Phil Mickelson Kembali? Kritikus Terbesarnya Buka Suara Setelah Rehabilitasi
Kalimantan Update – 06 Oktober 2026 | Phil Mickelson, bintang LIV Golf yang kontroversial, mencuri perhatian publik golf dunia setelah menjalani rehabilitasi untuk mengatasi trauma keluarga dan kecanduan. Kritikus terbesarnya, Brandel Chamblee, secara mengejutkan membuka pintu bagi kemungkinan kembalinya Mickelson ke PGA Tour. Sementara itu, di ajang FIFA ASEAN Cup 2026, nama Mickelson juga mencuat, tetapi kali ini adalah Nicholas Mickelson, bek Timnas Thailand yang berhadapan dengan Kevin Diks dari Indonesia. Artikel ini mengulas ketiga sosok Mickelson yang sedang menjadi sorotan.
Phil Mickelson: Dari Legenda ke Rehabilitasi
Phil Mickelson, 56 tahun, adalah salah satu pegolf terhebat dengan enam gelar major. Namun, keputusannya bergabung dengan LIV Golf pada 2022 mengubah citranya. Setelah hiatus karena masalah kesehatan keluarga, ia dilaporkan masuk pusat rehabilitasi untuk mengatasi ‘trauma keluarga dan kecanduan’. Perwakilannya mengonfirmasi bahwa Mickelson telah menyelesaikan program tersebut. Meski dianggap paria oleh banyak pihak di PGA Tour, Brandel Chamblee, analis Golf Channel yang paling vokal mengkritiknya, mengatakan bahwa dunia ini penuh pengampunan. ‘Jika dia tidak pergi ke LIV, dia akan menjadi Arnold Palmer reinkarnasi. Dia akan menjadi kapten Ryder Cup berkali-kali, starter kehormatan di Augusta, dan analis utama CBS,’ ujar Chamblee dalam podcast We Need a Fourth. Chamblee menambahkan bahwa Mickelson memiliki ‘demon’ yang ia lawan, dan dia tidak sendirian. Pernyataan ini mengejutkan karena Chamblee dan Mickelson memiliki sejarah panjang ketidaksepakatan.
Nicholas Mickelson: Duel Bundesliga di Final ASEAN Cup
Di sisi lain, nama Mickelson juga muncul di dunia sepak bola Asia. Nicholas Mickelson, bek Timnas Thailand yang berkarier di SV Elversberg (Bundesliga), menjadi sorotan dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Indonesia. Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026) malam itu mempertemukan dua pemain Bundesliga: Kevin Diks (Indonesia) dan Nicholas Mickelson (Thailand). Diks, kapten Timnas Indonesia yang membela Borussia Monchengladbach, tampil sebagai andalan. Sementara Mickelson, yang membantu Elversberg promosi ke Bundesliga, harus menerima kartu kuning kedua pada menit ke-80 karena menarik Ole Romeny. Akibatnya, Thailand bermain dengan 10 orang, dan Indonesia mencetak gol kemenangan pada menit ke-83 melalui sepakan Dean James yang membentur pemain Thailand. Hingga 90 menit, skor 1-1, dan pertandingan dilanjutkan ke extra time.
Legasi Phil Mickelson dan Perbandingan dengan Arnold Palmer
Perdebatan tentang legasi Phil Mickelson terus bergulir. Chamblee membandingkannya dengan Arnold Palmer, yang memiliki 62 kemenangan PGA Tour dan 7 major, sedangkan Mickelson memiliki 45 kemenangan dan 6 major. Palmer juga menjabat sebagai kapten Ryder Cup, sesuatu yang belum pernah dilakukan Mickelson. Namun, Mickelson memiliki 29 finis lima besar di major dan rekor enam runner-up US Open. Jika tidak bergabung dengan LIV Golf, Mickelson mungkin telah mencapai status ikonik seperti Palmer. Kini, setelah rehabilitasi, peluang kembalinya Mickelson ke PGA Tour dalam kapasitas tertentu mulai terbuka, meski masih spekulatif.
Kesimpulan
Nama Mickelson—baik Phil maupun Nicholas—menjadi pusat perhatian dalam dunia olahraga global. Phil Mickelson, dengan segala kontroversi dan perjuangan pribadinya, masih memiliki peluang untuk kembali ke PGA Tour menurut kritikus terbesarnya. Sementara Nicholas Mickelson harus menerima kenyataan pahit di final ASEAN Cup. Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa dinamika olahraga tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang perjuangan, penebusan, dan warisan. Bagaimana pun, nama Mickelson akan terus menjadi bahan pembicaraan di kalangan penggemar olahraga.
Penulis: Syaifullah, Oktavianus A
Editor: Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber: Jawa Pos, TMZ, Golf Channel, BBC Sport
