Inter Milan Curi Kemenangan Dramatis atas Fiorentina di Menit 98, Thuram Jadi Pahlawan

Foto: Istimewa

Inter Milan Curi Kemenangan Dramatis atas Fiorentina di Menit 98, Thuram Jadi Pahlawan

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | MILAN – ACF Fiorentina harus menelan pil pahit setelah kalah dramatis 1-2 dari Inter Milan dalam laga pekan kedelapan Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (25/10/2026). Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi ACF Fiorentina dan keenam dalam delapan pertandingan, memperpanjang krisis yang tengah melanda tim asal Tuscany tersebut.

ACF Fiorentina sebenarnya sempat mengejutkan tuan rumah dengan keunggulan lebih dulu pada menit ke-65 melalui tendangan jarak jauh spektakuler Alex Jimenez. Namun, Inter Milan yang tampil mendominasi sepanjang pertandingan akhirnya membalikkan keadaan lewat gol Marcus Thuram di menit 90+1 dan penalti Piotr Zielinski pada menit ke-98.

Jalannya Pertandingan

Sejak awal laga, Inter Milan menguasai jalannya pertandingan. Tanpa striker utama Lautaro Martinez yang cedera, Thuram memimpin lini serang Nerazzurri. Peluang pertama Inter datang pada menit ke-28 melalui Andy Diouf, namun tembakannya masih melambung. Kiper Fiorentina, David De Gea, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis sundulan Pio Esposito dan tembakan Thuram.

Memasuki babak kedua, Inter terus menekan. De Gea kembali menggagalkan peluang Thuram. Di tengah tekanan, ACF Fiorentina justru memecah kebuntuan. Jimenez, yang sempat terlihat akan diganti karena cedera, melepaskan tembakan keras dari jarak 30 meter yang tak mampu dijangkau kiper Inter, Provedel. Gol tersebut sempat membuat ACF Fiorentina unggul 1-0.

Inter tak tinggal diam. Pelatih Chivu memasukkan pemain segar seperti Dimarco, Sucic, dan Zielinski. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan. Carlos Augusto dua kali membentur mistar gawang. Peluang emas juga didapat Thuram, namun masih bisa digagalkan De Gea. Hingga akhirnya pada menit pertama injury time, Thuram menyelesaikan kerja sama apik dengan Diouf untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Di menit ke-98, Thuram kembali menjadi aktor utama setelah dijatuhkan Valdepenas di kotak penalti. Wasit Mariani menunjuk titik putih. Zielinski yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan De Gea, memastikan kemenangan 2-1 bagi Inter Milan.

Statistik Menunjukkan Dominasi Inter

Data pertandingan menunjukkan betapa dominannya Inter Milan. Mereka melepaskan 33 tembakan, 10 di antaranya tepat sasaran, berbanding hanya 7 tembakan (2 tepat sasaran) milik ACF Fiorentina. Penguasaan bola juga jauh lebih besar untuk tuan rumah. Meski demikian, De Gea tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan krusial yang nyaris menyelamatkan ACF Fiorentina dari kekalahan.

Pelatih ACF Fiorentina, Paolo Vanoli, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya meski harus kalah. “Kami tahu Inter kuat, tapi saya pikir kami bermain hebat. Kami telah berkembang dalam banyak aspek. Sayang sekali kami tidak bisa mempertahankan keunggulan. Kami harus tetap tegak dan melanjutkan performa ini,” ujarnya kepada DAZN.

Vanoli juga menjelaskan alasan mengganti Jimenez dan Mastantuono dengan Dodo dan Gnonto di babak kedua. “Saya memasukkan dua pemain segar karena saya pikir Inter akan kesulitan dan memaksa Mkhitaryan mundur,” tambahnya.

Dampak bagi Kedua Tim

Kemenangan ini membawa Inter Milan kembali ke puncak klasemen Serie A dengan 22 poin, menyamai perolehan Lazio. Sementara itu, ACF Fiorentina masih terpuruk di posisi ke-18 dengan 4 poin dari 8 pertandingan, hanya meraih satu kemenangan. Posisi mereka di zona degradasi semakin terancam.

Bagi Inter, ini adalah comeback kelima mereka dalam delapan laga musim ini. Pelatih Chivu patut berbangga karena timnya mampu bangkit meski tertinggal lebih dulu. Kemenangan dramatis ini juga menjadi modal berharga sebelum menghadapi Venezia pada Rabu mendatang dan derby melawan AC Milan akhir pekan nanti.

Sementara itu, ACF Fiorentina harus segera berbenah. Meski secara permainan menunjukkan peningkatan, hasil akhir tetap yang utama. Kekalahan ini menambah tekanan bagi Vanoli dan skuadnya untuk segera keluar dari zona merah. Dengan 17 gol kebobolan, pertahanan ACF Fiorentina menjadi salah satu yang terburuk di liga. Jika tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin mereka akan terus terpuruk di dasar klasemen.

Laga ini juga menjadi bukti kualitas Marcus Thuram yang tampil sebagai pahlawan dengan satu gol dan satu penalti. Tanpa kehadiran Lautaro Martinez, Thuram membuktikan diri sebagai pemimpin lini depan Inter. Sementara bagi ACF Fiorentina, penampilan gemilang De Gea dan gol indah Jimenez setidaknya menjadi secercah harapan di tengah krisis yang melanda.