Kapolri Suyudi Ario Seto Gebrak Polri: Mutasi 88 Perwira hingga Tagline Baru 'Polisi Bersama Masyarakat'

Foto: Istimewa

Kapolri Suyudi Ario Seto Gebrak Polri: Mutasi 88 Perwira hingga Tagline Baru ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | JAKARTA – Kapolri Suyudi Ario Seto langsung mengambil langkah besar pascadilantik sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Hanya sehari setelah resmi menjabat, Kapolri Suyudi melakukan rotasi jabatan skala besar dengan mengganti 88 perwira tinggi dan perwira menengah, termasuk 19 kepala kepolisian daerah (Kapolda). Langkah ini dinilai sebagai tradisi transisi kepemimpinan yang wajar, sekaligus menegaskan arah baru di tubuh Polri.

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Ia menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin sejak 27 Januari 2021. Listyo tercatat sebagai Kapolri dengan masa jabatan terlama di era reformasi, yakni 5 tahun 8 bulan. Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994, junior dari Listyo Sigit yang lulus pada 1991. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2003 dan Sekolah Pimpinan Tinggi Kepolisian pada 2018.

Mutasi besar-besaran tertuang dalam surat telegram nomor 2205 yang memuat 88 personel. Pelantikan dilakukan di Mabes Polri, Sabtu (3/10/2026), dengan 27 perwira tinggi yang diserahterimakan. Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan dinamika organisasi untuk penyegaran dan regenerasi. “Tujuannya adalah selain daripada internal sebagai suatu proses rotasi, mutasi untuk penyegaran, juga untuk regenerasi,” ujarnya.

Adapun sejumlah jabatan strategis yang diisi dalam rotasi ini antara lain:

  • Irjen Pol Asep Safrudin dilantik sebagai Kabareskrim Polri.
  • Irjen Pol Hery Herjawan ditugaskan sebagai Kabaharkam Polri.
  • Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri.
  • Irjen Pol Rudi Darmoko sebagai Kalemdiklat Polri.
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadivpropam Polri.
  • Dua jabatan lain yang juga dilantik adalah Astamarena Kapolri dan Korspripim.

Tidak hanya melakukan mutasi, Kapolri Suyudi juga memperkenalkan tagline baru “Polisi Bersama Masyarakat”. Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, tagline tersebut merupakan penegasan arah kepemimpinan Kapolri Suyudi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian. “Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Isir di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Isir menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan arah transformasi Polri yang disampaikan Kapolri Suyudi saat uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI. Saat itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, kualitas pelayanan, serta kedekatan Polri dengan masyarakat. “Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan,” katanya.

Sementara itu, Komisi III DPR RI melakukan kunjungan ke kediaman Kapolri Suyudi Ario Seto pada Sabtu (3/10/2026). Ketua Komisi III Habiburokhman menyebut kunjungan ini sebagai tradisi setiap pergantian Kapolri. Dalam pertemuan tersebut, Kapolri memperkenalkan keluarganya dan menegaskan komitmen memaksimalkan konsep Polisi Sahabat Masyarakat. “Sebagian juga menyampaikan keluhan adanya oknum pejabat Polri yang arogan dan meminta hal tersebut diperbaiki,” ujar Habiburokhman.

Di balik sorotan atas pengangkatannya, muncul kembali kisah masa remaja Suyudi. Arsip majalah lawas yang beredar di media sosial mengungkap bahwa ia pernah mengikuti ajang Cover Boy Majalah Mode pada 1988. Saat itu usianya 16 tahun dan berstatus pelajar SMP Negeri 70 Jakarta. Ia masuk dalam daftar 60 semifinalis Cover Boy ’88, seangkatan dengan aktor Candy Satrio. Selepas masa remaja, Suyudi memilih menekuni profesi kepolisian hingga menduduki berbagai posisi penting seperti Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dengan rangkaian mutasi besar, tagline baru, dan dukungan dari Komisi III DPR, Kapolri Suyudi Ario Seto menunjukkan komitmennya untuk membenahi institusi Polri. Langkah ini diharapkan memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, baik melalui pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, maupun respons cepat terhadap persoalan keamanan. Transisi kepemimpinan ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan Polri yang lebih profesional, akuntabel, dan dekat dengan rakyat.

Penulis: Syaifullah, Oktavianus A
Editor: Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Metrotv, VIVA, Kapanlagi