Colo Colo Kian Terpuruk: Gagal Menang Empat Laga Beruntun Usai Ditahan Palestino 1-1
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Ambisi Colo Colo untuk mempertahankan gelar Liga de Primera Chile kembali mendapat pukulan. Bertandang ke Estadio Santa Laura, Minggu, Colo Colo hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Palestino pada laga pekan ke-25, sekaligus memperpanjang tren negatif menjadi empat pertandingan beruntun tanpa kemenangan.
Hasil ini membuat Colo Colo yang dijuluki El Cacique masih bertahan di puncak klasemen dengan koleksi 55 poin. Namun, posisi mereka kian rentan. Jika Universidad de Chile berhasil mengalahkan Everton pada laga berikutnya, jarak Colo Colo dengan sang rival terdekat akan menyusut menjadi tujuh angka saja, padahal lima pekan tersisa masih bakal menyajikan kejutan.
Jalannya Pertandingan
Colo Colo memulai laga dengan cukup impresif. Baru tujuh menit pertandingan berjalan, Javier Correa sukses membuka keunggulan setelah memanfaatkan situasi bola mati dari lemparan ke dalam. Penyerang asal Argentina itu memutar badan di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung kiper Sebastián Pérez.
Namun, keunggulan tersebut tak membuat Colo Colo lepas kendali. Sebaliknya, Palestino perlahan mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan tim tuan rumah, terutama melalui sisi sayap yang membuat lini pertahanan Colo Colo kewalahan. Di sinilah peran kiper Vozinha menjadi krusial.
Kiper berkebangsaan Tanjung Verde itu tampil gemilang dengan setidaknya tiga penyelamatan penting. Salah satunya terjadi pada menit ke-54 ketika ia menepis tembakan César Munder, lalu kembali melakukan penyelamatan luar biasa tiga menit berselang dengan menghentikan sundulan keras pemain Palestino.
Gol Penyeimbang di Menit Akhir
Kegigihan Palestino akhirnya berbuah manis pada menit ke-81. Enzo Roco, yang berdiri bebas di dalam kotak penalti, melepaskan tembakan keras mendatar yang gagal diantisipasi Vozinha. Skor berubah menjadi 1-1 dan mengguncang mental para pemain Colo Colo.
Colo Colo sempat mendapat peluang emas untuk kembali unggul pada menit ke-86 melalui titik putih setelah Maxi Romero dilanggar di kotak terlarang. Sayangnya, wasit Piero Maza menganulir keputusan tersebut karena Romero lebih dulu terjebak offside. Palestino juga harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain setelah Dylan Zúñiga mendapat kartu merah pada menit ke-91 akibat pelanggaran keras terhadap Leandro Hernández.
Krisis Performa Colo Colo
Tren buruk Colo Colo sejatinya sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir. Sebelum ditahan Palestino, armada asuhan Fernando Ortiz itu juga gagal meraih kemenangan saat menghadapi Huachipato, Deportes Concepción, dan Coquimbo Unido. Dari empat laga terakhir, Colo Colo hanya mengumpulkan tiga poin dari total dua belas poin yang diperebutkan.
Jika sebelumnya Colo Colo sempat unggul hingga 16 poin atas Universidad de Chile dan tampak melaju mulus menuju gelar juara, kini kepercayaan diri skuad mulai goyah. Permainan Colo Colo terlihat begitu bergantung pada penguasaan bola. Ketika lawan mampu menekan dan menguasai lini tengah, pertahanan mereka mudah ditembus, terutama di sektor sayap.
Pelatih Fernando Ortiz pun mendapat sorotan tajam. Pergantian pemain yang cenderung defensif di babak kedua dinilai tidak mampu menahan gempuran Palestino. Meski demikian, Vozinha tetap menjadi sosok paling bersinar di kubu Colo Colo dan bahkan disebut-sebut bakal menghadiri gala Ballon d’Or di London.
Posisi Klasemen dan Laga Berikutnya
Palestino sendiri tetap kokoh di peringkat kelima dengan 35 poin dan semakin memantapkan peluang mereka untuk tampil di Copa Sudamericana musim depan. Sementara itu, Colo Colo akan menjamu Universidad de Concepción di Estadio Monumental pada pekan ke-26, sebuah laga yang wajib dimenangkan jika ingin menjaga asa meraih gelar.
Kesimpulan
Hasil imbang melawan Palestino menjadi sinyal bahaya bagi Colo Colo dalam perburuan titel Liga de Primera. Keunggulan yang dahulu begitu nyaman kini berubah menjadi tekanan besar. Colo Colo dituntut segera bangkit dan menemukan kembali konsistensi permainan, sebab satu kesalahan lagi bisa membuat gelar juara yang sempat dalam genggaman sirna begitu saja.
