Alexandra Eala Fokus Tunggal Usai Gagal Main Ganda di Pan Pacific Open, Langsung Gas ke 16 Besar
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Petenis Filipina, Alexandra Eala, harus menelan pil pahit di ajang WTA 500 Toray Pan Pacific Open 2026 di Tokyo, Jepang. Alexandra Eala yang sedianya tampil di nomor ganda bersama Desirae Krawczyk terpaksa batal berlaga hanya beberapa jam sebelum pertandingan pembuka, Senin (26/10/2026) pagi waktu setempat. Keputusan mendadak itu diambil setelah Krawczyk, petenis veteran Amerika Serikat, mengalami cedera punggung.
Pasangan Alexandra Eala dan Krawczyk sebenarnya dijadwalkan menghadapi duet Hao-Ching Chan (Taiwan) dan Miyu Kato (Jepang) di babak pertama. Namun, nama mereka telah dihapus dari daftar urutan pertandingan (order of play). Posisi mereka digantikan oleh Yulia Putintseva dan Liudmila Samsonova yang akan melawan Chan/Kato pada Selasa besok. Krawczyk diketahui baru saja meraih gelar ganda WTA ke-14 sepanjang kariernya di Ningbo Open, Minggu (25/10/2026), bersama Fanny Stollar. Hanya berselang 24 jam, cedera punggung memaksanya mundur dari Tokyo.
Bagi Alexandra Eala, ini menjadi pukulan tersendiri. Ia sebenarnya ingin kembali beraksi di nomor ganda setelah terakhir kali berpasangan dengan Zeynep Sonmez di Wuhan Open, di mana mereka kalah di putaran pertama. Meski demikian, bintang tenis berusia 21 tahun itu memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Ia langsung mengalihkan seluruh fokusnya ke nomor tunggal.
Hasilnya pun manis. Pada pertandingan sore harinya, Alexandra Eala tampil menggila melawan wildcard asal Inggris, Mika Stojsavljevic. Petenis peringkat 19 dunia itu menang telak 6-1, 6-2 dalam waktu satu jam 15 menit. Kemenangan ini membawanya ke babak 16 besar Toray Pan Pacific Open. Pertandingan tersebut mempertemukan dua mantan juara junior US Open, dan Eala membuktikan kelasnya dengan hanya kehilangan tiga gim.
“Saya sangat senang bisa memulai turnamen ini dengan baik. Fokus saya sekarang hanya satu pertandingan demi satu pertandingan,” ujar Eala dalam konferensi pers usai laga, seperti dikutip dari keterangan resmi turnamen.
Sayangnya, penampilan apik di Tokyo ini sedikit tertutup oleh inkonsistensi yang sempat menerpa Alexandra Eala selama rangkaian turnamen di Asia. Sebelumnya, ia hanya meraih satu kemenangan dari empat turnamen terakhir. Di Singapore Open dan Wuhan Open, langkahnya langsung terhenti di putaran pertama. Satu-satunya kemenangan datang di Ningbo Open saat ia mengalahkan Diane Parry sebelum akhirnya tumbang di tangan unggulan keenam, Diana Shnaider.
Pengamat tenis menilai keputusan mundur dari nomor ganda bisa jadi blessing in disguise bagi Alexandra Eala. Dengan jadwal yang padat, fokus penuh pada nomor tunggal diharapkan dapat mengangkat performanya, terutama menjelang Australian Open 2027. Sebelumnya, Eala juga sempat mengungkapkan rencana tampil di satu turnamen sebelum Australian Open.
Di sisi lain, mundurnya Krawczyk dari nomor ganda Pan Pacific Open turut memengaruhi peta persaingan. Pasangan Putintseva/Samsonova yang menggantikan Eala/Krawczyk akan menghadapi tantangan berat dari Chan/Kato yang berpengalaman. Sementara itu, Alexandra Eala akan menghadapi lawan tangguh di babak 16 besar. Ia dijadwalkan bertemu pemenang antara unggulan teratas Aryna Sabalenka dan petenis kualifikasi asal Rusia, Anna Kalinskaya.
Dengan performa impresif di laga pembuka, publik Filipina dan pecinta tenis Asia tentu berharap Alexandra Eala dapat terus melaju dan menorehkan sejarah baru di Tokyo. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi Eala bahwa ia layak bersaing di level elite WTA Tour.
Sebagai catatan, ini merupakan kedua kalinya Eala harus mengubah fokus dari ganda ke tunggal dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya di Wuhan Open, ia juga hanya tampil di nomor tunggal setelah kalah di ganda bersama Sonmez. Kini, dengan tambahan energi dan waktu istirahat, Eala berpeluang besar melangkah lebih jauh di Pan Pacific Open.
Turnamen Toray Pan Pacific Open sendiri merupakan salah satu turnamen bergengsi di Asia dengan total hadiah mencapai 1,2 juta dolar AS. Partisipasi pemain-pemain top dunia seperti Sabalenka, Gauff, dan Rybakina menjadikan ajang ini sebagai barometer penting jelang akhir musim. Bagi Alexandra Eala, ini adalah kesempatan emas untuk menutup musim 2026 dengan prestasi membanggakan.
Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari tim pelatih, Alexandra Eala siap menghadapi tantangan berikutnya. Publik tenis Indonesia pun tentu menantikan aksi petenis muda bertalenta ini di lapangan. Selamat berjuang, Eala!
