Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Pascal Groß menjadi sorotan dalam laga panas Premier League antara Liverpool dan Brighton & Hove Albion di Anfield Road. Gelandang asal Jerman itu tidak sengaja mencetak gol bunuh diri pada menit ke-17 setelah sepakan Florian Wirtz membentur dirinya dan masuk ke gawang sendiri. Insiden tersebut membuka keunggulan Liverpool yang akhirnya menang 2-0 atas Brighton, Sabtu (21/10/2026). Kemenangan ini membawa Liverpool naik ke posisi keempat klasemen, zona Liga Champions, sementara Brighton harus menelan kekalahan pertama setelah delapan pertandingan beruntun tanpa kalah di semua kompetisi. Pascal Groß, yang musim ini tampil impresif bersama Brighton, harus menerima kenyataan pahit ketika usahanya menghalau bola justru berbuah gol untuk lawan. Meski demikian, performa Pascal Groß secara keseluruhan tetap diapresiasi sebagai bagian penting dari kebangkitan Brighton di bawah asuhan Fabian Hürzeler.
Jalannya pertandingan di Anfield berlangsung terbuka sejak awal. Liverpool yang tampil agresif akhirnya memecah kebuntuan melalui skema serangan cepat. Florian Wirtz melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun bola mengenai Pascal Groß dan berbelok arah mengecoh kiper Bart Verbruggen. Liga Premier secara resmi mencatat gol tersebut sebagai own goal milik Pascal Groß. Wirtz sendiri sempat tersenyum lebar saat diwawancarai Sky Sports usai laga, menyebut dirinya bisa menerima keputusan tersebut meski harus menunggu lebih lama untuk mencetak gol liga pertamanya. “Saya bisa menerimanya,” ujar Wirtz sambil tersenyum. Meski begitu, pemain berusia 23 tahun itu tetap menjadi kreator utama kemenangan Liverpool.
Hanya berselang empat menit, Liverpool menggandakan keunggulan melalui Alexander Isak pada menit ke-21. Gol tersebut berawal dari kesalahan lini belakang Brighton yang dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang asal Swedia itu. Keunggulan 2-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Brighton mencoba bangkit dan menekan pertahanan Liverpool. Namun, upaya mereka selalu gagal menemui sasaran. Bahkan bek pinjaman Luka Vuskovic hampir mencetak gol bunuh diri pada menit ke-79, tetapi kiper Verbruggen berhasil menyelamatkan bola di garis gawang. Pascal Groß sendiri terus berusaha mengorganisir serangan Brighton, namun solidnya lini belakang Liverpool yang dikomandoi Virgil van Dijk membuat The Seagulls kesulitan menembus kotak penalti.
Di sisi lain, Florian Wirtz harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah mengalami cedera pergelangan kaki kanan dalam sebuah duel. Meski demikian, ia menyatakan bahwa cederanya tidak terlalu serius. “Saya pikir ini tidak terlalu parah,” ujarnya. Sebelumnya, Wirtz juga mencetak gol saat Liverpool mengalahkan Villarreal 4-3 di Liga Champions pada Selasa lalu. Performa impresifnya mulai membungkam kritik yang sempat menerpanya di awal musim. Sementara itu, kekalahan Brighton ini menjadi pukulan tersendiri bagi Pascal Groß dan rekan-rekan, mengingat mereka tengah dalam performa terbaik. Brighton kini harus bersiap menghadapi dua laga berat kontra Manchester City di Piala Liga dan Premier League pekan depan.
Kekalahan Brighton tidak lepas dari peran Pascal Groß yang gagal mengantisipasi tembakan Wirtz. Meski demikian, pelatih Fabian Hürzeler tetap memberikan pembelaan kepada pemainnya. “Kami kecewa dengan hasil ini, tetapi kami akan bangkit. Pascal adalah pemain penting bagi kami,” kata Hürzeler dalam konferensi pers usai laga. Dengan hasil ini, Brighton tertahan di posisi ketiga dengan raihan poin yang sama dengan Liverpool, namun kalah selisih gol. Sementara itu, Manchester United yang juga berlaga di pekan ini semakin terpuruk setelah kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Kekalahan tersebut membuat posisi manajer Michael Carrick semakin terancam.
Dalam laga lain, Manchester United mencatat rekor terburuk sepanjang sejarah Premier League dengan delapan pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Tekanan terhadap Carrick semakin besar setelah keputusannya mencadangkan kapten Bruno Fernandes menuai kontroversi. Nama-nama seperti Julian Nagelsmann, Antonio Conte, dan Fabian Hürzeler disebut-sebut sebagai kandidat pengganti. Namun, fokus utama tetap pada performa Liverpool yang kembali ke jalur kemenangan berkat kontribusi Wirtz dan keberuntungan dari gol bunuh diri Pascal Groß. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Liverpool untuk menghadapi jadwal padat berikutnya.
Secara keseluruhan, laga di Anfield menjadi bukti bahwa sepak bola penuh kejutan. Pascal Groß yang biasanya menjadi pahlawan bagi Brighton harus menjadi pesakitan akibat gol bunuh diri yang tidak disengaja. Meski demikian, kualitas Pascal Groß sebagai gelandang berpengalaman tetap diakui. Liverpool sendiri layak mendapatkan kemenangan berkat dominasi dan efektivitas serangan mereka. Dengan tambahan tiga poin, The Reds semakin percaya diri menatap sisa musim. Sementara Brighton harus segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada laga berat melawan Manchester City. Kisah Pascal Groß dan gol bunuh dirinya akan menjadi catatan tersendiri dalam laga ini, namun sepak bola selalu memberikan kesempatan untuk bangkit.

