Soal TKA Matematika Bikin Deg-degan, Siswa Keluhkan Panjang dan Mengecoh!
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/sederajat tahun 2026 masih menyisakan cerita. Setelah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, kini giliran soal TKA matematika yang menjadi sorotan. Banyak siswa mengaku kesulitan karena soal dinilai terlalu panjang, mengecoh, dan menuntut penalaran tingkat tinggi. Keluhan ini disampaikan peserta dari berbagai daerah, mulai dari Tangerang Selatan, Nganjuk, Banyumas, hingga Banyuwangi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti angkat bicara. Saat meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, ia menjelaskan bahwa format soal yang panjang memang sengaja dirancang mengikuti standar internasional, yakni model Programme for International Student Assessment (PISA). “Soal-soal tersebut bukan tanpa alasan. Kami ingin mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa secara lebih mendalam,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Keluhan serupa juga muncul di Nganjuk, Jawa Timur. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jatim wilayah Nganjuk, M. Ardiyanto, memprediksi bahwa soal TKA matematika akan menjadi yang paling sulit bagi siswa. “Matematika memang menjadi momok. Kami meminta siswa lebih fokus agar nilai yang didapat bisa lebih baik,” katanya, Rabu (28/10/2026). Ia juga mencatat bahwa pada hari kedua, mata pelajaran Bahasa Inggris dianggap lebih sulit dibanding Bahasa Indonesia, meskipun panjang soalnya sedikit lebih pendek.
Di Banyumas, gangguan server sempat mewarnai pelaksanaan TKA hari kedua. Ratusan murid Madrasah Aliyah (MA) harus mengikuti ujian susulan. Namun, saat mata pelajaran Matematika pada hari ketiga, Rabu (28/10), ujian berjalan lancar. “Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti. Server aman,” ujar Alif Nur Prabowo, teknisi MAN 2 Banyumas. Kendati demikian, jadwal susulan bagi peserta terdampak belum dipastikan.
Di Banyuwangi, sebanyak 17.653 siswa SMA, SMK, dan SLB menjalani TKA dengan suasana mirip Ujian Nasional. Sehari digelar tiga sesi, dan peserta dituntut teliti. “Soalnya cukup menantang. Ada yang sulit, ada yang mudah. Untuk matematika, kami harus benar-benar memahami konteks,” ujar Aneda, siswi SMAN 1 Giri. Ia menambahkan bahwa sekitar 65 persen soal sesuai materi pelajaran, sisanya butuh penalaran mandiri.
Meski demikian, Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan. Hasil TKA menjadi salah satu instrumen seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). “TKA adalah asesmen nasional yang tidak menentukan kelulusan. Fokusnya pada pemetaan mutu,” tegas Abdul Mu’ti. Ia berharap siswa tidak perlu terlalu khawatir, namun tetap serius mengerjakan soal TKA matematika yang menuntut ketelitian.
Pengamat pendidikan menilai, format soal yang panjang dan mengecoh sebenarnya melatih kemampuan berpikir kritis. Namun, sosialisasi kepada siswa perlu ditingkatkan agar tidak menimbulkan kepanikan. “Siswa perlu dibiasakan dengan soal-soal model PISA sejak dini. Guru juga harus kreatif dalam pembelajaran,” ujar seorang pengamat.
Hingga berita ini diturunkan, pelaksanaan TKA masih berlangsung hingga 8 November 2026, dengan periode susulan pada 16-29 November 2026. Bagi peserta yang mengalami kendala teknis, panitia telah menyiapkan jadwal ulang. Diharapkan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan lancar dan meraih hasil terbaik, termasuk dalam menghadapi soal TKA matematika yang menjadi tantangan tersendiri.
Sebagai penutup, mari kita doakan para peserta TKA agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Tetap semangat, jangan mudah menyerah. Karena pada akhirnya, usaha dan doa akan membuahkan hasil yang manis.
