Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Kejutan besar mewarnai gelaran French Open 2026 di Paris. Tunggal putri India, Ashmita Chaliha, tampil sensasional dengan menumbangkan unggulan ketiga asal Jepang sekaligus peringkat dua dunia, Akane Yamaguchi, dalam pertandingan babak 16 besar turnamen Super 750 tersebut. Kemenangan ini menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian sepanjang perhelatan French Open tahun ini dan langsung mengangkat nama Chaliha di peta persaingan bulu tangkis dunia.
Pebulu tangkis berusia 26 tahun asal Assam itu menang dua gim langsung 21-19 dan 21-18 hanya dalam waktu 37 menit. Bagi Chaliha, ini adalah kemenangan terbesar dalam kariernya sekaligus kemenangan pertamanya atas pemain berperingkat lima besar dunia. Ia tampil tenang dan disiplin, terutama pada poin-poin krusial di akhir kedua gim, ketika Yamaguchi berusaha mengejar ketertinggalan.
Keberhasilan Chaliha melengkapi catatan manis bagi tunggal putri India. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun, seorang pemain tunggal putri India berhasil mengalahkan pemain yang menempati dua peringkat teratas dunia. Prestasi serupa terakhir kali terjadi pada Mei 2022, ketika PV Sindhu mengalahkan Yamaguchi di Thailand Open. Hasil ini juga menjadi kali pertama sejak 2019 dua pemain India menembus perempat final turnamen Super 750, setelah Saina Nehwal dan Sindhu melakukannya di French Open pada tahun yang sama.
PV Sindhu menyusul langkah rekan senegaranya dengan kemenangan meyakinkan 21-12 dan 21-16 atas Riko Gunji dari Jepang dalam waktu 44 menit. Mantan juara dunia itu tampil lebih percaya diri dibanding laga pembuka yang berlangsung dramatis melawan Supanida Katethong dari Thailand, yang harus ia menangi lewat rubber game 21-14, 8-21, dan 23-21. Kini Sindhu dan Chaliha akan berusaha melanjutkan kejutan mereka di perempat final French Open.
Perjalanan Chaliha menuju titik ini tidak lepas dari kerja kerasnya bangkit dari masa sulit. Cedera lutut yang dialaminya di Korea pada 2024 sempat mengancam kariernya. Namun ia perlahan menemukan kembali performa terbaiknya, ditandai dengan gelar juara BWF World Tour pertamanya di Korea Masters Super 300 pada Agustus lalu setelah mengalahkan Han Qian Xi dari China melalui tiga gim. Kemenangan atas Yamaguchi menjadi bukti bahwa kepercayaan dirinya telah pulih sepenuhnya.
Sementara itu, dua tunggal India lainnya harus mengakhiri langkah mereka. Tanvi Sharma takluk 11-21 dan 14-21 dari tunggal putri peringkat satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young, dalam 37 menit. Adapun Ayush Shetty mundur dari pertandingan tunggal putra babak kedua melawan unggulan keenam asal Jepang, Kodai Naraoka, saat tertinggal 17-21 dan 6-11 akibat cedera yang belum diungkap secara rinci.
Gelaran French Open edisi ini memang menjadi panggung bagi para pemain India untuk menunjukkan kualitas mereka di level tertinggi. Dominasi dua wakil di sektor tunggal putri menambah daya tarik turnamen yang berlangsung di Paris tersebut, sekaligus memberi harapan baru bagi kebangkitan bulu tangkis India di pentas internasional. Bagi Chaliha khususnya, kemenangan atas Yamaguchi di French Open bisa menjadi batu loncatan menuju pencapaian yang lebih besar di masa depan.
Dengan hasil ini, persaingan di babak perempat final French Open dipastikan semakin ketat. Sindhu dan Chaliha dihadapkan pada tantangan berat untuk mempertahankan momentum, sementara para unggulan lain berusaha menghindari kejutan serupa. Publik bulu tangkis Tanah Air tentu berharap prestasi ini menjadi inspirasi, mengingat turnamen bergengsi seperti French Open selalu menjadi tolok ukur kemampuan para atlet di level dunia.
Secara keseluruhan, French Open 2026 menghadirkan narasi menarik tentang keberanian pemain non-unggulan menantang dominasi para bintang. Kemenangan Chaliha atas Yamaguchi menjadi pengingat bahwa dalam olahraga, peringkat bukanlah segalanya. Dengan kerja keras, disiplin, dan mental yang kuat, kejutan selalu mungkin terjadi, dan itulah yang membuat turnamen seperti French Open terus dinantikan oleh para penggemar bulu tangkis di seluruh dunia.
