Cerita Bu Euway Saksi dan Bimbing Syahadat Korban Pembacokan di Bogor

- Minggu, 12 Maret 2023 | 18:26 WIB
Pelaku pembacokan siswa SMK hingga tewas di Bogor tertangkap rekaman CCTV (Foto: Istimewa)
Pelaku pembacokan siswa SMK hingga tewas di Bogor tertangkap rekaman CCTV (Foto: Istimewa)

KALIMANTAN UPDATE - Kasus korban pembacokan yang terjadi di Bogor beberapa waktu silam menyimpan rasa khawatir dan pilu dari kalangan masyarakat.

Namun, ada kejadian yang tak terduga dari Saksi pertama yang melihat dan menghampiri korban.

Yang dimana diketahui sosok ibu berkerudung merah menjadi sorotan, diketahui dirinya tidak hanya menjadi salah satu saksi korban saat menghembuskan nafas terakhir.

Baca Juga: Siswa SMK di Bogor Merenggang Nyawa Setelah Disabet Sajam Oleh Orang Tak Diketahui

Namun, sosok ibu berkerudung hitam tersebut bimbing korban pembacokan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Sosok berkerudung hitam itu yakni bernama Bu Euway merupakan salah satu saksi terkait dengan pembacokan pelajar yang terjadi di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat tepatnya di lampu Merah Pomad, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Jumat (10/03/2023).

Akibat peristiwa itu, korban inisial AS harus meregang nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit, usai menerima tebasan pedang di bagian bawah bibir hingga leher. 

Baca Juga: Mahasiswi UI MPD Nekat Habisi Nyawa Sendiri Jelang 3 Hari Wisuda

Ternyata Bu Euway juga salah satu penjual kopi di sekitar lampu merah Pomad tersebut.

Menjalani rutinitas seperti biasanya, pada hari itu membuat dirinya mengalami hal yang tak diduga-duga yakni melihat dari arah kejauhan nampak kerumunan warga sudah ramai di gang Jalan Mandala ll.

"Saya engga lihat pas dibacoknya, tapi saya lihat dia (korban) bersama keempat temannya memang mau nyebrang, saya lihat," ungkapnya. 

Baca Juga: Bantu Nafkahi Keluarga, Gadis Pemulung Disoroti Karena Masih Muda dan Cantik

Bu Euway pun lantas memastikan bahwa saat itu korban masih bernafas, hanya saja korban sudah tidak dapat berbicara akibat luka yang diterimanya. 

Bu Euway pun sadar, tak banyak yang bisa ia bantu akan kondisi tersebut. Dirinya hanya bisa memandu AS untuk mengucap lafaz dua kalimah syahadat. 

"Baca syahadat dulu, terus dia nangis. Tapi kata saya kalo gak bisa keluar suaranya di dalam hati aja, Itu saya lakukan sebelum dateng ambulans saya ajak syahadatnya" pungkasnya.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Tribunnews

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X