Sekda Banjar Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan, Tekankan Tiga Langkah Strategis
Kalimantan Update – 04 November 2026 | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026 di Aula Kantor Barakat Martapura, Rabu (4/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan Sekda Banjar Tekankan Tiga Hal Penting menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh peserta rakor. Kegiatan yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, lembaga vertikal, dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Baznas, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), para camat, serta unsur lintas sektor lainnya.
Sekda Banjar menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan prioritas pembangunan daerah yang memerlukan perhatian dan komitmen bersama. Menurutnya, kemiskinan bukan sekadar persoalan rendahnya pendapatan, tetapi juga menyangkut keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, perlindungan sosial, serta pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. “Oleh karena itu, penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilaksanakan secara parsial oleh satu atau dua perangkat daerah saja. Diperlukan pendekatan yang terpadu, terarah, terukur, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, instansi vertikal, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Yudi Andrea.
Dalam arahannya, Sekda menekankan tiga hal penting sebagai fondasi upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banjar. Pertama, penguatan kualitas data sebagai dasar perencanaan. Data harus menjadi pijakan utama dalam menentukan kebijakan dan intervensi agar program yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Kedua, penguatan integrasi dan sinkronisasi program antarperangkat daerah. Setiap perangkat daerah diharapkan memahami kontribusinya dalam penanggulangan kemiskinan, baik melalui program perlindungan sosial, peningkatan akses pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi, maupun pengembangan kesempatan kerja. Ketiga, penguatan perencanaan melalui penyusunan Rencana Aksi Tahunan (RAT) Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2027.
Ia berharap dokumen RAT 2027 tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi pedoman pelaksanaan program dan kegiatan seluruh perangkat daerah. “Setiap rencana aksi harus memiliki sasaran yang jelas, indikator yang terukur, lokus intervensi, perangkat daerah penanggung jawab, serta target capaian yang realistis,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk memastikan bahwa Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan Sekda Banjar Tekankan Tiga Hal Penting dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bapperida, Fara Hayani, menambahkan bahwa rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan keterpaduan program penanggulangan kemiskinan lintas sektor. Selain itu, kegiatan ini menjadi forum evaluasi pelaksanaan upaya penanggulangan kemiskinan sekaligus penyelarasan rencana aksi dan intervensi program 2027 agar lebih tepat sasaran, terukur, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi penanggulangan kemiskinan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi, sehingga setiap program dan kegiatan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.
Di akhir kegiatan, dilaksanakan Launching SINERGI BANJAR (Sistem Terintegrasi Perencanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Banjar). Inovasi ini dirancang sebagai pendekatan untuk memperkuat tata kelola perencanaan pembangunan manusia, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan, dengan mengintegrasikan berbagai informasi yang selama ini menjadi dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan program. Dengan demikian, Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan Sekda Banjar Tekankan Tiga Hal Penting tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat sistem perencanaan yang lebih baik.
Sebagai penutup, rakor ini diharapkan menghasilkan kesepakatan dan komitmen bersama dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Banjar. Tiga hal penting yang ditekankan Sekda—penguatan data, integrasi program, dan perencanaan melalui RAT 2027—menjadi kunci keberhasilan. Dengan peluncuran SINERGI BANJAR, diharapkan tata kelola penanggulangan kemiskinan semakin terintegrasi dan berdampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Ke depan, seluruh pemangku kepentingan perlu terus bersinergi agar program yang direncanakan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
