DPMD Kukar Gandeng Perusahaan Bina 193 BUMDes, Dorong Usaha Desa Naik Kelas

Foto: Istimewa

DPMD Kukar Gandeng Perusahaan Bina 193 BUMDes, Dorong Usaha Desa Naik Kelas

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | DPMD Kukar Gandeng Perusahaan Bina 193 BUMDes menjadi langkah strategis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara dalam memperkuat kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa. Kolaborasi dengan sejumlah perusahaan, termasuk Pertamina, diarahkan pada pelatihan dan pembinaan pengurus agar usaha desa mampu berkembang sesuai potensi ekonomi di masing-masing wilayah. Hingga kini, sebanyak 193 BUMDes telah terbentuk di Kukar dan menjadi tulang punggung perekonomian desa.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa pembinaan terhadap pengurus BUMDes telah dilaksanakan sejak 2023 dan 2024, kemudian dilanjutkan melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan. “Kita sudah melakukan pelatihan dan pembinaan kepada seluruh pengurus BUMDes sejak 2023 dan 2024. Kita juga menggandeng beberapa perusahaan untuk melakukan pembinaan,” ujarnya di Tenggarong, Jumat (23/10/2026).

Upaya DPMD Kukar Gandeng Perusahaan Bina 193 BUMDes tidak berhenti pada pelatihan dasar. Salah satu bentuk kolaborasi nyata dilakukan bersama Rekal Tim untuk membina BUMDes di Kecamatan Kembang Janggut. Selanjutnya, DPMD Kukar menyiapkan pembinaan bersama PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bagi BUMDes di Kecamatan Anggana dan Muara Badak. Keterlibatan perusahaan dinilai menjadi salah satu cara efektif memperkuat kapasitas pengelola, baik dalam pengembangan usaha maupun tata kelola keuangan.

Prestasi BUMDes Muai Pelangi Jadi Contoh

Di antara 193 BUMDes yang dibina, BUMDes Muai Pelangi di Kecamatan Kembang Janggut menorehkan prestasi membanggakan. Pada 2026, BUMDes tersebut meraih juara pertama tingkat Provinsi Kalimantan Timur untuk kategori inovasi dan pengelolaan keuangan. Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu menghasilkan pengelolaan usaha desa yang profesional.

“Jadi salah satu usaha utama BUMDes Muai Pelangi bergerak di bidang transportasi, khususnya angkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan minyak sawit,” beber Arianto. Usaha tersebut dipilih karena sesuai dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang banyak bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit. Jasa transportasi menjadi peluang usaha yang dikelola melalui BUMDes dan memberi nilai tambah bagi warga desa.

Keberhasilan BUMDes Muai Pelangi menunjukkan bahwa pengembangan usaha desa harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi setempat. Di wilayah dengan kegiatan perkebunan kelapa sawit, layanan angkutan TBS menjadi salah satu sektor yang menjanjikan. Model ini dapat direplikasi oleh BUMDes lain di Kukar dengan tetap memperhatikan karakteristik wilayah masing-masing.

Kolaborasi untuk Penguatan Kapasitas

Langkah DPMD Kukar Gandeng Perusahaan Bina 193 BUMDes juga menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pengurus dalam mengelola badan usaha. Melalui pelatihan, pendampingan, dan pembinaan, pengurus diharapkan mampu menyusun rencana usaha, mengelola keuangan secara transparan, serta mengembangkan jaringan kemitraan. Keterlibatan perusahaan seperti Pertamina dan Rekal Tim memberikan akses pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya yang lebih luas.

Arianto menegaskan bahwa BUMDes merupakan lembaga usaha desa yang dibentuk atas inisiatif masyarakat bersama pemerintah desa. Karena itu, pengembangan BUMDes perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi setempat. “BUMDes merupakan lembaga usaha desa yang dibentuk atas inisiatif masyarakat bersama pemerintah desa. Karena itu, pengembangan BUMDes perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi setempat,” pungkasnya.

Dengan 193 BUMDes yang tersebar di berbagai kecamatan, DPMD Kukar terus mendorong agar setiap badan usaha memiliki usaha unggulan yang berkelanjutan. Pembinaan yang berkesinambungan bersama perusahaan mitra diharapkan mampu meningkatkan kontribusi BUMDes terhadap pendapatan asli desa dan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat desa akan menjadi kunci keberhasilan pengelolaan BUMDes di Kutai Kartanegara.

Secara keseluruhan, langkah DPMD Kukar Gandeng Perusahaan Bina 193 BUMDes mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam membangun ekonomi desa. Pembinaan yang terarah, dukungan perusahaan, dan prestasi yang diraih BUMDes Muai Pelangi menjadi modal penting untuk memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal. Dengan begitu, BUMDes di Kukar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.