Lifter-lifter Muda Kalsel Raih Sembilan Medali Invitasi Angkat Besi Pelajar, Juara Umum Kedua
Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Kalimantan Selatan. Lifter-lifter Muda Kalsel Raih Sembilan Medali Invitasi Angkat Besi Pelajar pada ajang Invitasi Cabang Olahraga Angkat Besi Pelajar Provinsi DKI Jakarta 2026. Kontingen Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA) Kalsel sukses menempati posisi juara umum kedua dengan koleksi lima medali emas dan empat medali perak, sebuah capaian yang melampaui target awal yang ditetapkan sebelum keberangkatan.
Keberhasilan Lifter-lifter Muda Kalsel Raih Sembilan Medali Invitasi Angkat Besi Pelajar ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga pelajar di Banua terus menunjukkan tren positif. Pelatih angkat besi SPOBDA Kalsel, Mudjianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil tersebut. Menurutnya, para lifter mampu menampilkan performa maksimal sepanjang pertandingan dan bekerja keras selama masa persiapan.
“Alhamdulillah, lima emas, empat perak, juara umum kedua, total sembilan medali yang kita bawa pulang,” ujar Mudjianto saat diwawancarai, Minggu (4/10/2026).
Rincian Perolehan Medali
Dari sembilan medali yang diraih, lima medali emas dipersembahkan oleh para lifter terbaik di kelasnya masing-masing. Berikut rinciannya:
- Sinta Al Risky – kelas 45 kg U-15 (Emas)
- M Nazril Setyawan – kelas 65 kg U-18 (Emas)
- Hilmah Ruaidah – kelas 61 kg U-18 (Emas)
- Aisyah Humairo – kelas +77 kg U-18 (Emas)
- M Syam Syamsuddin – kelas 85 kg U-15 (Emas)
Sementara itu, empat medali perak diraih oleh:
- Safira Marwa Nurrida – kelas 49 kg U-15 (Perak)
- M Jati Setiawan – kelas 55 kg U-18 (Perak)
- M Aditya – kelas 75 kg U-18 (Perak)
- M Nabiel Ramadhan – kelas 85 kg U-18 (Perak)
Regenerasi Atlet Berjalan Baik
Mudjianto menilai hasil ini menjadi capaian penting karena komposisi tim saat ini diisi atlet-atlet muda yang sedang menjalani proses regenerasi. Sejumlah lifter senior yang sebelumnya menjadi andalan dan meraih berbagai prestasi sudah tidak lagi aktif berlatih bersama tim. Kondisi tersebut justru membuktikan bahwa estafet pembinaan atlet berjalan sesuai rencana.
“Hasil ini jauh melampaui target yang kami canangkan sebelum berangkat. Semua atlet tampil maksimal dan menunjukkan kerja keras selama masa persiapan,” katanya menegaskan.
Pencapaian Lifter-lifter Muda Kalsel Raih Sembilan Medali Invitasi Angkat Besi Pelajar ini juga tidak lepas dari peran SPOBDA Kalsel sebagai wadah pembinaan atlet berbakat daerah. Melalui program yang terstruktur, atlet-atlet pelajar mendapatkan pembinaan intensif mulai dari teknik dasar, penguatan fisik, hingga mental bertanding di level nasional.
Apresiasi dari Dispora Kalsel
Kadispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Asfia Urrahman, turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi juara umum kedua menjadi indikator bahwa program pembinaan atlet pelajar yang dijalankan melalui SPOBDA berada pada arah yang tepat.
“Alhamdulillah, hasil ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Capaian juara umum kedua ini menunjukkan pembinaan atlet angkat besi SPOBDA Kalsel sudah berjalan dengan baik,” ujar Asfia.
Asfia menegaskan, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai prestasi sesaat. Hasil di Jakarta harus menjadi pijakan untuk memperkuat kualitas latihan, meningkatkan kapasitas atlet, sekaligus menyiapkan regenerasi prestasi olahraga Kalsel secara berkelanjutan.
“Semoga pencapaian ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” pungkasnya.
Dampak bagi Pembinaan Olahraga Pelajar
Keberhasilan Lifter-lifter Muda Kalsel Raih Sembilan Medali Invitasi Angkat Besi Pelajar diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet pelajar lain di berbagai cabang olahraga. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan usia dini yang konsisten mampu melahirkan atlet-atlet kompetitif di tingkat nasional. Selain itu, capaian tersebut menjadi modal berharga dalam menyongsong berbagai kejuaraan mendatang, termasuk ajang nasional dan internasional.
Dengan komposisi atlet yang masih muda, potensi pengembangan prestasi ke depan sangat terbuka lebar. Dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, serta orang tua menjadi faktor kunci agar para lifter dapat terus berlatih secara optimal tanpa mengabaikan pendidikan formal mereka.
Secara keseluruhan, prestasi ini menegaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki talenta-talenta berbakat di cabang angkat besi. Pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan menjadi kunci utama agar tradisi prestasi dapat terus dijaga. Semoga torehan sembilan medali ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi di masa depan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan
