Foto: Istimewa

El Nino Bikin Kemarau Lebih Panjang dan Kering, BMKG Peringatkan Ancaman Karhutla hingga Awal 2027

Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | Fenomena El Nino Bikin Kemarau Lebih Panjang dan Kering di Indonesia menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa El Nino fase sangat kuat tengah membuat musim kemarau di Tanah Air berlangsung lebih lama dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi, terutama kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menjelaskan bahwa meskipun puncak musim kemarau dan El Nino telah terlewati pada Agustus hingga September, dampaknya masih terasa signifikan di sejumlah daerah. Dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, ia memaparkan bahwa peningkatan suhu permukaan laut di Pasifik bagian tengah dan timur menyebabkan perairan Indonesia mengalami pendinginan.

“Sejak Maret pula kami memprediksi akibat dari aktifnya El Nino berbarengan dengan musim kemarau, maka musim kemarau kita secara umum itu akan menjadi lebih panjang dan menjadi lebih kering,” ujar Marjuki.

Pendinginan suhu muka laut di perairan Indonesia tersebut mengurangi potensi uap air dan menghambat pertumbuhan awan. Akibatnya, curah hujan berkurang drastis dan tanah menjadi lebih cepat kering. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan berkelanjutan dari seluruh pihak untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi Karhutla.

Dampak El Nino pada Awal Musim Hujan

Berdasarkan pemodelan cuaca BMKG, El Nino diprediksi masih bertahan hingga awal 2027. Dampaknya, awal musim hujan di Indonesia diperkirakan mundur dari waktu normal. BMKG mencatat sebanyak 529 zona musim atau setara dengan 61,08 persen luasan daratan Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan.

Sementara itu, 26 zona musim diperkirakan memasuki musim hujan sesuai waktu normal, sedangkan 11 zona musim mengalami awal musim hujan lebih maju. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas wilayah Indonesia akan merasakan periode kering yang lebih panjang akibat fenomena El Nino Bikin Kemarau Lebih Panjang dan Kering.

Wilayah Status Awal Musim Hujan
529 zona musim (61,08% daratan) Mundur dari normal
26 zona musim Sesuai waktu normal
11 zona musim Lebih maju

Proyeksi Cuaca Oktober hingga Desember

Marjuki menambahkan, pada Oktober, wilayah-wilayah di selatan ekuator masih cenderung mengalami curah hujan yang sangat rendah sehingga kondisi tetap kering. Kondisi tersebut diperkirakan mulai membaik pada November, ketika wilayah selatan ekuator mulai mencatatkan curah hujan kategori menengah.

Pada Desember, wilayah Indonesia diproyeksikan mulai memasuki musim penghujan secara lebih merata dan mendekati pola normal. Meski demikian, potensi kekeringan dan Karhutla tetap perlu diantisipasi selama kondisi cuaca masih mendukung terjadinya dampak tersebut.

Ancaman Karhutla menjadi perhatian utama karena lahan gambut dan hutan yang kering sangat mudah terbakar. Asap dari kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serta mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran di sejumlah daerah.

Langkah Mitigasi dan Koordinasi Lintas Instansi

Menghadapi kondisi iklim tersebut, BMKG terus mengintensifkan pemantauan cuaca dan memperkuat koordinasi lintas instansi. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan mitigasi dampak kekeringan sekaligus mendukung operasi penanganan Karhutla di sejumlah daerah prioritas.

Dengan pemantauan kondisi cuaca dan iklim secara berkelanjutan, upaya penanganan diharapkan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Kesiapsiagaan berbagai pihak menjadi penting untuk mengurangi risiko bencana selama periode kemarau yang lebih panjang dan kering.

Masyarakat diimbau untuk menghemat air, menghindari pembakaran lahan, dan segera melaporkan jika menemukan titik api. Pemerintah daerah juga didorong untuk menyiapkan sumber daya manusia dan peralatan pemadam kebakaran guna mengantisipasi eskalasi Karhutla.

Secara keseluruhan, fenomena El Nino Bikin Kemarau Lebih Panjang dan Kering menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan agar dampak buruk kekeringan dan Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin.

Penulis: Redaksi Kanal Kalimantan
Editor: kk
Sumber Berita: Kanal Kalimantan