Bupati Kapuas Studi Banding ke RMU Demak, Genjot Ketahanan Pangan Lewat Modernisasi Penggilingan Padi
Kalimantan Update – 04 November 2026 | Langkah strategis ditempuh Bupati Kapuas, H Muhammad Wiyatno, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, dengan melakukan kunjungan kerja ke Rice Milling Unit (RMU) Tarli Berkah Abadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Selasa (3/11/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam memperoleh referensi serta observasi langsung terhadap sistem pengelolaan dan pengembangan fasilitas penggilingan padi modern. Melalui kegiatan Studi Banding ke RMU di Demak Bupati Kapuas Genjot Ketahanan Pangan Daerah, Pemkab Kapuas berharap dapat mengadopsi pola manajemen, teknologi, dan operasional yang sesuai dengan potensi pertanian lokal.
Dalam lawatan tersebut, rombongan meninjau langsung proses operasional RMU, mulai dari tahapan pengolahan gabah hingga menjadi beras siap konsumsi. Tidak hanya itu, mereka juga mengamati secara seksama sistem manajemen pengelolaan serta pemanfaatan berbagai fasilitas pendukung di pabrik penggilingan modern tersebut. Observasi ini menjadi bahan masukan penting untuk merancang pengembangan RMU modern di Kabupaten Kapuas ke depan.
Bupati Kapuas menegaskan bahwa modernisasi alat pengolahan padi merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh. “Kami ingin belajar dari RMU di Demak yang telah terbukti mampu meningkatkan kualitas hasil penggilingan padi. Ini akan kami adaptasi sesuai kondisi pertanian di Kapuas,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kunjungan.
Kegiatan Studi Banding ke RMU di Demak Bupati Kapuas Genjot Ketahanan Pangan Daerah ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi jajaran Pemkab Kapuas dalam mengelola fasilitas penggilingan padi secara efisien. Rombongan melihat langsung bagaimana RMU Tarli Berkah Abadi menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari penerimaan gabah, pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan. Selain itu, mereka mempelajari sistem manajemen rantai pasok yang memastikan kualitas beras tetap terjaga.
Beberapa aspek teknis yang menjadi perhatian antara lain:
- Penggunaan mesin penggilingan modern dengan tingkat kehilangan hasil yang rendah;
- Sistem pengeringan gabah yang terkontrol untuk menjaga kadar air;
- Manajemen penyimpanan yang higienis untuk mencegah kontaminasi;
- Pemanfaatan teknologi informasi dalam pencatatan produksi dan distribusi.
Dengan mempelajari aspek-aspek tersebut, Pemkab Kapuas optimistis dapat mengembangkan RMU modern yang tidak hanya meningkatkan produksi beras, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan di daerah. Hal ini sejalan dengan program nasional dalam menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas yang turut dalam rombongan menyatakan bahwa pihaknya akan segera menyusun rencana tindak lanjut hasil studi banding. “Kami akan identifikasi kebutuhan investasi dan pelatihan SDM agar RMU yang akan dibangun nanti dapat beroperasi optimal,” jelasnya.
Selain itu, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama antar daerah, khususnya dalam hal transfer pengetahuan dan teknologi pengolahan padi. Pemkab Kapuas berencana mengundang pengelola RMU dari Demak untuk memberikan pelatihan teknis bagi petugas di Kapuas.
Masyarakat petani di Kapuas menyambut baik rencana modernisasi ini. Mereka berharap dengan adanya RMU modern, harga gabah dapat lebih stabil dan kualitas beras yang dihasilkan mampu bersaing di pasar. Selama ini, sebagian petani masih mengandalkan penggilingan tradisional yang kapasitasnya terbatas.
Dengan semangat belajar dari daerah lain, Studi Banding ke RMU di Demak Bupati Kapuas Genjot Ketahanan Pangan Daerah menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan kedaulatan pangan. Ke depan, diharapkan semakin banyak inisiatif serupa yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memajukan sektor pertanian.
Sebagai penutup, langkah Bupati Kapuas ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Modernisasi penggilingan padi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan generasi mendatang. Dengan perencanaan matang dan eksekusi tepat, Kabupaten Kapuas berpotensi menjadi lumbung pangan di Kalimantan Tengah.
