Frasa 'Ketchup' Pecah di Kastil: Vitória de Guimarães Pesta Gol, Marítimo Hancur 5-0
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Stadion D. Afonso Henriques akhirnya bersorak riang. Pada laga pekan kesembilan Primeira Liga Portugal, vitoria guimaraes tumpah ruah dengan lima gol tanpa balas ke gawang Marítimo, Sabtu (24/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan telak 5-0 ini seolah membuka “frasa ketchup” yang selama ini tersumbat—kiasan atas kebuntuan lini depan yang akhirnya meledak dalam satu malam.
Sebelum laga ini, anak asuh Tiago Margarido dikenal sebagai salah satu tim paling banyak melepaskan tembakan, namun ironisnya menjadi lini serang paling tumpul ketiga di kompetisi. Dari delapan pertandingan awal, vitoria guimaraes hanya mencetak lima gol, terpuruk di peringkat ke-15 klasemen dengan koleksi lima poin. Kini, dalam 90 menit saja, jumlah gol mereka menyamai total seluruh gol sebelumnya di liga.
Pesta Gol di Kastil
Pahlawan utama malam itu adalah Arnel Jakupović. Striker asal Austria berusia 28 tahun tersebut mencetak dua gol dalam debutnya sebagai pencetak skor, membuktikan bahwa ia memang didatangkan untuk urusan mencocokkan bola ke jaring. Bukan hanya Jakupović yang berpesta. Bek tengah Yeimar Mosquera, yang didatangkan dari Aston Villa, juga ikut mencatatkan namanya di papan skor. Oumar Camara menambah satu gol, sementara satu gol lainnya lahir dari gol bunuh diri Paulo Henrique.
Menariknya, laga ini mempertemukan dua tim yang sama-sama tengah mencari identitas. Marítimo datang ke markas vitoria guimaraes dengan misi mengakhiri tren negatif. Pelatih Mitchell van der Gaag melakukan satu perubahan pada starting eleven dibandingkan laga sebelumnya melawan Porto, menurunkan Fran Vieites di bawah mistar, dengan Igor Julião, Romain Correia, Gábor Szalai, dan Paulo Henrique mengisi lini belakang. Namun rencana itu buyar oleh gempuran tuan rumah.
Catatan Sejarah dan Rekor
Kekalahan 0-5 ini sontak memicu perdebatan di kalangan pendukung Marítimo. Sebagian menyebutnya sebagai kekalahan terbesar klub dalam lawatan ke Guimarães. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa klub asal Madeira itu pernah mengalami nasib serupa, bahkan lebih pahit, pada era 1990-an.
Pada 10 Februari 1996, dalam lanjutan Divisi I musim 1995/96, Marítimo juga pulang dengan tangan kosong dari Estádio D. Afonso Henriques. Saat itu, vitoria guimaraes yang dilatih Jaime Pacheco dan diperkuat nama-nama seperti Vítor Paneira, Capucho, Ricardo Lopes, serta Edinho, berpesta gol. Edinho bahkan mencetak hattrick, satu di antaranya lewat titik penalti. Menariknya, pada pertemuan pertama musim itu, Marítimo membalas dengan kemenangan 4-0 di Estádio dos Barreiros.
Pertahanan yang Mulai Kokoh
Selain urusan mencetak gol, ada satu aspek lain yang membuat pendukung vitoria guimaraes tersenyum lebar: pertahanan. Untuk pertama kalinya musim ini, tim asal Minho tersebut mencatatkan clean sheet dalam dua pertandingan beruntun. Sebelumnya, mereka juga menahan gawang dari kebobolan saat mengalahkan Lamelas 1-0 di putaran ketiga Taça de Portugal. Kombinasi serangan yang tajam dan pertahanan yang rapat menjadi sinyal kebangkitan bagi klub berjuluk Conquistadores itu.
Jejak Pemain Muda di Pasar Transfer
Di sisi lain, nama vitoria guimaraes juga sempat mencuat di bursa transfer. Noah Saviolo, winger muda Portugal yang lahir dari akademi klub, resmi hengkang ke Trabzonspor pada Juni 2026. Klub asal Turki itu membayar 8,5 juta euro sebagai kompensasi pemutusan kontrak, dengan potensi bonus performa hingga 3 juta euro, sehingga total nilai transfer bisa mencapai 11,5 juta euro. Vitória juga menanamkan klausul persentase 20 persen dari keuntungan penjualan kembali sang pemain. Saviolo sendiri sempat menjadi bagian dari skuad yang mengantar Vitória menjuarai Taça da Liga pada Januari 2026 setelah mengalahkan Braga 2-1.
Kemenangan besar ini tentu menjadi modal berharga bagi Tiago Margarido dan pasukannya. Jika konsistensi mampu dijaga, bukan tidak mungkin vitoria guimaraes perlahan merangkak naik dari papan bawah dan kembali menempatkan diri sebagai kekuatan yang diperhitungkan di sepak bola Portugal. Malam di kastil itu mungkin menjadi titik balik yang selama ini dinanti para penggemar setia Conquistadores.
Penulis: Tri Widodo
Editor: Syaifullah
Sumber: A Bola, Diário de Notícias Madeira, Jawa Pos
