Rentetan Kecelakaan dalam Sepekan
Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Ruas jalan tol jagorawi menjadi perhatian publik dalam sepekan terakhir. Di tengah upaya pemeliharaan infrastruktur yang dilakukan pengelola, sejumlah insiden kecelakaan turut mewarnai perjalanan pengguna di jalur penghubung Jakarta–Bogor tersebut. Berbagai pekerjaan preservasi hingga peristiwa nahas di KM 35 silih berganti terjadi pada periode 19 hingga 22 Oktober 2026.
PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melaksanakan pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di ruas jalan tol jagorawi. Pekerjaan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026 ini berlokasi di KM 35+570 hingga KM 35+540 arah A atau arah Jakarta, dengan panjang penanganan sekitar 30 meter. Selama pekerjaan berlangsung, lajur yang menjadi area kerja ditutup sementara mulai pukul 10.00 WIB dan direncanakan dibuka kembali pada Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB.
Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, Suchandra P. Hutabarat, menegaskan bahwa pekerjaan rekonstruksi perkerasan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan infrastruktur jalan tol dan memastikan layanan pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan.
“Preservasi jalan tol melalui pekerjaan rekonstruksi perkerasan merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur, sekaligus mendukung keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan. Kami berkomitmen untuk melaksanakan setiap pekerjaan sesuai standar yang berlaku dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kelancaran lalu lintas,” ujar Suchandra.
Dalam pelaksanaannya, JMTM berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan pengguna jalan. Pengaturan lalu lintas dilakukan selama pekerjaan berlangsung guna meminimalkan dampak terhadap kelancaran perjalanan. Pengguna jalan diimbau mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan.
Secara terpisah, PT Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division juga melakukan rekonstruksi perkerasan jalan dan perbaikan jembatan di ruas jalan tol jagorawi, JORR E, serta JORR Ulujami–Pondok Aren pada 19–26 Oktober 2026. Senior Manager Representative Office 1 JMT Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, menyebut pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kondisi perkerasan dan mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.
“Pekerjaan pemeliharaan dilakukan secara bertahap untuk menjaga kualitas perkerasan jalan tol agar tetap mendukung mobilitas pengguna jalan,” tutur Alvin.
Di ruas jalan tol jagorawi, pekerjaan rekonstruksi perkerasan dijadwalkan berlangsung di lajur 1 KM 35+670 hingga KM 35+540 arah Jakarta, mulai Selasa (20/10) pukul 10.00 WIB sampai Kamis (22/10) pukul 05.00 WIB. Selain itu, perbaikan jembatan dilakukan di lajur 1 dan lajur 2 KM 33+200 arah Ciawi sejak Senin (19/10) pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (24/10) pukul 05.00 WIB.
Namun, di tengah jadwal pemeliharaan tersebut, dua kecelakaan terjadi di kawasan KM 35. Pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 08.45 WIB, sebuah minibus dan mobil penumpang terlibat kecelakaan di KM 35 arah Bogor menuju Sentul Selatan. Minibus dilaporkan terguling, sementara mobil penumpang mengalami kerusakan parah pada bagian depan hingga ringsek dan airbag-nya mengembang. Petugas Jasa Marga tampak berada di lokasi untuk membereskan barang-barang yang tercecer agar tidak membahayakan pengguna jalan lain.
Sehari kemudian, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 06.35 WIB, dua truk terlibat tabrakan di jalan tol jagorawi arah Bogor. Kanit PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli menyatakan satu orang mengalami luka ringan, yakni pengemudi truk tangki. Kecelakaan diduga dipicu karena pengemudi mengantuk. Kedua kendaraan datang dari arah Jakarta menuju Bogor di lajur 2, dan truk tangki menabrak bagian belakang kendaraan pertama. Korban dilarikan ke RS Mitra Keluarga Cibinong untuk mendapatkan perawatan medis.
Rentetan peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan tol jagorawi untuk lebih waspada, terutama saat melintasi area pekerjaan yang tengah berlangsung. Pengelola menegaskan komitmennya menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan nyaman, sementara kepatuhan pengendara terhadap rambu serta kondisi fisik yang prima menjadi kunci utama keselamatan di jalan.
