Zverev Akhiri Penantian Panjang, Rebut Takhta Nomor Satu Dunia dari Sinner
Kalimantan Update – 05 November 2026 | Alexander Zverev akhirnya mengukir sejarah dalam kariernya setelah dipastikan naik ke posisi nomor satu dunia ATP, menggantikan Jannik Sinner. Petenis Jerman berusia 29 tahun itu memastikan pencapaian tersebut setelah mengalahkan Tallon Griekspoor dengan skor 6-4, 7-5 di babak 16 besar Erste Bank Open di Wina, Austria, Kamis (29/10/2026). Kemenangan ini tidak hanya mengantarnya ke perempat final, tetapi juga memastikan Alexander Zverev mengakhiri tahun 2026 sebagai pemain peringkat teratas dunia.
Pencapaian tersebut menjadi buah dari kerja keras sepanjang musim yang luar biasa. Sepanjang tahun ini, Alexander Zverev meraih dua gelar Grand Slam pertamanya, yakni di Roland Garros dan Amerika Serikat Terbuka, serta mencatatkan 64 kemenangan dari 80 pertandingan. Dengan demikian, ia menjadi petenis Jerman kedua yang mencapai puncak peringkat ATP setelah Boris Becker pada 1991, sekaligus pemain ke-30 dalam sejarah yang menempati singgasana tenis dunia.
Penantian Panjang yang Berbuah Manis
Bagi Zverev, ini adalah puncak dari perjalanan panjang penuh liku. Selama bertahun-tahun ia berada di posisi kedua tanpa mampu menembus puncak. Tiga kali ia gagal di final Grand Slam, yakni melawan Dominic Thiem di AS Terbuka 2020, Carlos Alcaraz di Roland Garros 2024, dan Jannik Sinner di Australia Terbuka 2025. “Ini memang penantian yang panjang, tetapi terkadang kita harus menunggu untuk mendapatkan hal-hal terbaik dalam hidup. Saya sangat bahagia, sangat gembira. Saya tidak bisa berkata-kata untuk tahun ini,” ujar Alexander Zverev.
Cedera pergelangan kaki yang dialaminya saat semifinal Roland Garros 2022 melawan Rafael Nadal sempat menjadi titik terendah dalam kariernya. Ia terpaksa mundur dan menjauh dari lapangan selama lebih dari enam bulan. Namun, kegigihan Alexander Zverev membuahkan hasil. Sebelum musim ini, ia telah mengoleksi 24 gelar, termasuk medali emas Olimpiade Tokyo 2020, dua gelar ATP Finals, dan tujuh gelar Masters 1000.
Tampil Dominan di Wina
Setelah memastikan status nomor satu dunia, Zverev melanjutkan performa impresifnya di Wina. Di babak perempat final, ia menghancurkan wakil Inggris Arthur Fery dengan skor telak 6-0, 6-2 dalam waktu hanya 58 menit. Kemenangan tersebut membawanya ke semifinal turnamen ATP 500 itu untuk ketiga kalinya.
“Saya merasa sangat baik. Arthur merupakan lawan yang berbeda dibandingkan pertandingan kemarin. Dia memang tidak memiliki kekuatan pukulan yang sama, tetapi secara taktik bermain sangat baik,” kata Zverev. Meski menang meyakinkan, ia tetap memberi apresiasi kepada Fery yang baru menjalani tahun pertamanya di tur profesional. “Dia tidak seharusnya terlalu merendahkan dirinya sendiri. Ini merupakan tahun pertamanya di Tur dan dia telah melakukan hal-hal luar biasa,” tambahnya.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor pertemuan Zverev atas Fery menjadi 2-0, setelah sebelumnya ia juga mengalahkan petenis Inggris itu di semifinal Wimbledon tahun ini.
Era Baru Tenis Dunia
Kenaikan Zverev ke puncak menandai perubahan besar dalam persaingan tenis dunia. Setelah bertahun-tahun didominasi trio Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic, lalu munculnya generasi baru yang dipimpin Alcaraz dan Sinner, kini Zverev membuktikan bahwa dirinya layak berada di jajaran elite. Ia bergabung dengan generasi pemain seperti Daniil Medvedev, Andrey Rublev, Dominic Thiem, dan Stefanos Tsitsipas yang selama ini berjuang menembus dominasi para pemain papan atas.
Dengan dua gelar Grand Slam dan status nomor satu dunia, Alexander Zverev kini telah menjawab semua keraguan yang sempat menghantuinya bertahun-tahun. Musim 2026 akan selalu dikenang sebagai tahun kebangkitan sang petenis Jerman.
Pencapaian Zverev ini menjadi bukti bahwa kesabaran dan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Kini, tantangan baru menantinya: mempertahankan posisi puncak di tengah persaingan sengit generasi muda tenis dunia.
