Pangandaran Bersiap: Cuaca Tak Merata dan SPBU Kompak Jadi Sorotan di Kecamatan Pangandaran
Kalimantan Update – 02 November 2026 | Kondisi cuaca di Kabupaten Pangandaran pada Senin, 2 November 2026 diprakirakan tidak merata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah Parigi berawan, sementara Cijulang dan Cimerak berpeluang mengalami hujan ringan. Perbedaan ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat, terutama wisatawan dan pelaku usaha pariwisata yang beraktivitas di kawasan pantai. Cuaca di satu kecamatan tidak selalu mencerminkan kondisi seluruh wilayah, termasuk di Kecamatan Pangandaran yang menjadi salah satu destinasi utama di Jawa Barat.
Data BMKG menunjukkan Kecamatan Parigi diprakirakan berawan dengan suhu sekitar 22–27 derajat Celsius dan kelembapan 76–98 persen. Cijulang berpeluang hujan ringan dengan suhu 22–28 derajat Celsius, sedangkan Cimerak memiliki suhu berkisar 22–27 derajat Celsius. Perbedaan peluang hujan ini menuntut kewaspadaan bagi warga yang melakukan perjalanan dari Parigi menuju Cijulang atau Cimerak. Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui BMKG Kabupaten Pangandaran.
Pangandaran dikenal sebagai tujuan wisata pantai, sehingga informasi cuaca berdampak langsung pada kegiatan wisata, perjalanan darat, dan aktivitas masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata. Wisatawan disarankan menyiapkan perlengkapan hujan saat berkunjung ke pantai maupun destinasi lainnya. Hujan ringan memang dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan dan kegiatan luar ruangan, tetapi tidak selalu menghentikan aktivitas wisata. Namun, informasi cuaca daratan tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan untuk menentukan keselamatan aktivitas di laut. Pengunjung yang berencana mengikuti wisata perahu, memancing, atau kegiatan perairan perlu memperhatikan informasi cuaca maritim dan gelombang dari BMKG.
Di sisi lain, persoalan akses bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Pangandaran dan sekitarnya memasuki babak baru. Warga Kecamatan Langkaplancar mengeluhkan jauhnya jarak menuju SPBU terdekat. Aliansi Masyarakat Peduli Langkaplancar (AMPEL) menyampaikan aspirasi di Lapangan Desa Bangunjaya pada Rabu, 28 Oktober 2026. Mereka mendesak pemerintah dan pihak terkait menghadirkan solusi konkret, termasuk pembangunan SPBU di wilayah mereka.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) merespons keluhan tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyatakan pihaknya telah mencatat aspirasi masyarakat Langkaplancar. Saat ini, kebutuhan BBM warga dilayani sejumlah SPBU dan Pertashop di wilayah sekitar, seperti SPBU 34.46120 Cineam (22 km), SPBU 34.46315 Kertahayu Pamarican (27 km), SPBU 34.46306 Parigi (35 km), SPBU 34.46303 Banjarsari (36 km), dan SPBU 34.46308 Cijulang (38 km). Alternatif Pertashop juga tersedia di Sidamulih (13 km) dan Cigugur (26 km).
Reno menjelaskan bahwa kondisi geografis Langkaplancar yang didominasi perbukitan dan akses jalan ekstrem menjadi tantangan distribusi BBM. Karena itu, penyediaan lembaga penyalur baru harus melalui kajian menyeluruh, terutama menyangkut keselamatan, kelayakan armada angkutan, dan pemilihan lokasi. Pertamina tengah mengkaji pembangunan SPBU Kompak dengan dukungan armada mobil tangki berkapasitas 5 kiloliter (KL) yang disesuaikan dengan medan. Koordinasi dengan Hiswana Migas, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, DPRD, serta unsur kecamatan dan kelurahan setempat terus dilakukan.
Sementara itu, pekerjaan pembukaan jalan penghubung Desa Bangunjaya dan Desa Mekarwangi, Kecamatan Langkaplancar, menghadapi tantangan cuaca. Hujan membuat medan licin dan menyulitkan alat berat. Pembukaan akses sepanjang 2.600 meter ini merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0625/Pangandaran. Personel Satgas TMMD mengawasi pengoperasian ekskavator agar pekerjaan tetap berlangsung dengan memperhatikan keselamatan. Jalan ini diharapkan mempermudah mobilitas warga dan mendukung perekonomian, termasuk pengangkutan hasil pertanian.
Kepolisian setempat juga memperketat pengawasan pasokan BBM. Panit Opsnal II Reskrim Polsek Pangandaran, Bripka Tomi Yunika, memantau langsung operasional di SPBU Pananjung untuk memastikan pelayanan tertib dan mencegah kelangkaan. Kegiatan kemasyarakatan seperti Subuh Keliling di Dusun Karangsari, Desa Pananjung, juga digencarkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Dengan berbagai dinamika tersebut, Kecamatan Pangandaran dan wilayah sekitarnya menghadapi tantangan cuaca yang tidak merata serta persoalan distribusi BBM. Sinergi antara BMKG, Pertamina, kepolisian, TNI, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi efektif. Masyarakat diimbau bijak menggunakan energi dan membeli BBM di lembaga penyalur resmi. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Pertamina Contact Center 135.
