Gol Spektakuler dari Tengah Lapangan Dibatalkan, Juárez vs Atlante Berakhir Dramatis
Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Laga seru antara Juárez vs Atlante pada jornada 13 Apertura 2026 menyita perhatian publik sepak bola Meksiko. Bertanding di Estadio Olímpico Benito Juárez, Ciudad Juárez, Selasa malam waktu setempat, pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Atlante ini tidak lepas dari kontroversi wasit Katia Itzel García yang menganulir gol spektakuler Martín Sarrafiore.
Insiden bermula pada menit ke-29 ketika gelandang asal Argentina itu merebut bola di lingkaran tengah, mengangkat pandangan, dan melihat kiper Bravos, Sebastián Jurado, berdiri jauh dari gawang. Tanpa ragu, Sarrafiore melepaskan tendangan kaki kiri dari jarak jauh yang melewati Jurado dan masuk ke dalam gawang. Stadion sempat bergemuruh, para pemain Atlante berlarian memeluk sang pencetak gol. Namun, sorak kegembiraan itu sirna setelah wasit Katia Itzel García melakukan peninjauan melalui VAR.
Setelah menganalisis tayangan ulang, wasit asal Meksiko tersebut memutuskan bahwa Sarrafiore telah menyentuh bola dengan tangan sebelum melepaskan tembakan. Pelanggaran sebelumnya itu membuat gol tidak disahkan dan skor tetap 0-0. Keputusan ini sontak memicu perdebatan di kalangan penggemar, terutama karena spektakulernya tendangan tersebut dan beragam tafsir mengenai kontak bola dengan pemain Argentina itu. Namun, alasan yang disebutkan untuk membatalkan gol adalah handball sebelumnya, bukan jarak tembakan.
Menurut Regulasi 12 IFAB, gol memang dapat dianulir jika pencetak gol menyentuh bola dengan tangan atau lengan segera sebelum mencetak gol, bahkan jika kontak tersebut tidak disengaja. Kunci utamanya adalah menentukan apakah bola benar-benar mengenai bagian tubuh yang dianggap tangan. Jika terbukti ada kontak dengan tangan atau lengan dan gol tercipta segera setelahnya, keputusan wasit memiliki dasar peraturan yang kuat. Namun, jika bola hanya mengenai paha atau bagian tubuh lain yang bukan tangan, maka tidak ada pelanggaran.
Meski gol Sarrafiore dianulir, Atlante tetap menemukan cara untuk meraih tiga poin. Pada menit ke-76, Nico Carrera muncul di kotak penalti untuk menyambut tendangan sudut yang diambil oleh Sarrafiore sendiri, dan mencetak gol kemenangan 1-0. Gol ini sempat mengenai mistar gawang sebelum melewati garis. Kemenangan ini memutus rentetan dua kekalahan beruntun Atlante dan menjaga peluang mereka untuk lolos ke fase Liguilla.
Hasil ini membawa konsekuensi besar bagi klasemen. FC Juárez tertahan dengan empat poin dari 13 pertandingan dan menjadi tim pertama yang secara matematis tersingkir dari Liguilla Apertura 2026. Sementara itu, Atlante mengumpulkan 12 poin dan masih memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan tempat di fase final. Bravos sendiri mencatatkan 11 kekalahan, 1 kemenangan, dan 1 imbang, semakin terpuruk di dasar klasemen.
Pertandingan Juárez vs Atlante juga diwarnai dengan aksi Denzell García yang mencoba tembakan jarak jauh pada awal babak kedua, namun kiper Atlante, Óscar Jiménez, tampil sigap mengamankan gawangnya. Meski Bravos berusaha mengejar di akhir pertandingan, mereka tidak mampu menembus pertahanan Atlante. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Atlante dalam perjalanan mereka di turnamen.
Kontroversi dalam laga Juárez vs Atlante kembali menempatkan Katia Itzel García sebagai sorotan. Wasit yang sebelumnya juga pernah menjadi target kritik ini dianggap telah mengambil keputusan yang berani namun kontroversial. Publik terbelah antara yang mendukung keputusan berdasarkan aturan dan yang menyesalkan hilangnya momen gol indah yang berpotensi menjadi gol terbaik turnamen.
Dengan hasil ini, Atlante terus berjuang untuk merebut tiket ke fase gugur, sementara Juárez harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari persaingan. Laga Juárez vs Atlante akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis di Apertura 2026, diwarnai gol spektakuler yang dianulir dan gol penentu kemenangan di menit akhir.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara kejayaan dan kekecewaan dalam sepak bola. Teknologi VAR memang membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat, tetapi tetap menyisakan ruang debat bagi para penggemar. Atlante berhak merayakan kemenangan, sementara Juárez harus mengakui keunggulan lawan dan bersiap untuk kompetisi berikutnya.
