• Kamis, 27 Oktober 2022

Amou Haji Si Pria Terkotor di Dunia Meninggal Pada Usia 94 Tahun

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:05 WIB
Usai meninggalnya Amou Haji, gelar Pria Terkotor di Dunia diperebutkan sampai saat ini untuk menyandingi bahkan lebih terbaik dibandingkan gelar pria yang sebelumnya. (Tangkapan layar screnshoot YouTube)
Usai meninggalnya Amou Haji, gelar Pria Terkotor di Dunia diperebutkan sampai saat ini untuk menyandingi bahkan lebih terbaik dibandingkan gelar pria yang sebelumnya. (Tangkapan layar screnshoot YouTube)

KALIMANTAN UPDATE - Amou Haji, seorang Petapa dari Iran sempat viral di media sosial perihal dirinya yang tak pernah mandi selama bertahun-tahun.

Bahkan dunia menjulukinya "Pria Terkotor Didunia" karena keprawakannya yang memang kotor dan menyeramkan, ditambah rambut, wajah dan seluruh tubuhnya tak terurus.

Kini kabar duka menyelimuti sosok ini, dimana diinformasikan media pemerintah setempat bahwa Amou Haji telah dinyatakan meninggal pada Minggu di desa Dejgah.

Baca Juga: Daftar 19 Produk Yang Ditarik Unilever Perlu Untuk Anda Ketahui

Amou Haji meninggal diusianya yang telah menginjak 94 tahun. Seperti yang diketahui alasan dirinya semasa hidupnya tak pernah mandi karena sabun dan air dapat membuat dirinya sakit.

Dia hidup dalam isolasi untuk sebagian besar hidupnya di sebuah gubuk bata terbuka, yang dibuat penduduk desa setelah dia mulai tidur di sebuah lubang di tanah.

Kabarnya terdahulu sempat mengundang kontroversional, dimana menurut laporan Tehran Times, di tahun 2014 lalu bahwa Haji juga menghindari makanan segar, memilih landak busuk, dan mengisap pipa kotoran hewan.

Baca Juga: Sinopsis Film Qodrat Segera Tayang Kamis, 27 Oktober 2022: Perjuangan Ustadz Qodrat Melawan Iblis

Daily Mail juga melaporkan, kisah Haji adalah subjek dari film dokumenter pendek 2013 “The Strange Life of Amou Haji.”

Lama tak mandi dan percaya akan air dan sabun membuat dirinya menjadi sakit, kini ia sangat terpaksa untuk dimandikan setelah sekian lama ia menyandang gelar "Pria Terkotor Didunia".

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: nytimes.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X