Protes di Istanbul setelah politisi Swedia membakar Quran di Stockholm

- Senin, 23 Januari 2023 | 09:58 WIB
Rami Kecaman Rasmus Paludan Usai berpidato melawan Islam, Imigram hingga membakar Quran. (Twitter @MediaMuhtari)
Rami Kecaman Rasmus Paludan Usai berpidato melawan Islam, Imigram hingga membakar Quran. (Twitter @MediaMuhtari)

KALIMANTAN UPDATE - Sebuah protes besar dari massa di depan konsultan Swedia di Istanbul, Turki pada hari Sabtu (21/1/2023) sebagai tanggapan terhadap Politisi sayap kanan yang sebelumnya membakar Quran di sebuah rapat umum di Stockholm.

Al- Qur'an dianggap sebagai firman tuhan dalam Islam dan serangan apapun terhadapnya sangat menyinggung umat Islam.

Turki mengecam yang dilakukan politisi tersebut sebagai tindakan keji. Tak hanya itu massa Turki semakin tambah kekesalannya melihat kepolisian dan media hanya memandang perbuatan tersebut.

Baca Juga: Politisi Rasmus Paludan membakar Quran selama protes di Swedia menarik kecaman Dari Turki

Seperti yang diketahui, negara Skandinavia memiliki undang-undang kebebasan berbicara yang sangat kuat.

Ankara kini telah membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Swedia yang bertujuan membantu menghapus keberatan Turki ke negara itu bergabung dengan Aliansi Militer NATO bersama dengan Finlandia.

Tetapi ada juga orang-orang di Swedia yang tidak ingin negara itu tetap bergabung. Beberapa jam setelah provokasi sayap kanan, protes anti-Nato juga terjadi di Stockholm.

Baca Juga: Greta Thunberg dan Aktivis Lainnya Dibebaskan Usai Protes Penghancuran Desa dan Perluasan Tambang Batu Bara

Beberapa demonstran adalah pengungsi Kurdi dan protes itu diselenggarakan oleh Pusat Masyarakat Demokratik Kurdi.

Turki menganggap sejumlah dari mereka teroris dan meminta Swedia untuk berhenti melindungi mereka sebagai harga berkat Ankara untuk diterima ke NATO.***

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: euronews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X