Brandin Podziemski Jadi Kunci Kebangkitan Warriors, Lakers Kehilangan Keunggulan 25 Poin
Kalimantan Update – 02 November 2026 | Nama Brandin Podziemski kembali menjadi sorotan setelah tampil gemilang dalam kemenangan dramatis Golden State Warriors atas Los Angeles Lakers dengan skor 112-95 pada laga pembuka grup NBA Cup Wilayah Barat, Jumat (30/10/2026) waktu setempat di Chase Center, San Francisco. Brandin Podziemski mencetak 21 poin, enam assist, lima rebound, satu blok, dan dua steal dalam 33 menit bermain, menjadikannya opsi serangan kedua yang vital bagi Warriors di tengah absennya sejumlah pemain inti.
Laga ini sendiri berjalan dengan alur yang nyaris mustahil dipercaya. Lakers membuka pertandingan dengan ledakan luar biasa, unggul 38-15 pada akhir kuarter pertama, bahkan sempat memimpin 25 poin di awal kuarter kedua melalui tembakan bebas Austin Reaves yang membuat skor menjadi 40-15. Luka Dončić tampil menggila dengan 21 poin, lima assist, dan lima tembakan tiga angka hanya dalam 12 menit pertama.
Namun segalanya berubah setelah itu. Warriors yang sempat tampil bak tanpa nyawa justru bangkit dan membalas dengan skor identik 38-15 pada kuarter kedua, sehingga kedudukan menjadi 53-53 saat turun minum. Menurut catatan NBA, ini adalah kali pertama sejak era shot clock diperkenalkan pada 1954-55 sebuah tim tertinggal 23 poin atau lebih di akhir kuarter pertama namun mampu menyamakan kedudukan pada paruh waktu.
Pelatih kepala Warriors, Steve Kerr, mengaku tetap tenang meski timnya tampil buruk di awal. “Saya tidak terlalu marah. Saya berusaha tetap tenang. Kami tidak mungkin bermain lebih buruk lagi, dan para pemain tahu itu. Saya hanya bilang ini pertandingan yang panjang,” ujarnya. Ia menambahkan, “25 poin itu adalah angka 12 yang baru. Pertandingan seperti ini terjadi setiap malam di liga.”
Peran Brandin Podziemski dalam kebangkitan tersebut sangat krusial. Guard muda ini menjadi penentu ketika ia melepaskan tembakan tiga angka enam detik sebelum jeda untuk menyamakan skor menjadi 53-53. Kombinasi rotasi Podziemski, Stephen Curry, Al Horford, Draymond Green, dan De’Anthony Melton terbukti efektif di kedua sisi lapangan, terutama saat menahan Lakers hanya dengan empat poin di empat menit terakhir babak pertama.
Stephen Curry memimpin dengan 31 poin, empat rebound, dan enam assist, termasuk delapan tembakan tiga angka dari 14 percobaan. Sementara itu, De’Anthony Melton dari bangku cadangan menyumbang 16 poin dan Georges Niang menambah 11 poin. Kontribusi Brandin Podziemski yang konsisten membuat serangan Warriors tidak hanya bergantung pada Curry, sebuah faktor yang menurut analisis menjadi pembeda utama dalam laga ini.
| Statistik | Warriors | Lakers |
|---|---|---|
| Poin | 112 | 95 |
| Tembakan Tiga Angka | 22/46 (47,8%) | 11/39 (28,2%) |
| Assist | 31 | 18 |
| Poin Cadangan | 50 | 7 |
| Turnover | 15 | 20 |
Data di atas menunjukkan jurang besar antara kedua tim. Warriors mencetak 66 poin dari tembakan tiga angka, sedangkan Lakers hanya 33 poin. Selisih 43 poin dari bangku cadangan juga menjadi faktor penentu kekalahan Lakers, di mana Collin Sexton dan Quentin Grimes gagal memberikan kontribusi berarti.
Di kubu Lakers, Dončić mengakhiri laga dengan 37 poin, tujuh rebound, dan lima assist, namun 21 di antaranya lahir di kuarter pertama. Setelah itu, pertahanan Warriors berhasil membatasi pergerakannya dan membuatnya hanya mencetak tiga poin di kuarter kedua. Austin Reaves menambah 21 poin tetapi melakukan delapan turnover, sementara Walker Kessler mencatat 10 poin, 13 rebound, dan lima blok yang tetap tidak cukup menutup kebobolan dari perimeter.
Bagi Warriors, kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga beruntun setelah memulai musim dengan tiga kekalahan. Sementara Lakers harus menerima kenyataan pahit kehilangan keunggulan besar yang seharusnya menjadi modal berharga. Penampilan Brandin Podziemski yang all-around menjadi bukti bahwa peran pemain pelengkap yang mampu mencetak angka sekaligus mengatur serangan sangat menentukan dalam pertandingan modern NBA.
Dengan performa tersebut, Brandin Podziemski diprediksi tetap mendapatkan menit bermain besar saat Warriors menghadapi Los Angeles Clippers pada laga berikutnya. Sementara itu, Lakers dituntut segera memperbaiki mekanisme serangan agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ledakan individu Dončić. Sebab, sejarah di Chase Center malam itu membuktikan bahwa keunggulan besar tidak menjamin kemenangan, dan kekuatan kolektif sebuah tim tetap menjadi faktor penentu utama di liga sepanjang 48 menit pertandingan.
