Anthony Edwards Cetak Sejarah NBA Opening Night, Giannis dan Paul George Ikut Bersinar
Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Pembukaan musim NBA 2026-27 langsung menyajikan drama dan sejarah. Dalam tiga pertandingan yang digelar Rabu waktu setempat, bintang-bintang liga NBA unjuk gigi, mulai dari Anthony Edwards yang mencetak 45 poin hingga Paul George yang memecahkan rekor debut franchise. Opening night kali ini bukan sekadar pembuka, melainkan pernyataan bahwa persaingan musim ini akan jauh lebih panas dari sebelumnya.
Anthony Edwards menjadi pusat perhatian setelah mencetak 45 poin dalam kemenangan 131-106 Minnesota Timberwolves atas Miami Heat. Dengan 16 dari 29 tembakan lapangan dan 9 dari 17 tripoin, Edwards mencetak rekor poin terbanyak oleh pemain Wolves di laga pembuka. Hebatnya lagi, ia mencetak lebih banyak tripoin (9) daripada seluruh tim Heat (8). Ini adalah kali kedua Edwards mencetak minimal 40 poin di laga pembuka, menyusul 41 poin musim lalu. Ia kini bergabung dengan Wilt Chamberlain dan Michael Jordan sebagai satu-satunya pemain dalam 81 tahun sejarah NBA yang melakukannya lebih dari sekali. “Fire,” ujar Edwards singkat sambil tersenyum lebar.
Di sisi lain, Giannis Antetokounmpo menjalani debut untuk Miami Heat dengan 35 poin, tetapi minim dukungan rekan setim. Heat kalah telak, dan Giannis tampak kesepian melawan kekuatan Wolves yang diperkuat LaMelo Ball di lini belakang. Meski demikian, penampilan Giannis tetap menjadi sorotan karena ia menunjukkan kualitasnya sebagai dua kali MVP, meski harus menerima kenyataan pahit di laga pertama.
Sementara itu, Paul George menorehkan sejarah dalam debutnya bersama Boston Celtics. Ia mencetak 38 poin, rekor poin terbanyak dalam debut franchise, dengan 12 dari 21 tembakan, 7 dari 8 lemparan bebas, 5 rebound, 3 asis, dan 5 steal. George juga mencetak 7 tripoin dan menghasilkan 60,5 poin fantasi. Meski Celtics kalah 113-121 dari Detroit Pistons, penampilan George memberikan harapan besar. Derrick White dan Payton Pritchard masing-masing menyumbang 17 poin, tetapi keduanya terlihat pasif karena Tatum dan George mendominasi 55% tembakan Boston.
Pistons bangkit dari ketertinggalan 22 poin berkat penampilan solid Duncan Robinson (21 poin, 5 tripoin) dan Javonte Green (19 poin dari bangku cadangan). Jalen Duren menambahkan 22 poin dan 9 rebound dalam 28 menit, sementara Cade Cunningham mencatat 22 poin, 4 rebound, dan 8 asis. Meski Cunningham mencatat 5 turnover, kontribusinya tetap penting bagi kemenangan Pistons.
Di Washington, duo bintang Wizards, Trae Young dan Anthony Davis, akhirnya tampil bersama dalam laga reguler. Davis mencetak 34 poin dan 12 rebound, sementara Young menambahkan 20 poin dan 13 asis. Wizards mengalahkan Milwaukee Bucks 128-116 setelah meledak di kuarter keempat dengan skor 38-23. Delapan pemain Wizards mencetak minimal 8 poin, menunjukkan kekuatan kolektif tim. Tyler Herro memimpin Bucks dengan 24 poin, tetapi tidak cukup untuk menahan gempuran Wizards.
Sayangnya, kabar kurang sedap datang dari Golden State Warriors. Center Kristaps Porziņģis tidak akan berada di sekitar tim untuk “masa depan dekat” karena masalah kesehatan yang tidak diungkap. Pelatih Steve Kerr mengaku tidak mengetahui detailnya. “Saya tidak tahu. Saya belum melihatnya dan kami tetap berkomunikasi lewat pesan singkat dan telepon. Tapi kami sudah mengeluarkan pernyataan hari ini dan tidak ada lagi yang bisa ditambahkan,” kata Kerr. Porziņģis sebelumnya sempat hadir di Chase Center untuk bertemu manajemen, namun kini ia menjauh untuk mencari pengobatan.
Dengan berbagai cerita di opening night, musim NBA kali ini diprediksi akan penuh kejutan. Anthony Edwards menegaskan statusnya sebagai bintang masa depan, sementara Giannis dan Paul George menunjukkan bahwa mereka masih kekuatan yang harus diperhitungkan. Di sisi lain, Wizards memberikan harapan baru bagi penggemar, dan Warriors harus menghadapi kenyataan pahit tanpa Porziņģis. Opening night NBA telah membuktikan bahwa setiap pertandingan akan menjadi pertarungan sengit, dan para penggemar fantasi NBA pun harus siap dengan strategi baru.
