Kashiwa Reysol Terhenti! Ratchaburi Paksa Klub Jepang Itu Berbagi Poin di Kandang Sendiri
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | Ambisi Kashiwa Reysol untuk melanjutkan tren positif di AFC Champions League Elite (ACLE) 2026/2027 harus pupus setelah ditahan imbang tanpa gol oleh tuan rumah Ratchaburi pada matchday ketiga di Rachaburi Stadium, Na Muang, Rabu (28/10/2026). Hasil ini menjadi kejutan tersendiri mengingat Kashiwa Reysol datang dengan status belum terkalahkan di kompetisi elit Asia tersebut.
Sebelum laga ini bergulir, Kashiwa Reysol memang diunggulkan. Klub asal Jepang itu baru saja membungkam Port FC dengan skor meyakinkan pada pertandingan sebelumnya dan menempati posisi kedelapan klasemen sementara Wilayah Timur dengan koleksi tiga poin. Modal moral juga datang dari kemenangan atas Kashima Antlers di kompetisi domestik. Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai prediksi.
Ratchaburi Tampil Disiplin dan Berani
Ratchaburi, yang dilatih mantan penyerang Kelantan, Worrawoot Srimaka, tampil dengan pendekatan berbeda. Tim tuan rumah yang sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun dan belum mengoleksi poin itu memilih bermain rapat dan mengandalkan transisi cepat. Lini tengah mereka dipimpin mantan gelandang Johor Darul Ta’zim (JDT), Roque Mesa, yang berperan besar menjaga keseimbangan permainan.
Sepanjang pertandingan, Kashiwa Reysol mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, rapatnya pertahanan Ratchaburi membuat penyelesaian akhir tim tamu kerap menemui jalan buntu. Gawang Ratchaburi akhirnya tetap steril hingga peluit panjang dibunyikan.
Bek Kashiwa Reysol, Taiyo Koga, tampil sebagai pemain terbaik dalam laga ini dengan rating 8,1 menurut Sofascore. Sementara itu, Tarek Anggoun menjadi pemain terbaik di kubu Ratchaburi dengan nilai 7,8. Statistik individu tersebut mencerminkan duel ketat yang tersaji sepanjang 90 menit.
Dampak terhadap Klasemen Wilayah Timur
Hasil imbang ini memberikan dampak berbeda bagi kedua tim. Ratchaburi akhirnya membuka keran poin pertama mereka di ACLE dan dipastikan tidak mengalami nasib serupa dengan Port FC yang masih terpuruk tanpa poin. Bagi Kashiwa Reysol, tambahan satu poin membuat mereka belum beranjak jauh dari papan tengah klasemen Wilayah Timur.
| Tim | Status Sebelum Laga | Hasil | Catatan |
|---|---|---|---|
| Kashiwa Reysol | Belum terkalahkan, 3 poin | Imbang 0-0 | Dominan namun gagal mencetak gol |
| Ratchaburi | 0 poin dari 2 laga | Imbang 0-0 | Poin pertama, clean sheet |
Jadwal Berikutnya
Setelah laga ini, Ratchaburi akan menghadapi tantangan berat lainnya saat menjamu klub Jepang Vissel Kobe. Sementara itu, Kashiwa Reysol akan berhadapan dengan wakil Korea Selatan, Daejeon Hana Citizens. Duel melawan Daejeon menjadi kesempatan bagi Kashiwa Reysol untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi mereka di klasemen Wilayah Timur.
Pelatih Kashiwa Reysol tentu perlu mengevaluasi efektivitas lini serang timnya. Produktivitas gol yang selama ini menjadi kekuatan mereka tidak mampu diterjemahkan menjadi angka di papan skor saat menghadapi pertahanan disiplin seperti yang ditunjukkan Ratchaburi. Sebaliknya, Worrawoot Srimaka patut berbangga karena strateginya berhasil meredam salah satu tim terkuat di Asia.
Laga ini menjadi pengingat bahwa di kompetisi seketat ACL Elite, status belum terkalahkan bukan jaminan. Setiap tim memiliki peluang, dan setiap poin harus diperjuangkan hingga menit terakhir. Bagi Kashiwa Reysol, hasil ini adalah tamparan ringan yang harus segera direspons dengan kemenangan pada matchday berikutnya.
Dengan persaingan di Wilayah Timur yang semakin ketat, konsistensi menjadi kunci. Ratchaburi membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin taktik mampu menahan gempuran tim sekelas Kashiwa Reysol. Kini, publik sepak bola Asia menantikan apakah klub Jepang itu mampu bangkit atau justru terus kehilangan momentum di panggung elite benua.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: AFC, Sofascore, Harimau Malaya, JawaPos.com
