Kisah Ocon Tersingkir Mendadak dari Haas di GP Meksiko, Debut Hirakawa Berujung Manis
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Esteban Ocon menjadi sorotan utama dalam drama yang mengguncang paddock Formula 1 Grand Prix Meksiko 2026. Pembalap asal Prancis itu secara mengejutkan dicoret oleh tim Haas hanya beberapa jam sebelum sesi kualifikasi dimulai, sebuah keputusan yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Keputusan menyisihkan Ocon diumumkan melalui pernyataan singkat pada 31 Oktober 2026 tanpa menyebutkan satu pun alasan resmi, selain menegaskan bahwa penggantian tersebut bukan karena faktor penyakit.
Hirakawa Debut di Usia 32 Tahun
Sebagai gantinya, Haas menurunkan pembalap cadangan Ryo Hirakawa untuk menjalani sisa akhir pekan di Meksiko, mulai dari latihan bebas ketiga, kualifikasi, hingga balapan pada Minggu. Bagi Hirakawa, ini adalah momen bersejarah karena ia menjalani debut Formula 1 pada usia 32 tahun setelah bertahun-tahun menjalani peran sebagai pembalap cadangan. Ia hanya memiliki waktu sekitar 12 jam untuk mempersiapkan diri, sebuah situasi yang tentu saja tidak ideal bagi pembalap mana pun.
Hirakawa menyebut kesempatan itu sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. Sebelumnya, ia sempat mengemudikan mobil VF-26 pada latihan bebas pertama dan finis di posisi ke-15, sementara Ocon kembali ke kokpit pada latihan bebas kedua dan mencatatkan waktu tercepat ke-13. Meski sempat tampil di sesi latihan bebas ketiga sebelum kualifikasi, Hirakawa harus tersingkir di Q1 dan menempati posisi terakhir di klasifikasi kualifikasi.
Ketegangan di Garasi Haas
Di balik keputusan mendadak tersebut, muncul laporan mengenai ketegangan yang terjadi di garasi Haas pada sesi latihan bebas kedua, Jumat 30 Oktober 2026. Insinyur balap Laura Mueller dilaporkan memberi tahu Ocon tentang perubahan rencana pemakaian ban dari soft menjadi medium karena penampilan ban Oliver Bearman dinilai kurang baik. Namun, Ocon bersikeras tetap ingin menggunakan ban soft, memicu perbedaan pandangan yang kemudian berkembang menjadi diskusi panas.
Laporan media Prancis, L’Equipe, menyebut pertemuan antara Ocon dan kepala tim Haas, Ayao Komatsu, berakhir secara tiba-tiba. Media Jerman, Bild, bahkan mengklaim Ocon sempat memegang bahu Komatsu saat sang bos tim berusaha mengakhiri percakapan. Namun, tuduhan tersebut tidak pernah terkonfirmasi secara independen dan dibantah tegas oleh pihak Ocon.
Melalui pernyataan di media sosial pada 31 Oktober 2026, Ocon mengakui adanya perbedaan pandangan yang memicu diskusi dengan pihak-pihak terkait. Meski demikian, ia secara kategoris menolak setiap laporan yang menyebutkan adanya kekerasan fisik dalam menyelesaikan perbedaan tersebut. Ocon menegaskan bahwa ia sangat mengecam segala bentuk kekerasan dan meyakini bahwa perbedaan pendapat harus selalu diselesaikan dengan profesionalisme, rasa hormat, serta saling pengertian.
Komatsu Bertanggung Jawab Penuh
Kepala tim Haas, Ayao Komatsu, mengambil tanggung jawab penuh atas keputusan menyisihkan Ocon. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat keleluasaan dari pemilik tim, Gene Haas, untuk mengambil keputusan tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan mencoret Ocon merupakan hasil pertimbangan internal tim, bukan semata-mata akibat insiden di sesi latihan.
Perlu dicatat bahwa Haas memang telah mengumumkan perpisahan dengan Ocon pada akhir September 2026 dan memilih Rafael Camara untuk mengisi kursi pembalap pada Formula 1 2027. Camara memenangkan kursi tersebut setelah bersaing dengan sejumlah kandidat, termasuk Hirakawa yang mendapat dukungan dari Toyota. Sejak akhir 2024, Hirakawa telah menjalani beberapa sesi latihan bebas bersama McLaren, Alpine, dan Haas.
Hasil Manis bagi Hirakawa
Meski memulai debutnya dengan situasi penuh tekanan, Hirakawa justru menorehkan hasil yang membanggakan. Ia finis di posisi ke-12 di lintasan pada balapan Meksiko, lalu naik ke posisi ke-10 dalam klasifikasi akhir setelah dua pembalap Alpine mendapat penalti. Hasil tersebut memberinya satu poin pada debutnya di Formula 1, sebuah pencapaian yang tentu menjadi modal berharga bagi kariernya.
Sementara itu, posisi Ocon di klasemen pembalap kini berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 7 poin, jauh di bawah rekan setimnya Oliver Bearman yang mengumpulkan 23 poin. Ketegangan yang melibatkan Ocon menambah panjang daftar dinamika internal yang terjadi di tim Haas sepanjang musim 2026.
Drama yang melibatkan Ocon ini menjadi pengingat bahwa di balik kemegahan ajang balap Formula 1, dinamika hubungan antara pembalap dan tim kerap menjadi faktor penentu yang tak terduga. Keputusan mendadak Haas menyisihkan Ocon, ditambah bantahan tegas sang pembalap terhadap tuduhan kekerasan fisik, menunjukkan bahwa komunikasi dan saling pengertian menjadi kunci dalam menjaga stabilitas tim. Bagi Hirakawa, situasi sulit ini justru berbuah manis lewat satu poin bersejarah pada debutnya, sementara bagi Ocon, insiden ini menjadi babak kelam yang menutup perjalanannya bersama Haas sebelum musim berakhir.
