Boy Thohir Borong Saham di Tengah Pasar Lesu: Sinyal Optimisme dari Orang Terkaya ke-19 Indonesia

Foto: Istimewa

Boy Thohir Borong Saham di Tengah Pasar Lesu: Sinyal Optimisme dari Orang Terkaya ke-19 Indonesia

Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Langkah Garibaldi Thohir, pengusaha yang akrab disapa Boy Thohir, kembali menyita perhatian pelaku pasar modal Indonesia. Melalui perusahaan investasi keluarganya, PT Trinugraha Thohir, ia memborong saham tiga emiten sekaligus pada 19 Oktober 2026, tepat ketika bursa tengah dilanda tekanan. Aksi Garibaldi Thohir ini dinilai sebagai sinyal optimisme di tengah kondisi pasar yang lesu.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dipublikasikan pada 20 dan 21 Oktober 2026, Trinugraha Thohir membeli total 2.824.900 saham dari tiga perusahaan, yakni PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Nilai transaksi keseluruhan mencapai sekitar Rp3,02 miliar.

Rinciannya, perusahaan itu menyerap 2.252.300 saham ESSA pada harga Rp444 per saham atau senilai sekitar Rp1,02 miliar. Kemudian, 102.600 saham AADI dibeli melalui dua transaksi pada harga Rp9.800 dan Rp9.750 per saham dengan nilai sekitar Rp1 miliar. Terakhir, 470.000 saham ADRO diakuisisi pada harga Rp2.130 per saham, juga senilai sekitar Rp1 miliar.

Peningkatan Kepemilikan dan Hak Suara

Transaksi tersebut menambah porsi kepemilikan langsung Trinugraha Thohir di sejumlah emiten. Pada ESSA, kepemilikannya naik dari 0,48 persen menjadi 0,49 persen. Di AADI, porsinya meningkat dari 1,15 persen menjadi 1,16 persen. Sementara pada ADRO, jumlah saham yang dikuasai Garibaldi Thohir bertambah dari 209.419.470 saham menjadi 209.889.470 saham, dengan porsi hak suara naik dari 0,727 persen menjadi 0,729 persen.

Untuk AADI, kepemilikan Boy Thohir bertambah dari 89.926.520 saham menjadi 90.029.120 saham, dan porsi hak suaranya meningkat dari 1,1548 persen menjadi 1,1562 persen. Perlu dicatat, ia juga memiliki porsi kepemilikan tidak langsung yang jauh lebih besar melalui PT Adaro Strategic Investment.

Kinerja Keuangan yang Menopang Aksi Pembelian

Aksi pembelian Garibaldi Thohir bukan sekadar sinyal teknis. Alamtri Resources Indonesia mencatat kinerja positif pada semester pertama 2026. Pendapatan naik 16,50 persen menjadi USD999,20 juta, sementara laba bersih melonjak 76,80 persen menjadi USD309,00 juta. Angka ini memberikan konteks bahwa pembelian saham berjalan seiring pertumbuhan laba yang terukur.

Sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, saham ADRO sempat anjlok 10,16 persen ke level Rp2.210, sebelum pulih ke Rp2.240 pada 19 Oktober 2026. Di sisi lain, BRI Danareksa pada 8 Oktober 2026 menaikkan target harga ADRO menjadi Rp3.300. Para investor kini menantikan tanggal 3 November 2026 sebagai jadwal rilis laporan keuangan berikutnya untuk menguji keberlanjutan pertumbuhan tersebut.

Siapa Boy Thohir?

Garibaldi Thohir lahir di Bandar Lampung pada 1 Mei 1965. Ia merupakan putra pasangan Teddy Thohir dan Edna Thohir, sekaligus kakak kandung Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga. Lulusan perguruan tinggi di Amerika Serikat ini mendirikan WOM Finance, mengakuisisi Adaro pada 2005, dan kini menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Alamtri Resources sejak Juni 2025. Forbes mencatat kekayaannya sebesar 3,8 miliar dolar AS pada Desember 2025, menempatkannya di peringkat ke-19 orang terkaya Indonesia.

Kesimpulan

Aksi borong saham oleh Garibaldi Thohir melalui Trinugraha Thohir menunjukkan kepercayaan diri terhadap prospek jangka panjang emiten afiliasinya, terutama di tengah tekanan pasar. Meski pembelian ini tidak otomatis menjamin kenaikan harga saham, kombinasi kinerja keuangan yang solid dan strategi investasi jangka panjang menjadi indikator yang layak dicermati investor. Keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber: Keterbukaan Informasi BEI, Investortrust.id, Bisnis.com, Fortune Indonesia, Warta Ekonomi, Suara.com