Tragedi Subuh di Nanga Pinoh: 54 Ruko dan Kelenteng Bersejarah 1925 Ludes Terbakar, Kerugian Miliaran
Kalimantan Update – 30 Oktober 2026 | Kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan padat penduduk di Jalan Merak, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, pada Rabu dini hari, 28 Oktober 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.24 WIB itu menghanguskan puluhan bangunan, termasuk 54 rumah toko (ruko) dan satu bangunan Kelenteng Fuk Tet Chie yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Tionghoa di Nanga Pinoh. Api yang membesar dengan cepat membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri serta barang-barang mereka.
Berdasarkan Berita Acara Musibah Kebakaran yang diterbitkan Pemerintah Desa Tanjung Niaga pada 29 Oktober 2026, dokumen bernomor 364/458/PIM/TH/2026 yang ditandatangani Kepala Desa Tanjung Niaga, Juliansyah, menyebutkan bahwa kebakaran terjadi di kawasan Dusun Niaga Karya, RT 004/RW 001. Daftar terdampak memuat 56 entri yang mencakup pemilik rumah tinggal dan pelaku usaha. Sejumlah tempat usaha yang tercatat antara lain Warung Mie Nikmat, Toko Sembako, Toko Sinar Nelayan, Salon Matahari, Toko Obat Wajar, Gudang Toko Kita, dan Gudang Toko Maju Jaya. Selain bangunan usaha, kebakaran juga berdampak pada rumah tinggal warga, dengan tingkat kerusakan berat hingga terbakar habis. Angka 56 merujuk pada jumlah entri dalam daftar terdampak, bukan jumlah pasti keluarga atau pemilik usaha yang berbeda, dan daftar itu juga mencantumkan satu entri berupa rumah kosong.
Kelenteng Fuk Tet Chie yang berdiri sejak 1925 dan menjadi satu-satunya kelenteng di Nanga Pinoh turut menjadi korban. Terbakarnya bangunan bersejarah tersebut menambah duka mendalam bagi masyarakat, terutama warga Tionghoa di Nanga Pinoh. Salah seorang warga, Rina, mengaku belum mengetahui secara pasti titik awal munculnya api. “Belum tahu di mana titik pastinya api bermula, kami hanya bisa menyelamatkan diri,” ujarnya kepada jurnalis di lokasi kejadian.
Sejumlah unsur gabungan dikerahkan untuk memadamkan api. Tim yang terlibat antara lain Badan Sosial Pemadam Kebakaran (BSPBK) Bhakti Mulia Nanga Pinoh, TNI, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), petugas pemadam kebakaran, dan kepolisian. Upaya pemadaman berlangsung hingga pagi hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga pukul 09.00 WIB, api yang membakar kawasan pertokoan di Jalan Merak berhasil dipadamkan. Besarnya kobaran api serta kondisi kawasan pertokoan yang padat menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Petugas berupaya mencegah api menjalar lebih luas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kerugian material akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah. Namun, nilai kerugian secara pasti, termasuk dampak kerusakan terhadap Kelenteng Fuk Tet Chie, masih menunggu pendataan lebih lanjut dari pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Informasi mengenai ada atau tidaknya korban luka maupun korban jiwa juga masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Kepedulian terhadap korban terus mengalir. Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Melawi bersama Badan Sosial Pemadam Kebakaran (BSPBK) Bhakti Mulia dan Yayasan Mawar membuka posko bantuan untuk membantu para korban. Ketua MABT Melawi, Taufik, mengatakan pembukaan posko merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menggalang solidaritas masyarakat untuk meringankan beban para korban. “Posko tersebut dibuka sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan, baik berupa uang tunai, pakaian layak pakai maupun kebutuhan pokok untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat usaha dan harta benda akibat kebakaran,” ujar Taufik kepada Suara Kalbar, Kamis (29/10/2026).
Posko Peduli Korban Kebakaran berlokasi di Yayasan Mawar, Jalan Juang, Kota Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Adapun bantuan yang diterima meliputi uang tunai, pakaian layak pakai, dan sembako. Berdasarkan informasi pada spanduk posko, penggalangan bantuan dijadwalkan berlangsung mulai 29 Oktober hingga 4 November 2026. Selain penyerahan bantuan secara langsung, masyarakat juga dapat menyalurkan donasi melalui rekening Bank Kalbar dengan nomor 4521 5402 61 sebagaimana tercantum pada informasi posko.
Musibah kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi warga Nanga Pinoh. Selain kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, masyarakat juga kehilangan salah satu bangunan bersejarah yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial-budaya sejak 1925. Pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan segera melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada para korban. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat luas, sangat dibutuhkan untuk meringankan beban para korban dan memulihkan kembali kehidupan di kawasan yang terdampak.
Sebagai penutup, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di kawasan padat bangunan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh MABT Melawi, BSPBK Bhakti Mulia, Yayasan Mawar, dan masyarakat diharapkan dapat membantu para korban bangkit kembali. Mari bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita di Nanga Pinoh.
