Peringkat Dunia BWF Memanas: An Se-young Tak Tergoyahkan, Tunggal Putra Berganti Raja Tiap Pekan
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | Peringkat dunia BWF kembali menjadi sorotan utama setelah rilis terbaru pada Selasa (27/10/2026) atau pekan ke-44 2026. Pembaruan ini tidak hanya memasukkan poin dari French Open 2026, tetapi juga menegaskan dua fenomena kontras: dominasi absolut An Se-young di tunggal putri dan ketidakstabilan takhta tunggal putra yang terus berganti penghuni. Dalam 11 pekan terakhir, empat nama berbeda telah menduduki posisi nomor satu tunggal putra, sementara An Se-young justru semakin kokoh di puncak.
An Se-young, Ratu yang Tak Terbantahkan
Tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, terus menulis ulang sejarah bulu tangkis dunia. Sejak pertama kali menembus panggung global pada usia 17 tahun dan merebut gelar New Zealand Open 2019, ia melesat tanpa henti. Puncak peringkat dunia BWF diraihnya pada 1 Agustus 2023. Kini, ia telah menempati posisi satu selama 169 pekan, dengan 107 di antaranya beruntun. Meski sempat turun satu tingkat selama dua pekan pada Oktober 2024, dominasinya tak pernah benar-benar goyah.
Menurut catatan Badminton Ranks, torehan An Se-young masih berada di bawah rekor sepanjang masa Susi Susanti (245 pekan) dan Tai Tzu-ying (214 pekan). Namun, di usia 24 tahun, sangat mungkin baginya untuk melampaui kedua legenda tersebut. Performa tahun ini pun nyaris sempurna: dari 10 turnamen BWF World Tour yang diikuti, ia hanya kalah sekali, yaitu di final All England melawan Wang Zhi Yi. Ia juga mundur di babak 16 besar Japan Open karena cedera. Meski demikian, sembilan trofi World Tour berhasil diamankan, ditambah gelar Kejuaraan Asia beregu dan perorangan, emas individu Asian Games, serta Piala Uber.
Keunggulan head-to-head semakin menegaskan superioritasnya. An unggul 21-5 atas Wang Zhi Yi dan 24-15 atas Akane Yamaguchi, termasuk memenangi 10 pertemuan terakhir. Terhadap penghuni 4-10 besar, rapor An Se-young juga luar biasa: Chen Yu Fei (18-4), Ratchanok Intanon (15-1), Putri Kusuma Wardani (10-0), Tomoka Miyazaki (8-0), Pusarla Venkata Sindhu (11-0), Nozomi Okuhara (7-0), dan Pornpawee Chochuwong (13-0).
Tunggal Putra: Takhta Berganti Cepat
Di sektor tunggal putra, peta persaingan berubah total. Tidak ada lagi figur dominan seperti era Lee Chong Wei, Lin Dan, Kento Momota, atau Viktor Axelsen. Dalam 11 pekan terakhir, empat nama silih berganti menduduki peringkat satu: Kunlavut Vitidsarn, Shi Yu Qi, Jonatan Christie, dan Christo Popov. Vitidsarn hanya bertahan lima pekan, Shi Yu Qi lebih lama hingga pekan ke-34, lalu Jonatan Christie memimpin, sebelum Vitidsarn kembali melesat, dan akhirnya Christo Popov menjadi raja baru usai berjaya di kandang sendiri pada French Open 2026.
Pergerakan cepat ini diperkirakan berlanjut karena selisih poin sangat tipis. Popov hanya unggul 5.000 poin atas Anders Antonsen (Denmark) dan kurang dari 12.000 angka atas Kodai Naraoka (Jepang) di posisi sembilan. Jonatan Christie pun menilai peringkat dunia BWF tidak lagi menjamin kemenangan. “Tunggal putra sudah semakin rata dalam arti pemain muda sekarang juga bagus-bagus. Banyak yang bukan buat kejutan lagi, tapi memang sudah layak untuk berada di top level. Tidak terlalu kaget,” ujarnya.
Indonesia: Tujuh Pebulu Tangkis Naik Peringkat
Pembaruan peringkat dunia BWF pekan ke-44 juga membawa angin segar bagi Indonesia. Setidaknya tujuh pebulu tangkis Merah Putih naik peringkat setelah French Open 2026. Moh. Zaki Ubaidillah naik tiga tingkat ke posisi 25 setelah mencapai final. Ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin naik dua tingkat ke peringkat 12, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melesat enam tingkat ke posisi 19. Di ganda putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum naik ke peringkat 6, sementara Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menembus peringkat 12. Ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menembus 10 besar di posisi 9, dan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melonjak 191 tingkat ke peringkat 238. Sayangnya, tidak ada tunggal putri Indonesia yang naik peringkat.
Kesimpulan
Dinamika peringkat dunia BWF saat ini menunjukkan dua wajah berbeda: stabilitas luar biasa di tunggal putri bersama An Se-young, dan kompetisi sengit tanpa dominasi di tunggal putra. Bagi Indonesia, hasil French Open 2026 memberikan dorongan positif, meski tantangan untuk konsisten di papan atas masih besar. Perubahan peringkat dunia BWF akan terus menjadi indikator menarik untuk mencermati peta kekuatan bulu tangkis global.
