Ibrahim Maza: Permata Aljazair yang Dipilih Messi dan Diincar PSG, Siapakah Dia?
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Nama Ibrahim Maza mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola dunia. Gelandang serang berusia 20 tahun ini bukan hanya menjadi sorotan karena penampilannya yang impresif bersama Bayer Leverkusen, tetapi juga karena namanya disebut oleh Lionel Messi dalam pemilihan Kopa Trophy. Siapa sebenarnya sosok Ibrahim Maza yang kini menjadi buruan utama Paris Saint-Germain (PSG) itu?
Ibrahim Maza lahir di Berlin, Jerman, pada 24 November 2005. Meskipun lahir dan besar di Jerman, ia memilih membela Timnas Aljazair, negara asal orang tuanya. Keputusan ini membuatnya menjadi salah satu talenta muda paling menarik di kancah internasional. Maza mengawali karier profesionalnya bersama Hertha Berlin sebelum akhirnya ditebus Bayer Leverkusen pada musim panas 2025 dengan harga 12 juta Euro. Angka tersebut terbilang tinggi untuk pemain seusianya, menandakan besarnya kepercayaan klub terhadap potensinya.
Bersama Bayer Leverkusen, Ibrahim Maza langsung menunjukkan kualitasnya. Pada musim perdananya di Bundesliga, ia berhasil mencetak tiga gol dan lima assist dari 28 penampilan. Performa apiknya berlanjut di awal musim ini dengan torehan tiga gol dan dua assist hanya dalam delapan pertandingan. Kontribusi tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah Leverkusen. Kontraknya bersama Die Werkself baru akan berakhir pada tahun 2030, sehingga klub berpeluang besar mempertahankan sang pemain atau setidaknya menaikkan harga jualnya.
Ketenaran Ibrahim Maza kian melesat setelah Lionel Messi memilihnya sebagai salah satu dari tiga nama dalam Kopa Trophy 2025. Dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh para mantan pemenang Ballon d’Or, Messi menempatkan Lamine Yamal di posisi pertama, Pau Cubarsi di posisi kedua, dan Ibrahim Maza di posisi ketiga. Meskipun pada akhirnya Yamal keluar sebagai pemenang dan Maza harus puas berada di peringkat kesembilan, pengakuan dari Messi tentu menjadi motivasi tersendiri bagi pemain muda tersebut.
Di sisi lain, performa cemerlang Ibrahim Maza juga menarik perhatian klub-klub besar Eropa, terutama PSG. Les Parisiens dikabarkan menjadikan gelandang berjuluk ‘Kvaratskhelia Aljazair’ itu sebagai prioritas utama untuk bursa transfer musim dingin. Kebutuhan PSG akan sosok kreatif di lini tengah semakin mendesak setelah Khvicha Kvaratskhelia mengalami cedera ligamen anterior yang membuatnya harus absen panjang. Menurut laporan PSGInside-Actus, manajemen PSG disebut telah menyiapkan tawaran perdana kepada Bayer Leverkusen untuk memboyong Ibrahim Maza pada Januari mendatang.
Ketertarikan PSG bukan tanpa alasan. Gaya bermain Ibrahim Maza yang eksplosif dan mirip dengan Kvaratskhelia membuatnya dianggap sebagai pengganti ideal. Kemampuannya dalam menggiring bola, menciptakan peluang, serta visi bermain yang matang di usianya yang masih muda menjadi nilai plus tersendiri. Tak heran jika para penggemar PSG ramai-ramai mendesak klub agar segera mengamankan tanda tangan pemain yang satu ini.
Namun, perjalanan Ibrahim Maza tidak selalu mulus. Pada akhir Oktober lalu, ia sempat menjadi sorotan setelah melontarkan kritik pedas terhadap wasit Benjamin Brand usai Bayer Leverkusen kalah 2-4 dari Stuttgart. Maza menilai sang pengadil kehilangan kendali atas pertandingan dan memperlakukan para pemain dengan tidak hormat. Meski demikian, insiden tersebut tidak menyurutkan minat klub-klub besar terhadapnya.
Hingga saat ini, masa depan Ibrahim Maza masih menjadi tanda tanya besar. Apakah ia akan bertahan di Bayer Leverkusen untuk terus berkembang, ataukah ia akan menerima tawaran PSG dan mencoba peruntungan di Ligue 1? Yang jelas, bakat dan potensi yang dimilikinya membuatnya layak diperhitungkan sebagai salah satu gelandang muda terbaik dunia. Publik sepak bola Indonesia pun tampaknya akan terus mengikuti perkembangan karier pemain yang sempat dipilih Messi ini.
Dengan segala prestasi dan pujian yang datang, Ibrahim Maza membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi membuahkan hasil. Ia adalah contoh nyata bagaimana pemain muda dari keluarga imigran dapat menembus panggung sepak bola Eropa. Kini, semua mata tertuju padanya, menantikan langkah selanjutnya dari sang permata Aljazair.
