Bupati Banjar Pimpin Rakor Mingguan, Soroti Beban Kerja dan Kesiapan Karhutla di Penghujung Tahun Anggaran
Kalimantan Update – 02 November 2026 | Bupati Banjar H Saidi Mansyur memimpin langsung Rapat Koordinasi Mingguan di Aula Barakat, Martapura, Senin (2/11/2026) pagi. Dalam forum yang digelar bersama Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi dan Sekretaris Daerah H Yudi Andrea itu, Bupati Banjar Pimpin Rakor Mingguan Bupati Banjar Peningkatan Beban Jelang Akhir Tahun Anggaran menjadi sorotan utama karena sejumlah pekerjaan dinilai menumpuk di penghujung periode anggaran.
Dalam arahannya, Saidi Mansyur menegaskan bahwa seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus mempercepat penyelesaian program yang masih berjalan. Ia menilai momentum akhir tahun sering kali menjadi fase paling krusial karena banyak target yang harus dituntaskan dalam waktu terbatas, sementara beban administrasi dan pelaporan juga meningkat.
“Kita tidak boleh lengah. Semua pekerjaan harus selesai sesuai target dan ketentuan yang berlaku,” ujar Bupati dalam rapat tersebut.
Bagian Hukum Diminta Tuntaskan Produk Hukum Tertunda
Salah satu instruksi spesifik yang disampaikan dalam rapat adalah percepatan penyelesaian produk-produk hukum yang masih tertunda. Bupati meminta Bagian Hukum bekerja lebih cepat agar seluruh regulasi daerah dapat dituntaskan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Isu Pimpin Rakor Mingguan Bupati Banjar Peningkatan Beban Jelang Akhir Tahun Anggaran juga disorot dari sisi kolaborasi antarsektor. Bupati menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh SKPD, bukan hanya pada tupoksi masing-masing, tetapi juga dalam penanganan persoalan lintas sektor seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karhutla Mulai Membaik, Kesiapsiagaan Tetap Dijaga
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, melaporkan bahwa kondisi karhutla pada fase kedua tanggap darurat berangsur membaik setelah hujan turun dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pemantauan hingga Senin (2/11/2026), tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Banjar.
Meski demikian, kesiapsiagaan tetap dipertahankan. Sebanyak 950 personel masih disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api. Dukungan sarana dan prasarana juga terus diperkuat, mulai dari mesin, selang, sepatu bot, hingga masker.
BPBD Kabupaten Banjar juga masih mendistribusikan air bersih ke 96 titik yang tersebar di 84 desa pada 17 kecamatan. Penyaluran dilakukan secara rutin dengan mengerahkan enam unit mobil tangki.
Bupati meminta koordinasi dilakukan secara langsung dengan kepala pelaksana BPBD agar upaya penanganan di lapangan berjalan terpadu dan efektif. Hal ini sejalan dengan semangat Pimpin Rakor Mingguan Bupati Banjar Peningkatan Beban Jelang Akhir Tahun Anggaran yang menekankan sinergi lintas instansi.
Dinas Kesehatan Petakan Dampak Kesehatan dan Kebutuhan Anggaran UHC
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan 16 unit pelaksana teknis daerah (UPTD) puskesmas untuk mendukung penanganan dampak karhutla sekaligus mengantisipasi kekurangan air bersih di 11 lokasi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tercatat sejumlah kasus kesehatan yang menjadi perhatian, sebagaimana terangkum dalam tabel berikut:
| Jenis Kasus | Jumlah Kasus |
|---|---|
| Sesak Napas | 1.103 kasus |
| Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) | 16.260 kasus |
| Diare | 1.712 kasus |
Data tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah terdampak karhutla dan kekurangan air bersih.
Dalam rapat itu pula, Noripansyah memaparkan kebutuhan anggaran sekitar Rp 120 miliar untuk menjaga keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Banjar. Anggaran tersebut meningkat sekitar Rp 5 miliar hingga Rp 7 miliar dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan capaian UHC Kabupaten Banjar yang menurut pemaparan Dinas Kesehatan saat ini berada pada posisi tertinggi.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Rangkaian arahan dalam rapat koordinasi menunjukkan bahwa Pimpin Rakor Mingguan Bupati Banjar Peningkatan Beban Jelang Akhir Tahun Anggaran tidak hanya berbicara soal percepatan administrasi, tetapi juga kesiapan daerah menghadapi persoalan darurat. Bupati menekankan bahwa setiap SKPD harus proaktif, saling mendukung, dan tidak bekerja secara terpisah-pisah.
Penguatan koordinasi dinilai penting agar program pembangunan, pelayanan kesehatan, penanganan bencana, hingga penyediaan air bersih dapat berjalan seiring menjelang tutup tahun anggaran. Dengan begitu, masyarakat tetap merasakan manfaat layanan publik secara optimal.
Melalui rapat mingguan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk menjaga ritme kerja di tengah meningkatnya beban tugas. Percepatan penyelesaian produk hukum, penguatan kesiapsiagaan karhutla, serta dukungan anggaran kesehatan menjadi tiga pilar yang menjadi perhatian utama. Ke depan, pengawasan dan evaluasi berkala akan terus dilakukan agar seluruh target akhir tahun dapat tercapai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
