El Clásico, Panggung Reuni Gabriel Jesus dan Endrick: Jejak Emas Palmeiras di Puncak Sepak Bola Eropa
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Palmeiras kembali menjadi sorotan dunia. Bukan hanya karena torehan sembilan laga tanpa kalah di Campeonato Brasileiro, tetapi juga karena dua mantan pemain mudanya, Gabriel Jesus dan Endrick, akan berhadapan di El Clásico antara Barcelona dan Real Madrid pada Minggu (25/10/2026) pukul 17.00 WIB di Camp Nou. Laga bertajuk rivalitas abadi itu menjadi bukti nyata bagaimana akademi sepak bola Palmeiras telah menjelma menjadi salah satu pemasok talenta terbaik dunia.
Gabriel Jesus, kini mengenakan nomor punggung 9 Barcelona, meninggalkan Palmeiras pada 2016 menuju Manchester City dengan mahar 32,7 juta euro. Selama berseragam tim utama, ia mencatat 28 gol dan 10 assist dari 83 pertandingan resmi, serta ikut mengantar Copa do Brasil 2015 dan Brasileirão 2016. Di Inggris, ia meraih lima gelar Premier League bersama City dan Arsenal, dan kini tercatat sebagai salah satu pencetak gol Brasil terbanyak di Liga Champions dengan 27 gol. Bersama Barcelona, Jesus sudah menyumbang empat gol dan satu assist dalam tujuh laga pertamanya.
Delapan tahun berselang, Endrick mengikuti jejak serupa dengan harga yang lebih mencengangkan. Real Madrid menebusnya dengan 35 juta euro tetap plus bonus hingga 25 juta euro, atau versi lain menyebut 47,5 juta euro yang bisa membengkak melewati 60 juta euro. Di level akar rumput Palmeiras, Endrick menjadi satu-satunya pemain yang menjuarai semua kategori usia dengan total 161 gol dalam 188 laga. Bersama tim senior, ia menorehkan 21 gol dan tiga assist dari 82 pertandingan, serta meraih Brasileirão 2022 dan 2023, Supercopa do Brasil 2023, dan dua Campeonato Paulista berturut-turut pada 2023 dan 2024. Pada musim debutnya di Madrid (2024/2025), ia mencetak tujuh gol, lima di antaranya di Copa del Rey, menjadikannya pemain Madrid pertama sejak Cristiano Ronaldo yang mencapai angka tersebut dalam satu edisi.
Kehadiran keduanya di El Clásico bukan sekadar kebetulan. Barcelona saat ini memuncaki klasemen LaLiga dengan 27 poin sempurna, sementara Real Madrid berada di posisi ketiga dengan 21 poin dan berambisi memangkas jarak. Bagi publik Palmeiras, duel ini menjadi ajang pembuktian bahwa kerja keras akademi mereka berbuah manis di panggung tertinggi.
“Sangat menyenangkan melihat begitu banyak pemain dari akademi Palmeiras di lapangan Eropa belakangan ini. Mungkin saya yang membuka jalan itu ketika pindah ke City, dan kini kita melihat Endrick, Estêvão, Allan, Vitor Reis, Luís Guilherme, Kevin, dan Danilo,” ujar Gabriel Jesus dalam wawancara eksklusif.
Direktur operasional Roc Nation Sports Brasil, Thiago Freitas, menilai fenomena ini sebagai momen unik. “Apa yang dicapai Palmeiras dengan pemain kelahiran 2006 mengingatkan pada generasi 1992 yang melahirkan Neymar, Coutinho, Alisson, dan Casemiro. Palmeiras berhasil menangkap dan mengembangkan beberapa referensi generasi ini,” tuturnya.
Keberhasilan Palmeiras tak lepas dari proyek institusional yang mengubah akademi mereka menjadi tambang emas. Selain Jesus dan Endrick, sejumlah nama seperti Estêvão (Chelsea, 34 juta euro), Vitor Reis (Manchester City, 37 juta euro), Allan (Manchester City, 40 juta euro), Luís Guilherme (West Ham, 23 juta euro), Danilo (Nottingham Forest, 20 juta euro), Artur (Zenit, 15 juta euro), Kevin (Shakhtar Donetsk, 12 juta euro), dan Gabriel Veron (Porto, 10,3 juta euro) telah dilepas ke Eropa. Secara keseluruhan, akademi Palmeiras telah menghasilkan 490 juta euro dari transfer pemain.
Di dalam negeri, Palmeiras juga tampil impresif. Kemenangan 2-0 atas Red Bull Bragantino di Arena Barueri pada Sabtu (24/10/2026) membawa mereka ke puncak klasemen sementara Brasileirão dengan 69 poin, unggul dua poin atas Flamengo yang belum memainkan laga melawan Atlético Mineiro. Gol kemenangan dicetak oleh Maurício dari titik penalti dan Agustín Giay pada babak kedua. Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi sembilan laga, dengan rincian enam kemenangan dan tiga imbang sejak kekalahan terakhir dari Fluminense pada 15 Agustus 2026.
Pelatih Abel Ferreira menyebut kemenangan ini sebagai buah karakter dan komitmen skuad. “Yang membuat perbedaan adalah karakter, usaha, dan komitmen para pemain. Tiga hari lalu intensitas emosional dan fisik pertandingan sangat tinggi; hari ini kalian melihat tim yang lebih ringan,” ujarnya.
Palmeiras juga memastikan tiket ke final Copa Libertadores 2026 setelah menyingkirkan Fluminense melalui adu penalti. Mereka akan menghadapi Estudiantes de La Plata pada 28 November 2026 di Montevideo. Presiden klub, Leila Pereira, menanggapi protes Flamengo terkait dugaan pelanggaran Marcos Rojo dengan tegas. “Palmeiras berada di final karena prestasi, tanpa tanda bintang. Hal yang memalukan dan konyol jika kita mencari celah untuk sukses tanpa alasan,” katanya.
Dengan tiga kompetisi masih terbuka—Brasileirão, Copa do Brasil, dan Libertadores—Palmeiras berada di jalur yang tepat untuk menutup musim dengan gemilang. El Clásico malam nanti akan menjadi pengingat bahwa jejak emas Palmeiras terus bersinar, bahkan di panggung paling bergengsi sekalipun.
