Perusahaan Energi Asal UEA Temukan Harta Karun Migas Dekat Aceh

- Selasa, 9 Januari 2024 | 10:22 WIB
Pencarian cadangan gas jumbo terus dilakukan SKK Migas. (SKK Migas)
Pencarian cadangan gas jumbo terus dilakukan SKK Migas. (SKK Migas)

KALIMANTAN UPDATE - Perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA), Mubadala Energy, baru saja mengumumkan penemuan (discovery) gas yang signifikan dari sumur Eksplorasi Layaran-1, Blok South Andaman, sekitar 100 kilo meter (km) lepas pantai Sumatera bagian utara, Indonesia.

Layaran-1 merupakan sumur dalam pertama yang dioperasikan perusahaan, yang dibor hingga kedalaman 4.208 meter pada kedalaman air laut 1.207 meter.

Di sumur tersebut ditemukan kolom gas (gas column) yang luas dengan ketebalan lebih dari 230 meter di Oligocene sandstone reservoir.

Baca Juga: Cek Fakta: Video Donald Trump Sebut 70 Juta Pengungsi Rohingya Ingin Tinggal di Indonesia?

Adapun, akuisisi data lengkap termasuk wireline, coring, sampling dan production test (DST) telah dilakukan.

Sumur dengan sukses mengalirkan kualitas gas yang sangat baik dengan kapasitas 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyampaikan, berdasarkan laporan dari Mubadala Energy (South Andaman) RSC LTD, temuan sumur Layaran-1 memiliki potensi mencapai 6 triliun kaki kubik (TCF) gas-in-place.

Baca Juga: Dubai Sebagai Kota Paling Diminati Untuk Dihuni, Lantaran Warganya Banyak Dapat Fasilitas Gratis

Temuan ini bahkan melebihi dari penemuan sumur Geng North-1 belum lama ini yang digadang-gadang masuk ke dalam tiga besar dunia.

Oleh sebab itu, SKK Migas akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan evaluasi dan kajian lebih lanjut.

Dwi menyebut penemuan besar di South Andaman menjadi kado yang indah menjelang tutup tahun 2023.

Baca Juga: Apa Itu El Chudai, El Gemoy dan El Chef? Julukan Baru Disematkan Untuk Ketiga Capres

"Industri hulu migas akan mencatatkan sejarah baru, pertama kalinya Indonesia mendapatkan 2 kali penemuan besar dunia (giant discovery) dalam tahun yang sama di 2023," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (22/12/2023).

Dwi menilai penemuan gas besar di South Andaman akan meningkatkan daya saing industri hulu migas Indonesia dan mendorong peningkatan investasi hulu migas di masa mendatang.

"Kami optimis, perusahaan migas global, International Oil Company (IOC) akan kembali menempatkan Indonesia sebagai portofolio investasinya. Giant discovery secara beruntun mudah-mudahan menjadi game changer industri hulu migas nasional," kata Dwi.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Viral Caleg Rela Jual Ginjal Agar Bisa Danai Kampanye

Selasa, 16 Januari 2024 | 15:12 WIB
X