Cruz Azul Hancurkan Querétaro 3-1, Joel Huiqui Tantang Amerika di Puncak Klasemen
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Cruz Azul kembali menunjukkan taringnya di Liga MX Apertura 2026. Bermain sebagai tamu di Estadio Corregidora, Cruz Azul sukses membungkam Querétaro dengan skor 3-1 pada laga jornada 14, Minggu (25/10/2026) waktu setempat. Kemenangan ini menjadi trik ketiga beruntun bagi pasukan Joel Huiqui sekaligus mengokohkan posisi mereka di papan atas klasemen, hanya terpaut satu poin dari América yang masih menyisakan satu pertandingan.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Cruz Azul membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat eksekusi penalti Andrés Montaño setelah wasit Ramos Palazuelos menilai Enzo Giménez melakukan handball di dalam kotak terlarang. Querétaro sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-33 melalui Mateo Coronel yang memanfaatkan umpan Iker Benito. Namun, keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama. Nicolás Ibáñez mencetak gol spektakuler pada menit ke-44, sebelum Christian Ebere menutup babak pertama dengan gol ketiga usai menerima umpan terobosan dari Montaño.
Di babak kedua, Cruz Azul tampil lebih tenang dan menguasai jalannya pertandingan. Kiper Andrés Gudiño beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Querétaro. Kemenangan ini membuat Cruz Azul mengoleksi poin penuh dari tiga laga dalam sepekan, setelah sebelumnya mengalahkan Juárez dan Pachuca. “Kami memenuhi target pekan ini: meraih sembilan poin. Itu kunci untuk menjaga ritme kemenangan. Kami sudah stabil dan semakin dekat dengan target pertama, yakni bersaing di puncak klasemen,” ujar Joel Huiqui dalam konferensi pers usai laga.
Huiqui juga menyoroti persaingan internal di dalam skuad yang dinilainya semakin sehat. Menurutnya, rotasi pemain tidak menurunkan kualitas tim, justru memberikan variasi baik dalam menyerang maupun bertahan. “Ritme dan kompetisi sangat ketat. Hari ini kami melakukan lima perubahan dan performa ofensif-defensif tetap terlihat baik. Itu satu-satunya formula untuk mencapai puncak performa dan menutup turnamen dengan lebih baik,” jelasnya.
Pelatih berusia 43 tahun itu mengakui bahwa awal musim tidak berjalan mulus. Cedera, keterlambatan kebugaran, dan jadwal padat sempat membuat Cruz Azul kesulitan menemukan konsistensi. Namun, perlahan tim menemukan bentuk permainan terbaiknya tepat di momen krusial. “Awal turnamen tidak mudah. Ada pemain absen, cedera, dan beban pertandingan ganda. Sekarang kami fokus menutup fase reguler dengan lebih baik,” tambah Huiqui.
Kemenangan atas Querétaro juga menjadi pukulan telak bagi tuan rumah. Gallos Blancos yang sempat menempati posisi ketiga klasemen kini menelan tiga kekalahan dalam waktu kurang dari sepekan. Pelatih Esteban “Chino” González gagal membendung laju Cruz Azul, meski sempat menyamakan kedudukan lewat gol Coronel. Kekalahan ini membuat posisi Querétaro di zona liguilla terancam, tergantung hasil laga Santos dan Tijuana.
Dengan hasil ini, Cruz Azul menegaskan ambisinya untuk finis sebagai pemimpin klasemen. Dalam catatan sejarah pertemuan kedua tim, Cruz Azul memang mendominasi dengan 11 kemenangan dari 22 pertemuan sejak 2016, sementara Querétaro hanya menang lima kali dan enam laga berakhir imbang. Tren positif ini menjadi modal berharga bagi Cruz Azul yang tinggal menyisakan tiga pertandingan di fase reguler, dua di antaranya dimainkan di kandang lawan.
Joel Huiqui pun tak sungkan melontarkan sindiran halus ke América yang pekan ini kehilangan poin. “Target utama kami adalah menjadi pemimpin umum. Kami ingin menutup liguilla di rumah sendiri,” tegasnya. Dengan performa apik dan mentalitas juara yang mulai terbangun, Cruz Azul siap memberikan tekanan hingga pekan terakhir.
Kemenangan ini tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga sinyal bahwa Cruz Azul kembali ke jalur juara. Konsistensi, kedalaman skuad, dan kecerdasan taktik Huiqui menjadi kunci. Jika mampu mempertahankan tren positif, bukan tidak mungkin Cruz Azul akan menyudahi Apertura 2026 di puncak klasemen dan melaju jauh di fase gugur. Bagi Querétaro, kekalahan ini menjadi alarm untuk segera bangkit sebelum peluang ke liguilla benar-benar sirna.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: Excélsior, MARCA, El Congresista
