Jeonbuk vs Daejeon Citizen Berakhir Tanpa Gol, Persaingan Tiket Liga Champions Kian Memanas
Kalimantan Update – 02 November 2026 | Pertandingan bertajuk jeonbuk vs daejeon citizen yang digelar di Stadion Piala Dunia Jeonju pada 31 Oktober lalu berakhir dengan skor kacamata 0-0. Hasil imbang ini membuat persaingan menuju tiket AFC Champions League Elite (ACLE) musim depan semakin sengit, karena kedua tim sama-sama mengincar posisi puncak di babak Final A K League 1 2026. Laga jeonbuk vs daejeon citizen sendiri menjadi salah satu pertandingan paling dinanti pada putaran ke-34, mengingat hanya satu poin yang memisahkan kedua tim sebelum kick-off.
Jeonbuk Hyundai Motors datang ke laga ini dengan modal kurang meyakinkan. Dalam tujuh pertandingan terakhir, skuad asuhan Chung Jung-yong hanya meraih satu kemenangan. Sebelumnya mereka ditahan imbang 1-1 oleh FC Anyang pada 24 Oktober, bermain seri 2-2 melawan Beijing Guoan di ajang ACLE pada 27 Oktober, lalu kembali gagal menang saat menjamu Daejeon Hana Citizen. Secara keseluruhan, Jeonbuk mencatat satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir setelah sempat mengalahkan Jeju SK 3-2 dan takluk 0-2 dari Vissel Kobe.
Di sisi lain, Daejeon Hana Citizen tampil lebih stabil. Tim tamu membawa rekor delapan pertandingan tanpa kekalahan, terdiri dari lima kemenangan dan tiga hasil imbang. Kemenangan atas Jeonbuk pada laga jeonbuk vs daejeon citizen sejatinya akan mengantar mereka menyalip Ulsan HD yang berada di posisi kedua dengan 51 poin. Namun, ambisi tersebut harus pupus setelah kedua tim berbagi satu angka.
Jalannya pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Jeonbuk beberapa kali mengancam melalui serangan cepat, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang terbuang. Dodo nyaris membuka keunggulan pada menit keempat, sayang tembakannya masih membentur tiang gawang. Delapan menit berselang, giliran Italo yang melepaskan tembakan, namun bola kembali menghantam mistar. Daejeon juga memiliki peluang emas pada menit ke-22 ketika Eom Won-sang menerima umpan cutback dari Lubickson, tetapi sepakan kaki kirinya hanya menyapu jaring samping gawang.
Hasil imbang pada laga jeonbuk vs daejeon citizen membuat Jeonbuk tertahan di peringkat keempat dengan koleksi 49 poin dari 12 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 9 kekalahan. Sementara itu, Daejeon tetap berada di posisi ketiga dengan raihan poin yang sama, namun unggul selisih gol. Persaingan di Final A pun kian ketat karena jarak poin antara tim peringkat ketiga hingga keenam hanya terpaut dua angka.
Pada pertandingan lain di putaran ke-34, Incheon United berhasil mencuri kemenangan dramatis 1-0 atas juara bertahan FC Seoul berkat gol Jersso pada menit keenam masa injury time babak kedua. Kemenangan itu mengangkat Incheon ke posisi keempat dengan 49 poin, unggul jumlah gol atas Jeonbuk yang mengoleksi poin sama. Sementara itu, Ulsan HD mempertahankan posisi kedua setelah membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Gangwon FC di Stadion Piala Dunia Munsu.
Menariknya, hasil imbang pada laga jeonbuk vs daejeon citizen juga menjadi sorotan karena kedua tim baru saja berlaga di ajang ACLE pada 27 Oktober. Faktor kelelahan fisik diyakini memengaruhi performa kedua kesebelasan sehingga tempo permainan terasa menurun di babak kedua. Meski begitu, tensi pertandingan tetap tinggi mengingat pentingnya poin untuk peluang tampil di kompetisi antarklub Asia musim depan.
Dengan regulasi yang berlaku, Korea Selatan mendapatkan tiga tiket langsung ke ACLE, satu tiket playoff, dan satu tiket ACL2. Dua tim teratas di K League 1 serta juara Korea Cup yang finis di empat besar akan langsung melaju ke ACLE, sementara tim peringkat ketiga mengikuti playoff dan peringkat keempat berkompetisi di ACL2. Artinya, setiap poin yang diraih dalam sisa pertandingan Final A akan sangat menentukan nasib klub.
Bagi Jeonbuk, rentetan hasil kurang memuaskan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Chung Jung-yong. Tim berjuluk Green Warriors itu harus segera menemukan kembali ketajaman lini depan jika ingin mengamankan tiket ke kompetisi Asia. Sementara Daejeon, meski gagal menyalip Ulsan, tetap menunjukkan konsistensi yang patut diperhitungkan hingga akhir musim.
Laga jeonbuk vs daejeon citizen memang berakhir tanpa pemenang, tetapi dampaknya terhadap peta persaingan tiket Liga Champions tidak bisa diremehkan. Kedua tim kini berada dalam posisi yang sama-sama menuntut kemenangan di sisa pertandingan Final A. Bagi para penggemar sepak bola Korea, persaingan ini menjanjikan drama hingga pekan terakhir, terutama dengan jarak poin yang begitu tipis di antara lima tim teratas.
Ke depan, Jeonbuk dijadwalkan menghadapi tantangan berat di ajang ACLE Elite melawan Johor Darul Ta’zim yang tengah on fire dengan lima kemenangan beruntun. Sementara Daejeon berupaya melanjutkan tren positif mereka di K League 1. Apapun hasilnya, pertemuan jeonbuk vs daejeon citizen kali ini akan dikenang sebagai salah satu laga penentu yang mengubah lanskap persaingan papan atas klasemen.
