Apa Itu Erotomania yang Viral di Media Sosial? Disebut Sebagai Gangguan Mental Terkait Delusi Cinta

- Selasa, 9 Januari 2024 | 20:15 WIB
Ilustrasi Erotomania, delusi jatuh cinta ke seseorang. (Pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi Erotomania, delusi jatuh cinta ke seseorang. (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

KALIMANTAN UPDATE - Pernah mendengar erotomania? Ternyata istilah yang viral di media sosial belum lama ini, merujuk pada gangguan mental tentang perasaan dicintai oleh seseorang, padahal nyatanya tidak.

Erotomania atau disebut juga sindrom de Clérambault diambil dari nama psikiater Prancis yang pertama kali menggambarkannya sebagai kelainan berbeda pada tahun 1921.

Erotomania sering kali berhubungan dengan gangguan kejiwaan lain, tetapi bisa juga terjadi dengan sendirinya.

Baca Juga: Diduga Fansite Korea Pelaku Kericuhan di Golden Disc Award 2024, Knetz Beri Tanggapan

Melansir laman Medical News Today, erotomania dikaitkan dengan gejala penyakit kejiwaan, termasuk skizofrenia, gangguan skizoafektif, gangguan depresi mayor dengan ciri psikotik, gangguan bipolar, hingga penyakit Alzheimer.

Erotomania merupakan salah satu jenis gangguan delusi. Jenis lainnya termasuk delusi penganiayaan, kemegahan, atau kecemburuan.

Laporan kasus menunjukkan bahwa jaringan media sosial dapat memperburuk atau bahkan memicu keyakinan delusi yang terkait dengan erotomania.

Baca Juga: Badan Mata-mata Korea: Hamas Menggunakan Senjata Korea Utara Untuk Melawan Israel

Sebab, media sosial menghilangkan beberapa hambatan antara orang-orang yang tidak dikenal dan dapat dengan mudah digunakan untuk mengamati, menghubungi, menguntit, dan melecehkan orang-orang yang sebelumnya tidak dapat diakses sama sekali.

Platform media sosial dapat mengurangi privasi, sehingga membuat perilaku menguntit menjadi lebih mudah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa delusi dapat berkembang sebagai cara untuk mengelola stres atau trauma ekstrem. Genetika juga dapat berkontribusi pada perkembangan gangguan delusi.

Baca Juga: Mengenal 3 Capres Taiwan Yang Bertarung di Pemilu 2024

Lebih lanjut menurut pakar, sejauh ini erotomania tampak lebih sering terjadi pada wanita. Namun, beberapa penelitian menunjukkan pria juga memiliki kemungkinan yang sama untuk mengalaminya.

Kondisi erotomania biasanya muncul setelah masa pubertas, tetapi bisa juga umum terjadi sekitar usia paruh baya atau setelahnya.

"Sulit untuk memperkirakan seberapa sering hal ini terjadi, tetapi penelitian menunjukkan bahwa gangguan delusi, secara umum, menyerang sekitar 15 dari setiap 100.000 orang per tahun, dan wanita tiga kali lebih mungkin terdiagnosis dibandingkan pria," kata Gary Tucker, seorang psikoterapis berlisensi, dan kepala petugas klinis di D'amore Mental Health, dikutip dari Very Well Mind.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: DetikEdu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Menurut Studi: Gen Z Pilih iPhone Daripada Android

Minggu, 14 Januari 2024 | 11:14 WIB

Banyak Toko Buku Tutup di Indonesia, Kok Bisa?

Jumat, 5 Januari 2024 | 11:34 WIB

Skincare China Dominasi Marketplace di Indonesia?

Rabu, 3 Januari 2024 | 18:33 WIB

Deretan Tren Fashion Bakal Hits Sepanjang Tahun 2024

Sabtu, 30 Desember 2023 | 11:36 WIB

3 Tips Membesarkan Anak Laki Laki Yang Percaya Diri

Kamis, 28 Desember 2023 | 18:57 WIB
X